OM SWASTIASTU

Semangat Membara Berjiwa Pemenang

Laskar Dewata

BRIGAZ LASKAR DEWATA

Mari Bergabung Bersama Kami

Sekehe Demen BRIGAZ Mendukung Bali Devata

Semangat Puputan

Akan Kembali Menggelora Di Stadion Dipta

TIMNAS MERAH PUTIH

Apapun yang terjadi Merah Putih tetap harus berkibar di langit yang biru

Tampilkan postingan dengan label Laskar Dewata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laskar Dewata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Lawan Belanda. Semoga Menjadi awal kebangkitan Sepakbola Indonesia

 Jumat 7 Juni 2013, Stadion Gelora Bung Karno akan menjadi saksi sebuah pertempuran melawan Kompeni  Belanda, Tapi kali ini akan disuguhkan dalam sebuah pertandingan persahabatan antara Timnas Merah Putih melawan The Orange Belanda. Hal ini tentu saja mengingatkan kita bagaimana perjuangan para pahlawan pendahulu kita yang dengan semangat membara melawan penjajah Belanda walau dengan senjata seadanya. Hal itu pulalah yang dialami oleh Timnas Indonesia, ditengah carut marutnya persepakbolaan kita saat ini, dan memang kualitas pemain Indonesia masih jauh dibawah Belanda. Tapi kalo masalah semangat perjuangan kita itu no satu. Semoga dengan pertandingan melawan Belanda dapat menyatukan persepakbolaan Indonesia.
Apapun yang terjadi Garuda tetap di dadaku. (GMI)

Rabu, 28 November 2012

Nasionalisme Di Atas Segalanya

Sebuah kemenangan bersejarah atas Singapura, ditengah cemoohan sebagian masyarakat Indonesia yang hanya mementingkan eksistensi kelompoknya saja..Sebuah kemenangan yang mungkin menampar pihak-pihak yang bertikai. Sampai seroa anak muda Andik Virmansyah melontarkan statemen yang meminta kepada masyarakat Indonesia untuk meminta dukungan penuh dari masyarakat Indonesia. Kalian boleh benci PSSI ataupun KPSI tapi mohon jangan membenci Timnas. Karena Bagaimanapun Timnas membawa nama Bangsa Indonesia. Sampai tadi pagi di salah satu TV melontarkan kata-kata bahwa hanya Suporter yang masih waras yang akan mendukung dan berharap Indonesia lolos Semifinal dan menjadi Juara Pialaa AFF kali ini. Dan kemenangan dramatispun tercipta dari tendangan Bebas Andik. Goal itu pun dipersembahkan untuk para pembenci Timnas. Semoga Kali ini Indonesia Juara..!!!
kata andik fermansyah...

"anda boleh membenci kpsi, anda boleh membenci pssi,,, tp jan benci kami timnas indonesia, yg berjuang demi nama bangsa.. kami sangat mengharap doa dari masyarakat indonesia....

spanduk supporter indonesia membentang di stadion bukit jalil kuala lumpur malaysia

"kami bukan pssi, kami juga bukan kpsi,,, kami pendukung timnas indonesia..."

semua diatas menunjukan nasionalisme yg sangat besar bagi nama baik dan kehormatan indonesia... bodo amat mikirin yg diatas berseteru... lebih baik berjuang atas nama bangsa,, bukan pssi dan kpsi.... selamat berjuang punggawa timnas indonesia,,, jgn pikirin pemimpinmu yg egois,, tunjukan nasionalismemu.... rakyat indonesia pasti selalu memdukungmu....
bravooooooooo......................
 Nasionalisme di Atas Segalanya

Sabtu, 24 November 2012

BETAPA BANGGANYA JADI INDONESIA

Foto Sampul

Valentino Telaubun: Bagi saya bisa ikut Piala AFF seperti ikut Piala Dunia rasanya. Dengan kondisi Indonesia yang belum mampu berbicara di tingkat dunia dan tingkat Asia, maka Piala AFF yang hanya tingkat Asia Tenggara sudah merupakan event tertinggi yang bisa kita ikuti. Pemain yang tidak mau ikut atau dilarang ikut dijamin menyesal.

Elie Aiboy: Sejak jauh-jauh h

ari saya katakan saya bangga berada di tim ini dan akan tetap menjadi bagian dari tim ini. Piala AFF membawa nama negara Indonesia tercinta, dan lebih bergengsi dari sekedar turnamen lokal atau kejuaraan lokal apapun yang hanya membawa nama klub.

Vendry Mofu: Dulu saya hanya bisa melihat timnas Indonesia dan pemain timnas di layar TV. Saya selalu bermimpi kapan menjadi bagian dari timnas yang membawa nama negara. Bersyukur saat ini saya akan bermain di lapangan dan dilihat masyarakat Indonesia di TV. Menjadi pemain sepakbola tetapi hanya jadi penonton di layar TV saat timnas bertanding terasa menyesakkan di dada.

Okto Maniani: Saya cinta Indonesia. Di tim ini ada pemain dari berbagai daerah, dan saya sebagai salah satu wakil asal Papua merasa bangga ada di tim ini. Doakan Indonesia sukses merebut Piala AFF 2012.

Kamis, 25 Oktober 2012

Selamat Datang Di Sarang Sang Naga

 

Sebuah perhelatan sepakbola akbar akan digelar di Bali. Dimana akan diadakan turnamen segi empat antara tim dari Jawa Timur yang diwakili oleh Persebaya dan Persewangi akan di jamu oleh tim tuan rumah Bali Devata ditambah dengan Timnas Timor Leste akan beradu kekuatan. Tentu hal ini sangat ditunggu-tunggu pecinta sepakbola karena belum luntur ingatan kita saat Ribuan Bonek Mania  hadir menghijaukan Stadion Dipta untuk menyaksikan Laga LPI antara tuan rumah Bali Devata vs Persebaya. Mungkin saat itulah tumben Stadion Dipta penuh sesak oleh puluhan ribu penonton tuan rumah yang entah mau nonton bola atau sekedar pengen tahu meriahnya Bonek Mania. Sehingga mulai saat itu mulai ada keinginan untuk membentuk wadah suporter Laskar Dewata. Hubungan kedua suporter terjalin cukup erat, terbukti dengan selalu hadirnya Bonek pada setiap laga kandang Bali Devata.


TOURNAMENT SEGI EMPAT DI BALI PESERTA:
BALI DEVATA,
PERSEBAYA,
PERSEWANGI
TIMNAS TIMOR LESTE 


DAN DIIKUTI OLEH PERTANDINGAN PERSAHABATAN TIMNAS SENIOR DAN TIMNAS FILIPHINA..BERIKUT JADWAL PERTANDINGAN:
-7 NOV TIMNAS SENIOR VS TIMNAS TIMOR LESTE (PERSAHABATAN)
-8 NOV BALI DEVATA VS BANYUWANGI
-9 NOV TIMNAS SENIOR VS TIMNAS FILIPHINA (PERSAHABATAN)
-10 NOV PERSEBAYA VS TIMOR LESTE
-11 NOV FINAL PEMENANG TGL 8 VS PEMENANG TGL 10
Pertandingan yang pasti ditunggu adalah penampilan Timnas Indonesia karena banyak diantara kita yang mungkin belum pernah menonton langsung Timnas Merah Putih berlaga walau ditengah carut marutnya persepakbolaan namun Garud tetap di dada. Mari kita buktikan rasa Nasionalisme kita dengan datang ke Stadion mendukung Skuad Merah Putih agar nanti di Piala AFF meraih hasil maksimal. Bravo Indonesia (GMI)

Minggu, 30 September 2012

Bali Devata VS Timor Leste Berakhir Seri

Laga persahabatan antara Persires Bali Devata dengan Timnas Timor Leste akhirnya berkesudahan sama kuat 0-0. Dalam laga yang digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (30/9) tadi sore, memang cukup istimewa. Pasalnya, Ketua Umum (Ketum) PSSI Djohar Arifin Husin beserta Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong, dan Koordinator Timnas Bob Hippy, hadir dalam laga ini.
Sekitar 1.500 penonton warga Denpasar dan sekitarnya menyaksikan laga uji coba ini. Dalam pertandingan ini sebenarnya kedua tim berusaha untuk menciptakan peluang di depan gawang. Sayangnya, tuan rumah yang merupakan tim Divisi Utama yang berkompetisi di musim 2011-2012 ini belum bisa melesakkan satu pun gol hingga menit akhir.
“Sebenarnya anak-anak mainnya semangat namun mereka kerap kurang koordinasi,” jelas Direktur Sum
ber Daya Manusia (SDM) Persires Bali Devata Borgo Pane. Diakuinya, Timnas Timor Leste sedikit di atas klubnya.
“Tim lawan sebenarnya bermain lumayan dan peluang lebih banyak namun dalam serangan mereka kurang greget,” jelas Borgo. Ia melihat peluang Timnas Timor Leste sekitar 55:45 dalam pertandingan sore itu. Timor Leste memang tengah mempersiapkan tim nasionalnya dalam rangka mengikuti Piala AFF 2012 yang akan digelar Desember mendatang.
Sebulumnya, di pagi hari Djohar Arifin juga menyempatkan diri melihat pembukaan SSB Bali Devata di tempat yang sama. SSB ini ingin mencetak pemain-pemain yang bertalenta dan selanjutnya bisa berkontribusi untuk tim nasional Indonesia..

SSB BALI DEVATA

Pagi tadi, sekitar pukul 10.00 WITA, Persires Bali Devata resmi memiliki SSB Persires Bali Devata. Klub yang selama ini bermain di level Divisi Utama 2011-2012 di Grup 2 ini memang sangat antusias untuk mempersiapkan pemain usia dini. Mereka inilah yang menjadi salah satu pemasok bagi tim-tim senior di Indonesia nantinya. Pembukaan SSB kian semarak karena juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.
Selama ini memang belum banyak klub yang punya kepedulian tinggi dalam pengembangan usia dini. Namun langkah Persires Bali Devata ini menjadi salah satu pemicu untuk meningkatkan program pengembangan pemain usia dini, terutama di Bali.
“Selama ini memang banyak talenta-talenta di Bali yang tak terpantau. Hal inilah yang membuat kami termotivasi untuk membikin SSB,” ungkap Da
rmawan Anandita, Direktur Operasional Persires Bali Devata. Sejauh ini ada beberapa pemain Bali atau keturunan Bali yang bermain di Jepang, inggris, Spanyol, maupun Italia.
Bahkan, kabar terakhir, ungkap Anand, demikian panggilannya, salah satu putra Bali yang bernama Kevin, tengah diminati oleh salah satu klub Serie A Italia. Klub AS Roma Junior menyatakan tertarik dengan pemain tersebut.
“Sebelumnya dia memang menempuh pendidikan di akademi AS Roma selama enam bulan. Usai pendidikan itu, hari Jumat lalu, AS Roma Junior menyatakan ketertarikannya,” imbuh Anand. Menurutnya, Manajer Persires Bali Devata Made Raymond memang aktif menjalin kontak dengan beberapa klub di luar negeri. “Dan hasilnya, ada pemandu bakat dari AS Roma yang tertarik dengan Kevin,” jelas Anand.
Menurut pria ini, dengan mendirikan SSB Persires Bali Devata bisa memonitor bakat para talenta muda dari Bali untuk dibina. Ia berharap dengan lahirnya SSB ini bisa menyumbangkan pemain-pemain berbakatnya untuk persepakbolaan nasional..

Rabu, 23 Mei 2012

BRIGAZ

BRIGAZ atau Brigade Gatzu sebuah nama yang spontan tercetus saat lagi bersenda gurau dengan si ucup sesaat sampai di rumah sehabis nonton BALI DEVATA  di Stadion Dipta...terbesit keinginan untuk membetuk suatu wadah untuk menampung aspirasi temen temen sepemikiran dan seperjuangn yang juga sehobby dalam menonton dan menggemari sepakbola khususnya klub Bali Devata. Kata2 BRIGAZ  muncul setelah kata Pasukan Bung Tomo terlalu ribet n sulit untuk terucap...atau mungkin juga karena pengaruh si ucup yang memang notabene dikampungnya di kerawang itu anggota geng motor yg cukup disegani dikampungnya sono.
Akhirnya kami memberanikan diri mengupload pemikiran ini di Facebook dan mencoba merangkul teman-teman yang sekiranya ingin bergabung dan menjadikan tempat tinggal kami yg sederhana ini menjadi Basecamp. Mulailah satu persatu orang datang di awali dengan Dek Donal yang datang bersama temannya bung Jhony Westerling..... disusul dengan kehadiran Tutdy,Budi Banteng dan Pakputu manajer baduda dan Bli Juwet serta teman-teman lainnya....Selain itu kami tetap berkomunikasi dengan senior kami yaitu Serdadu Kota dan Hooligan dan sharing tentang berbagai hal mengenai dunia Suporter.....(bersambung)

Senin, 30 April 2012

Dunia Terasa Lebih Indah Ketika Langit Membiru

Kata-kata itu langsung ku postkan di beranda Facebookku dan kutweetkan di twitterku di pagi ini, ketika peluit panjang mengakhiri laga derby Manchester yang dimenangkan oleh city yang berkostum biru selang sehari setelah Chelsea menghajar klub milik jutawan Malaysia QPR dengan skor telak 6-1 yang dibarengin dengan hatrick pertama Torres...warna birupun terasa menghiasi langit pertanda kesejukkan dan kebahagiaan...Semoga semakin lengkap setelah Chelsea merebut titel juara UCL dan City merebut Juara EPL. Aku suka warna merah tapi warna merah dalam bola aku hanya suka untuk 2 tim yaitu BDV dan tentu saja Timnas Indonesia....Darahku merah tapi langit tetaplah harus biru......!!!

Jumat, 09 Maret 2012

Kalah Menang Kau Tetap Garudaku

Sang Garuda kembali gagal meraih prestasi tertinggi...melawan Brunei yang biasanya menjadi lumbung goal dari semua tim ASEAN dalam beberapa dekade terakhir, Garuda Muda nampak tak berdaya, namun jangan salah Brunei yang sekarang adalah Brunei yang berbeda, mereka dipersiapkan dengan matang dengan dukungan finansial yang melimpah dari penguasa negri itu dan dukungan semua rakyatnya..sementara Garuda Muda yang di isi oleh talenta muda Indonesia berangkat ke turnamen HBT dengan persiapan yang sangat mepet dan ditengah carut marutnya perseakblaan Indonesia. Dan ditengah caci maki masyarakat pendukung liga ISL seakan mereka memposisikan diri sebagai suporter lawan bahakan lebih dari suporter lawan bisa dibilang sebagai musuh dalam selimut. Pencapaian Garuda mudabisa dibilang lumayan bagus, bagaimana tidak sekumpulan pemuda bermental baja harus menghadapi dukungan suporter lawan dan sekaligus menghadapi cibiran dan makian sebagian masyarakat Indonesia dan bahkan acara acara TV yg biasanya membahas dunia politik mendadak ikut memusuhi Timnas. Apa yang terjadi dengan Negri ini...????Ketika masyarakat Brunei bersatu padu mendukung Timnasnya yang baru pertama kali menapakkan kakinya disebuah partai final, sebagian masyarakat kita malah mencaci maki bahkan ada yang mengharapkan kekalahan Timnas...Sungguh picik..harusnya orang orang itu gak berhak lagi menyandang status sebagai WNI. Orang-orang seperti itulah yang sebenarnya menjadi duri dalam daging yang mungkin saja menghambat kemajuan negri ini.. Oke deh thats all Buat Garuda Muda tegakkan kepalamu Kami Bannga atas restasimu..Jalan masih panjang ..Kesempatan masih ada...Next kita Pasti Juara..!!!

Senin, 13 Juni 2011

Asyiiik masuk tabloid Nasional

Dan akhirnya bisa juga masuk tabloid soccer (Tabloid SOCCER 50/XI - Sabtu, 11 Juni 2011), salah satu tabloid bola terkenal di Indonesia.

Rabu, 02 Maret 2011

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Saka 1933 ( MAKNA NYEPI DAN PENGEMBANGAN KEBERSAMAAN UMAT )


Posted by Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa San on 2008-03-07.
Banyak kalangan lain di luar umat Hindu melihat keunikan tersendiri bagi umat Hindu Nusantara dalam merayakan Tahun Barunya. Umat lain di hari Tahun Baru-nya merayakan dengan kemeriahan, pesta makan, minum, pakaian baru, dan sebagainya. Umat Hindu, justru di Tahun Baru Saka yang jatuh pada Penanggal Ping Pisan Sasih Kadasa menurut sistim kalender Hindu Nusantara, merayakannya dengan sepi yang kemudian bernama Nyepi artinya membuat suasana sepi, tanpa kegiatan (amati karya), tanpa menyalakan api (amati gni), tanpa melakukan perjalanan keluar rumah (amati lelungaan) dan tanpa hiburan (amati lelanguan) yang dikenal dengan istilah Catur berata penyepian.

Di hari itu umat Hindu melakukan tapa, berata, yoga, samadhi untuk menyimpulkan serta menilai Trikaya pribadi-pribadi dimasa lampau dan merencanakan Trikaya Parisudha dimasa depan. Di hari itu pula umat mengevaluasi dirinya, seberapa jauhkah tingkat pendakian rohani yang telah dicapainya, dan sudahkah masing-masing dari kita mengerti pada hakekat tujuan kehidupan di dunia ini.

Dengan amati karya, kita mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan tapa, berata, yoga, dan samadhi;

dalam suasana amati gni, pikiran akan lebih tercurah pada telusuran kebathinan yang tinggi;

pembatasan gerak bepergian keluar rumah berupa amati lelungaan akan mengurung diri sendiri di suatu tempat tertentu untuk melakukan tapa, berata, yoga, samadhi. Tempat itu bisa dirumah, di Pura atau di tempat suci lainnya. Tentu saja dalam prosesi itu kita wajib menghindarkan diri dari segala bentuk hiburan yang menyenangkan yang dinikmati melalui panca indria.

Kemampuan mengendalikan Panca Indria adalah dasar utama dalam mengendalikan Kayika, Wacika dan Manacika sehingga jika sudah terbiasa maka akan memudahkan pelaksanaan Tapa Yadnya.

Walaupun tidak dengan tegas dinyatakan, pada Hari Nyepi seharusnya kita melakukan Upawasa atau berpuasa menurut kemampuan masing-masing.

Jenis-jenis puasa antara lain : tidak makan dan minum selama 24 jam, atau siang hari saja, atau bentuk puasa yang ringan yaitu hanya memakan nasi putih dengan air kelapa gading yang muda.

Setelah Nyepi, diharapkan kita sudah mempunyai nilai tertentu dalam evaluasi kiprah masa lalu dan rencana bentuk kehidupan selanjutnya yang mengacu pada menutup kekurangan-kekurangan nilai dan meningkatkan kwalitas beragama. Demikianlah tahun demi tahun berlalu sehingga semakin lama kita umat Hindu akan semakin mengerti pada hakekat kehidupan di dunia, yang pada gilirannya membentuk pribadi yang dharma, dan menjauhkan hal-hal yang bersifat adharma. Hari Raya Nyepi dan hari-hari Raya umat Hindu lainnya merupakan tonggak-tonggak peringatan penyadaran dharma. Oleh karena itu kegiatan dalam menyambut datangnya hari-hari raya itu semestinya tidak pada segi hura-hura dan kemeriahannya, tetapi lebih banyak pada segi tatwa atau falsafahnya. Seandainya mayoritas umat Hindu Nusantara menyadari hal ini, pastilah masyarakat yang Satyam, Siwam, Sundaram akan dapat tercapai dengan mudah.

Kelemahan tradisi beragama umat Hindu khususnya yang tinggal di Bali, adalah terlalu banyak berkutat pada segi-segi Ritual (Upacara) sehingga segi-segi Tattwa dan Susila kurang diperhatikan. Tidak sedikit dari mereka merasa sudah melaksanakan ajaran Agama hanya dengan melaksanakan upacara-upacara Panca Yadnya saja. Salah satu segi Tattwa yang kurang diperhatikan misalnya mewujudkan Trihitakarana. Perkataan ini sering menjadi selogan yang populer, diucapkan oleh berbagai tokoh dengan gempita tanpa menghayati makna dan aplikasinya yang riil di kehidupan sehari-hari.

Trihitakarana, tiga hal yang mewujudkan kebaikan, yaitu 1. keharmonisan hubungan manusia dengan Hyang Widhi (Pariangan), 2. keharmonisan hubungan manusia sesama manusia (Pawongan) dan 3. keharmonisan hubungan manusia dengan alam (Palemahan).

Trihitakarana bertitik sentral pada manusia, dengan kata lain Trihitakarana bisa terwujud jika manusia mempunyai tekad yang kuat melaksana-kannya. Tekad yang kuat harus disertai dengan pengertian yang mendalam dan kebersamaan sesama umat manusia. Trihitakarana tidak bisa diwujudkan hanya oleh seorang diri atau sekelompok orang saja. Itu harus dilakukan bersama-sama oleh semua manusia, bahkan manusia beragama apapun.

Manusia yang pendakian spiritualnya cukup akan mencintai Tuhan (Hyang Widhi). Cinta kepada sesuatu yang lebih tinggi dan lebih luas disebut Bhakti. Ruang lingkup ini misalnya : Bhakti kepada Tuhan, negara, bangsa, rakyat, dll. Tinjuan khusus tentang bhakti kepada Hyang Widhi, wujudnya adalah kasih sayang kepada semua ciptaan-Nya yaitu mahluk hidup : manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan; demikian pula kepada ciptaan-Nya yang lain misalnya alam semesta. Seseorang yang mengaku sebagai Bhakta (orang yang berbhakti) tidaklah tepat jika ia menunjukkan bhaktinya itu kepada Hyang Widhi hanya dalam bentuk berbagai ritual saja. Ia juga harus mewujudkan cinta dan kasih sayang kepada semua mahluk, khususnya kepada sesama manusia. Rasa kasih sayang kepada sesama manusia hendaknya benar-benar datang dari hati nurani yang bersih dan tulus tanpa keinginan mendapat balas jasa atau imbalan dalam bentuk apapun. Filsafat Tattwamasi merupakan panduan yang bagus kearah ini.

Masyarakat yang individu-individunya telah mampu melaksanakan ajaran Agama dengan baik akan mewujudkan keadaan yang disebut sebagai Satyam, Siwam, Sundaram, yakni masyarakat yang saling menyayangi sesamanya, kebersamaan yang harmonis dan dinamis, berkeimanan yang kuat dan sejahtera lahir-bathin. Manusia dalam upayanya mencapai kehidupan satyam, siwam, sundaram tidaklah dapat berdiri sendiri-sendiri. Ia memerlukan berbagai hubungan yang harmonis dengan manusia lain, atau jelasnya, manusia membutuhkan kelompok tertentu yang sehaluan dalam pemahaman keimanan, kepentingan politik, kepentingan ekonomi, kepentingan sosial, dan kepentingan budaya.

Prinsip-prinsip jalinan hubungan yang harmonis itu sebagaimana bunyi slogan : Sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, paras-paros sampranaya, saling asah, saling asih, saling asuh.

Artinya : bersatu-padu menyusun kekuatan menghadapi ancaman/bahaya, memutuskan sesuatu secara musyawarah mufakat, saling mengingatkan, saling menyayangi dan saling membantu. Slogan ini bersifat dinamis, dapat digunakan baik dalam lingkungan kecil seperti rumah tangga, maupun dalam lingkungan yang lebih besar seperti Paguyuban, Banjar, dan Desa, bahkan dalam lingkungan Nusantara dan Internasional. Untuk lingkungan yang lebih luas seperti Nusantara dan Internasional kepentingan yang disatukan biasanya menyangkut ideologi misalnya bidang keimanan/ Agama dan Politik. Azas-azas kebersamaan sebagai umat Hindu dapat dikembangkan seluas-luasnya karena akan bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan. Kebersamaan itu pula dapat sebagai benteng yang melindungi, mengayomi umat sedharma dari ancaman-ancaman pihak lain dalam bentuk proselitasi (mempengaruhi orang yang sudah memeluk Agama tertentu beralih ke Agama lain).

Selain itu azas kebersamaan sangat bermanfaat bagi umat sedharma untuk bergotong royong menegakkan dharma dan dalam pendakian spiritual individu, misalnya dalam memerangi Sadripu (enam jenis musuh manusia yang ada di diri masing-masing) yaitu : Kama (nafsu yang tak terkendali), Lobha (rakus), Kroda (kemarahan), Mada (kemabukan), Moha (angkuh) dan Matsarya (cemburu, dengki dan iri hati). Slogan Sagilik-saguluk sabayantaka hendaknya tidak dipandang secara sempit sebagai menghadapi musuh ekstern, tetapi lebih ditujukan kepada memerangi Sadripu ini. Mereka yang berhasil mengendalikan Sadripu disebut orang yang Dama artinya bijaksana. Kebijaksanaan adalah hal yang penting dalam menempuh kehidupan, karena kebijaksanaan dalam arti luas hakekatnya adalah kemampuan memilah dan menyadari Dharma dan Adharma.

Kebersamaan dalam bentuk paguyuban berguna sebagai wadah demokrasi karena konsep Paras-paros sampranaya dijalankan. Ini akan membentuk tatanan kehidupan yang moderat dimana terjadi brainsforming dalam memutuskan sesuatu demi kepentingan bersama. Sejarah dunia telah membuktikan bahwa perjuangan dalam bentuk apapun hanya akan berhasil jika dilakukan dengan kesadaran kebersamaan yang hakiki diantara kelompok pejuang. Demikian pula hal yang patut dilakukan oleh umat Hindu dewasa ini, jalinan kebersamaan hendaknya makin diperluas mencapai tahap internasional agar dapat memberikan manfaat yang tinggi bagi kemajuan umat Hindu.

sumber: MediaHindu.net
Kaambil ring http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/2582.htm

Senin, 28 Februari 2011

The Original Yel Yel Suporter Of Bali Devata.

1. Apa kabar , apa kabar semeton bali ,,
yo bergembira bersama kami laskar dewata...

2. Devata yg kutunggu kutunggu, bertanding lagi. Lelah lama ku berdiri berdiri.,. Menanti nanti.

Bila devata ku menang,gembiralah..
Laskar dewata mendukung mu, stiap slalu,...

3. Sudah ku bilang kau jangan lawan devata, sekarang kamu merasakan akibatnya.
Sbaiknya kamu diem dirumah saja. Duduk yg manis nonton di layar kaca..

Siapa yg suruh kau lawan devata,.
Siapa yg suruh datang ke gianyar.

4. Laskar dewata beraksi , walau panas terik matahari , berulang kali devata beraksi begitu itulah aktrasi...

Hari hari esok adalah milik kita Bali Devata juara LPI . Bergabunglah dengan laskar dewata demi kejayaan di devata.

Mari lah kawan mari kita dendangkan sebuah lagu tentang kemenangan.

5. Hey kawan mari kita dendangkan , sebuah lagu kemenangan.
Apa pun nanti yg terjadi Laskar dewata slalu setia.

6. Pssi tempatnya para napi ,sportivitas hanyalah mimpi.
Pssi tempat melacur diri.
Sudah ga punya hati nurhani.

7. Di neraka ga ada anak bali ..
Di neraka tempatnya PSSI,.
Di neraka yg ada NURDIN HALID bangsat.
Di hukum cambuk malaikat.

8. Majulah majulah majulah ,majulah devata pantang mundur .
Tunjukan lah aksimu, tundukkan lah lawan mu
kami slalu mendukungmu.

9. Dirijen : Ayo laskar dewata! Marilah bergembira,
kita dukung devata !
Skarang dan slamanya

kita : laskar dewata kita bergembira, bali devata tunjukan aksimu..
Kita dukung bali deevata..
Sekarang dan slamanya,
laskar dewata kita bergembira.

10. Hey laskar dewata ,ku kan slalu dukung devata 2x.
Dimana pun kau berada kami akan slalu ada krana kami hey Laskar dewata.

BONUS YEL Khusus untuk Tgl 07 Maret 2011
ni lagu bwt sporter LPI.

=>
siapa bilang Liga priemer ilegal?
Liga priemer milik kita semua..
Yg bilang liga priemer ilegal.
Orang yg ga pernah sekolah.

11. Bali devata, bali devata semeton bali..
Semeton bali Laskar dewata,
la la la la..
Sekarang devata menang
Solo fc yok di bunuh saja.

12. Yo ayo , ayo devata sore ini ,kita harus menang,.

(Sumber: Serdadu Kota 08 via SMS oleh anak Hooligan Because sewireh I Arif dije kaden ngindeng kuuuuuuuuuk)

Minggu, 27 Februari 2011

BaseCamp Laskar Dewata. Bonek ala Bali.

 Sebuah kenekatan didorong oleh kecintaan kepada tim Bali Devata. Saya bersama teman teman membuat sebuah langkah dengan modal nekat, berawal dari niat untuk menyediakan atribut Bali Devata atau Laskar Dewata terinspirasi dari suporter Bonek yang begitu atraktif n kreatif mencurahkan kreatifitas untuk mendukung tim kesayangannya. Tepatnya di tengah kota Denpasar di sebuah pemukiman yang malamnya terkenal dengan Black area nya Denpasar mungkin area ini begitu terkenal karena banyaknya para kupu-kupu malam dan warianya di malam hari dan berseliwerannya truk truk besar dan para salesman/girl mencari rejeki di siang hari. Kini kami hadir untuk membuat kawasan ini menjadi dikenal karena adanya Basecamp Laskar Dewata yang menyediakan berbagai atribut Laskar Dewata.
Bisa dibilang nekat, Karena Basecamp ini sebenarnya adalah kos kosan yang sangat sederhana sekali  yang bahkan jalan di depannya belum diaspal, walaupun terletak di tengah kota Denpasar. Tepatnya di Jalan Kusuma Bangsa VII no 10 ubung Denpasar (08563877716). banyak temen temen yang awalnya bingung mencari alamat ini karena walaupun ada di tengah kota namun sangat terpencil namun sebenarnya strategis karena terletak di sebelah selatan hotel aston denpasar bisa lewat Bung Tomo dan juga berada di Sebelah barat tiara grosir. Dan dengan modal yang pas-pasan patungan dari temen temen kami bertekad untuk mampu memenuhi kebutuhan akan Atribut Bali Devata/Laskar Dewata dengan harga yang terjangkau.

Untuk saat ini atribut yang tersedia baru berupa kaos suporter, Syal Bali Devata berbagai motif dan jenis namun tetap dengan 3 warna khas yaitu Tridatu. Pin dan gantungan kunci serta berbagai jenis stiker yang lumayan menarik. Kami juga sedang membuat baju dengan model berkerah dengan harga yang terjangkau dan dengan kualitas terbaik. Dan ke depan juga kami akan menambah kuantitas dan kualitas serta model atribut lainnya seperti topi khas bola, sehingga Laskar dewata nantinya gak kalah kreatifnya dengan suporter suporter lain di Indonesia.
Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA..!!!!!!!!!!

Kamis, 24 Februari 2011

Revolusi PSSI..!!!

Cuma mau bilang : "REVOLUSI PSSI SEKARANG JUGA.....!!!!!!!!!!!!"

Minggu, 20 Februari 2011

Kemenangan Dalam Persaudaraan Bonek Laskar Dewata.


Minggu pagi sekitar pukul 10..saya sampai di Dipta. Ketika di parkiran Dipta dipenuhi Spanduk spanduk dari Bonek..tak terlihat anggota Laskar Dewata.Kandang Bali Devata tampak lebih mirip jadi kandangnya Persebaya. Atribut Laskar Dewata pun hanya terlihat di lapak lapak pedagang yang baru menata dagangan. Sementara nyanyian Bonek menggema di seantero stadion.

Ketika itu aku mendatangi lapak temanku untuk menyerahkan barang dagangan berupa syal dan baju. aku sendiri memakai Kaos merah Laskar Dewata berkeliling stadion sambil kenalan sama beberapa Bonek dengan bahasa jawaku yang terbata bata. sambil sedikit jeprat jepret bersama mereka.

Menjelang siang gelombang suporter Bonek semakin memenuhi parkiran. Beberapa anggota serdadu kota tampak berseliweran mengamati situasi. Kemudian disusul dengan truk truk aparat Kepolisiandatang silih berganti. Tampak pula Mobil anti huru hara yang sempat terjerembab di lumpur parkiran. Bonek terus bernyanyi tanpa henti sambil mengrubungi dagang dagang makananan. Para dagang mengaku mendapat banyak rejeki hari ini. Bonek tak sebringas cerita cerita yang dulu. Mereka tampak bersahabat.

Pukul 2 siang tampak beberapa Laskar Dewata hadir ke stadion dan mereka tampak takjub melihat parkiran stadion dipenuhi atribut Bonek dan ribuan Bonek menyanyi meramaikan stadion. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Rombongan Bonek pun datang lagi ratusan jumlahnya..katanya mereka habis jalan jalan dari sanur, rata rata menggunakan udeng hijau tampak matching dengan kostum mereka yang hijau juga.

Gelombang Laskar Dewata mulai menyemut ke Stadion ketika Bonek sudah mulai memasuki tribun selatan dan memasang spanduk spanduk besar di sudut sudut stadion.Laskar Dewata seperti biasa datang dari berbagai penjuru menyerbu loket dan lapak lapak pedagang. Mereka tampak JENGAH melihat Kandang mereka di penuhi Bonek. Atribut TRIDATU mulai sedikit demi sedikit meramaikan stadion. Bonek sempat menjadi tontonan ketika ada beberapa Bonek yang memanjat pipa stadion untuk naik ke atas tower.
Laskar Dewata pun mulai memenuhi tribun timur sampai utara ketika pertandingan, sementara tribun selatan sudah menjadi lautan hijau.

Kickoff pun di mulai disambut sorak sorai kedua pendukung dan di luar stadion pun masih banyak Laskar dewata yang belum kebagian tiket. Tribun di utara VIP tampak masih kosong. Situasi sempat memanas ketika bangku cadangan Persebaya 1927 menjadi sasaran aksi pelemparan botol air mineral, dalam laga Liga Primer Indonesia, di Stadion Kapten Dipta, Minggu (20/2/2011).

Aksi pelemparan ini dilakukan oleh penonton yang tak berkostum seragam suporter Bali De Vata. Pelemparan terjadi setelah seorang pemain Bali De Vata asal Korea Selatan, Jun Hen Bok, menerima kartu merah dari wasit Hery Kustanto. Jun terbukti menyikut gelandang mungil Persebaya, Rendy Irwan.

Alih-alih terprovokasi dengan suasana pertandingan yang panas, ribuan Bonek dan suporter Bali De Vata justru menjawabnya dengan aksi 'mexican wave'. Gulungan ombak antarsuporter bersahut-sahutan.

Bonek dan suporter Bali De Vata juga bersama-sama menyanyikan 'Bonek-Bali kita saudara, Bonek-Bali kita saudara."

"Kami memang tidak percaya yang melakukan aksi lempar tersebut adalah suporter Bali. Sejak awal, kami disambut dengan baik. Jadi aneh jika tiba-tiba ada gesekan," kata Badi, Bonek asal Pasuruan.

Dalam twitternya, Humas LPI Abi Hasantoso juga meminta agar Bonek dan suporter Bali De Vata tak terpancing. "Buat suporter Persebaya 1927 dan Bali DeVata jangan terpancing dengan para penyusup yang coba buat kisruh di dalam Stadion Dipta Gianyar," tulisnya.

Tribun pojok mulai dipenuhi penonton sehingga mungkin baru pertama kali stadion ini dipenuhi secara full total. Saya sendiri merasa merinding ketika melihat gulungan ombak mengelilingi stadion di iringi yel yel yang saling bersahutan sepanjang laga.

Meski kalah dalam jumlah pemain, Bali Devata justru berhasil mencetak gol lebih dulu. Di menit ke-35, mereka mendapat hadiah penalti setelah pemain Persebaya 1927 melakukan handsball di area terlarang. Ilija Spasojevic yang menjadi eksekutor menunaikan tugasnya dengan sempurna. Bali Devata 1, Persebaya 1927 0.

Delapan menit berselang, tim tuan rumah menggandakan keunggulannya. Kembali Spasojevic sukses menggetarkan gawang Persebaya 1927 lewat sebuah sepakan keras dari dalam kotak penalti.

Anak-anak Surabaya akhirnya berhasil memperkecil kedudukan di injury time babak pertama lewat penalti I Made Wirahadi. Hadiah penalti diberikan setelah pemain tuan rumah melakukan handsball.

Di babak kedua, anak asuhan Aji Santoso terus berupaya menyamakan kedudukan. Andik Vermansyah berulang kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah lewat tusukan-tusukannya.

Upaya yang dilakukan oleh John Tarkpor juga belum membuahkan hasil. Sepakan keras gelandang asal Liberia itu masih menerpa mistar tim tuan rumah.

Hingga laga berakhir, tak ada lagi gol yang tercipta. Kemenangan 2-1 membawa Bali Devata naik ke peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 13 poin dari enam laga.

Sementara bagi kubu Persebaya 1927, ini adalah kekalahan pertama mereka dalam kompetisi Liga Primer Indonesia. Sebelumnya, mereka selalu meraih poin penuh dalam empat laga yang telah dilalui. Mereka turun ke peringkat ketiga dengan raihan 12 poin dari lima laga.
 ratusan Bonek di akhir laga bertukar atribut dengan Laskar Dewata. Saya sendiri bertukar syal dengan anak bonek dan sempat juga membagikan Stiker Laskar Dewata ke para Bonita.

Hari menjelang malam ketika Truk truk berdatangan untuk mengantar Bonek sampai Pelabuhan Gilimanuk. Aparat tampak sibuk mengatur Bonek agar segera naik ke truk. Dan kemudian iring iringan bonek meninggalkan stadion sambil bernyanyi sayonara Bonek Laskar Dewata kita Saudara. Semoga laga ini bisa menjadi contoh kalau pertandingan yang mempertemukan dua kelompok besar suporter tidak selalu rusuh. Semoga Persahabatan antar suporter bisa terjalin selamanya. Salam Damai dalam Bhinneka Tunggal Ika.. Inilah Indonesia. Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA..!!!!!!!!!!

Selasa, 15 Februari 2011

Mari Buktikan Bonek Laskar Dewata Cinta Damai..!!!!!!!


Partai besar dan seru bakal berlangsung di Stadion Dipta.Sebuah laga bergengsi papan atas di lanjutan Liga Primer Indonesia akan terjadi di hadapan kita. Tuan rumah Bali Devata sebuah klub baru yang langsung menjadi idola pecinta bola bali akan berhadapan dengan Persebaya 1927 sebuah klub legendaris dari kota Surabaya. Persebaya yang dikenal dengan suporter fanatiknya Bonek bahkan dikabarkan akan hadir dengan dukungan 7 ribu - 10 ribu Bonek. Hal ini tentu saja akan membuat "JENGAH" Suporter Bali Devata yang tergabung dalam wadah Suporter Laskar Dewata.Laga ini dipastikan berlangsung seru bagaimana tidak Persebaya sendiri diperkuat striker berdarah Bali yaitu I Made Wirahadi yang sudah mencetak 4 Gol sepanjang bergulirnya LPI. Hal ini tentu saja menarik perhatian krama Bali untuk menyaksikan kehebatan pemain asal Bali tersebut.
Dan Semoga laga ini menghadirkan permainan yang sportif dari kedua belah pihak dan juga para suporter fanatik kedua belah pihak dapat memberikan dukungan secara maksimal namun tetap dengan susana damai. Sehingga tujuan digelarnya LPI ini dapat terwujud yakni menghadirkan laga yang berkualitas dari klub yang profesional dan Suporter Fanatik yang tetap damai apaun hasil dari Laga ini. Kalah menang subo biaso yang penting tampil maksimal. Smoga Laskar Dewata dan Bonek bisa menjadi contoh baik persahabatan antar suporter di Indonesia. MARI BUKTIKAN BONEK LASKAR DEWATA CINTA DAMAI...!!!!!Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA..!!!!!!!!!!

Selasa, 08 Februari 2011

Yel Yel Laskar Dewata For Bali Devata



* Bali Devata FC Timnya, Laskar Dewata Suporternya, Stadion Dipta Hombasenya, Puputan Salamnya......!!!!!!!! Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA..!!!!!!!!!!  



Kami Ini Laskar Dewata...
Kami Dukung Bali Devata...
Di manapun berada kami selalu ada.....
Karena kami Laskar Dewata....
Kami Ini Laskar Dewata...
Kami Dukung Bali Devata...
Sing Kene Sing Keto Jeg selalu PUPUTAN.....
Karena kami Laskar Dewata....
Yo ayo Dukung Bali Devata...
Yo Ayo Naga Banda Berjaya....
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh...
Nagaku harus maju..kalahkan lawan lawanmu...!!!

Kunjungi Fanspagenya di http://www.facebook.com/pages/Semeton-Bali-Devata-FC-Laskar-Dewata-/180812225274644

Senin, 31 Januari 2011

Laskar Dewata & Stadion Dipta For Bali Devata FC


Sempurna itulah kata yang tepat untuk Bali Devata FC setelah 3x pertandingan yang dilakoni. 2x menang tandang dan 1x menang kandang tanpa kebobolan sekalipun dan sekarang bertengger di di peringkat 2 klasmen sementara Liga Primer Indonesia dan hanya kalah selisih goal dari pemuncak klasmen sementara Persebaya 1927 yang diperkuat penyerang asal Bali I Made Wirahadi. perfomance Bali Devata pantas kita ancungi jempol 2x kemenangan tandang merupakan prestasi yang luar biasa dan merupakan sejarah baru persepakbolaan Bali. Bagaimana tidak bermain di luar kandang yang nan jauh di sana saja Bali Devata bisa menjungkalkan lawannya tanpa kebobolan sekalipun. Kuatnya pertahanan dibarengi dengan dengan kejelian dalam memanfaatkan  sekecil apapun untuk menjadi goal adalah perpaduan yang luar biasa. namun perlu diingat dan diwaspadai agar kita jangan dulu takabur karena perjalanan menuju tangga juara masih masih panjang.
Banyaknya Fanspage Bali Devata di jejaring sosial juga mengisyaratkan besarnya animo masyarakat untuk mendukung eksistensi Bali Devata. Kami juga membuat Fanspage yang beralamat di  http://www.facebook.com/pages/Semeton-Bali-Devata-FC-Laskar-Dewata-/180812225274644 yang bertujuan untuk menampung aspirasi Masyarakat pecinta bola khususnya Laskar Dewata agar selalu mendapatkan info-info terkini tentang Bali Devata FC dan juga Info tentang Persepakbolaan lainnya. Semoga bermaanfaat bagi kita semua.
Pertandingan kandang perdanapun masih menyisakan banyak cerita unik, yaitu untuk pertamakalinya Stadion Dipta dipenuhi penonton lebih dari 18000 orang dan menurut Ketua LKJ, ini merupakan suatu rekor tersendiri bagi Dipta. Dan Kita yakin kalau Laskar Dewata pasti akan mampu memenuhi Stadion Dipta pada tanggal 6 Februari saat laga kandang melawan Jakarta 1928 dan laga kandang berikutnya. Kita akan tunjukkan kepada tim Ibu Kota kalo Bali pun punya suporter yang Fanatik, Kreatif namun tidak Anarkis. Dan kita semua berharap agar Stadion Dipta menjadi HomeBase tetap dari Bali Devata FC. Karena Stadion Dipta jelas satu satunya Stadion yang mampu menampung seluruh anggota suporter Laskar Dewata yang berasal dari seluruh penjuru Bali. Kita bentangkan spanduk dan nyanyikan yel yel agar menjadikan Dipta sebagai Home Base tetap Bali Devata..dan semoga Bali Devata Mampu mencapai prestasi tertinggi yaitu menjadi Juara Liga Primer Indonesia. Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA..!!!!!!!!!!

Senin, 24 Januari 2011

Laskar Dewata


Wadah suporter dari Bali Devata Football Club. Belum dilaunching secara resmi, semoga saja cepat diresmikan dan pihak klub bersedia memfasilitasi. Laskar Dewata terdiri dari gabungan LKJ, LCM, Lanata dan kelompok suporter seluruh Bali. Kemarin ketika pertandingan Bali devata FC vs Manado United yang berakhir dengan kemenangan Bali Devata, Semeton Laskar Dewata yang hadir sekitar 18 ribuan orang dan saya yakin jika ini sudah dilaunching secara resmi jumlah Laskar Dewata yang hadir pasti lebih banyak lagi. Adanya tribun yang kosong di bagian utara stadion itu disebabkan oleh kurangnya promosi tentang pertandingan. sehingga banyak semeton yang tidak tahu kalau hari itu ada pertandingan bola tingkat nasional. semoga kedepannya promosi semakin gencar dan juga mohon bantuan semeton yang suka online agar ikut mempromosikan Laga laga yang akan di jalani klub kebanggaan masyarakat Bali.
Laskar Dewata yang hadir kemarin juga menggunakan kaos suporter yang mayoritas menggunakan tiga warna yaitu Merah, Putih dan Hitam. antusiasme semeton Laskar Dewata juga ditunjukkan dengan membawa spanduk bendera dan pernak pernik lainnya. ada juga yang baru membeli di areal stadion. Belum ada atribut resmi untuk warna kostum suporter. Namun menurut pernyataan Pak Roso Daras yang saya kutip di blog resminya "Hingga saat ini, belum. Segala sesuatu terkait aksesoris klub, masih dalam tahap rancangan dan pembuatan."
Tentang penggunaan Stadion Dipta juga masih dalam tahap perundingan. Menurut berita  pihak Bali Devata baru mendapat ijin 2 kali pertandingan di Stadion Dipta. Semoga stadion dipta bisa menjadi Home Base permanen, karena dibandingkan dengan stadion Ngurah Rai, Stadion dipta lebih banyak memiliki keunggulan diantaranya :

* Kapasitas penonton yang bisa mencapai 50ribu orang, jauh lebih banyak dari pada stadion Ngurah Rai yang hanya mampu menampung 12ribu orang.

* Areal parkir yang lebih luas.
* Letaknya yang berada
* Menonton lebih nyaman
* Tidak Macet
Dll


Kemarin jumlah penonton yang hadir sekitar 18ribu dan kemungkinan besar partai berikutnya penontonnya lebih banyak...sehingga stadion Ngurah Rai tak mungkin menampung seluruh penonton yang hadir. Jadi menurut saya Stadion Dipta sebagai pilihan yg terbaik. Semoga hal ini menjadi pertimbangan. Namun ini semua kembali ke pihak klub semoga segera menemui kesepakatan dengan pemkab Gianyar.
Sing Kene Sing Keto Jeg PUPUTAN.......!!!!!!!!!! Because We Are LASKAR DEWATA

NB : Kunjungi juga http://www.facebook.com/pages/Semeton-Bali-Devata-FC-Laskar-Dewata-/180812225274644

Minggu, 16 Januari 2011

Semeton Bali Devata FC ( Laskar Dewata )

Bali Devata seperti mengembalikan secercah harapan masyarakat Bali yang telah lama haus akan hiburan sepakbola. Disambut antusias para tokoh maupun seluruh masyarakat pecinta bola yang seakan kembali menemukan gairah hidupnya yang telah lama terkubur. Klub ini terwujud karena terbentuknya Liga Primer Indonesia (LPI) yang bertujuan untuk membentuk suatu kompetisi yang diikuti oleh klub-klub yang dikelola secara profesional tanpa menggrogoti dana APBD. walaupun ditentang keras oleh PSSI, LPI mendapat sambutan yang antusias dari sebagian besar masyarakat pecinta bola yang sudah muak dengan politisasi sepakbola.

Hal ini tentu saja membawa angin segar bagi masyarakat dan pecinta bola di Bali. Tenggelamnya beberapa klub sepakbola kebanggaan terobati dengan lahirnya klub sepakbola baru, yang dikenal dengan sebutan Bali Devata. Bali memiliki sejarah bola yang lumayan mentereng di kancah nasional. Nama besar pesepakbola Rae Bawa dan Putu Yasa sudah lama tenggelam. Klub sepakbola di Pulau Dewata yang pernah menjadi kebanggaan masyarakatnya, seperti Gelora Dewata, Perseden, dan Persegi pun telah tenggelam.

"Bersamaan dengan tenggelamnya pesepakbola dan klub-klub yang pernah membawa nama Bali di pentas nasional tenggelam pula jagat bola di Bali. Masyarakat Bali bermimpi tentang lahirnya sebuah klub sepak bola yang bisa membawa Bali di pentas liga nasional," kata CEO Bali Devata Roso Daras di sela-sela peluncuran klub sepakbola ini di Stadium Cafe, Sanur, Denpasar, Rabu (5/1/2011).
Asa itu pun muncul di 2010, ketika LPI digagas. Bali yang memiliki sejarah sepakbola namun telah surut berusaha untuk ikut terlibat dalam ajang ini. "Bali menjadi salah satu daerah yang wajib ikut. Sejak itu persiapan membentuk klub dirancang," ujar Roso.

Sejak itulah, penggila bola dan masyarakat Bali merancang klub yang bisa berkiprah di sebuah liga yang dikelola secara profesional di pentas nasional. Bali Devata
didirikan oleh tim yang terdiri dari Arya Abhiseka, Yon Moeis (LPI Pusat) dan I Made Raymond, penggila bola Bali. Konsorsium LPI kemudian yang menugaskan Roso Daras sebagai CEO pertama yang memimpin klub yang bernaung di bawah badan usaha PT Bali Dewata United.

Bali Devata telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat Bali. Peluncurannya mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Bali. Peluncuran itu dihadiri oleh beberapa kepala daerah, seperti Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Bangli Made Gianyar, Wakil Bupati Badung Ketut Sudikerta, Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara, dan anggota DPR RI asal Bali Gede Pasek Suardika.

Bali Devata mengusung maskot Naga Banda, sebuah simbol keagungan dan keistimewaan. Secara filosofi, maskot Naga Banda mencengkeram bola dalam lingkaran Tridatu memiliki makna Bali Devata diharapkan membawa spirit Tridatu. Bijaksana (Satwam) yang dalam bahasa olah araga disebut sportif, energi (Rajah) dan kompak bersatu (Tamah) menuju puncak prestasi (keagungan). "Target kita adalah menjadi juara LPI," kata Roso.

Klub yang bermaskot Naga Banda sambil mencengkeram bola ini masih bermaterikan 18 orang pemain yang didominasi pemain lokal dan dua legiun asing yang telah resmi
bergabung. Selama LPI bergulir, Bali Devata akan bermarkas di Stadion Ngurah Rai, Denpasar. Sedangkan, stadion Kapten Dipta akan menjadi lapangan alternatif. Stadion Ngurah Rai akan segera diperbaiki sehingga bisa digunakan untuk laga tandang pada awal Februari.

"Kita sangat siap 99 persen. Penggunaan stadion Ngurah Rai sebagai base akan disepakati setelah penandatangan MoU dengan Pemerintah Bali.. Kita akan merenovasi lapangan, kamar ganti, dan tribun. Semua biaya ditanggung LPI. Kita mendapatkan hak pakai," kata Roso.

Bali Devata dibesut oleh pelatih asal Belanda, Willy Scheepers. Ia pernah menjadi pemain di Liga Belanda PSV Eindhoven. Sebelum melatih Bali Devata, ia pernah berkarier sebagai pelatih sebuah klub di Jerman, Swiss, dan Yunani.

Profil Bali Devata
CEO : Roso Daras
Team Manager : I Made Raymond
Ass. Team Mgr : Ryan Ishkak
Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)
Julukan : Laskar Dewata
Stadion : Ngurah Rai & Dipta Gianyar
Berdiri : 10 November 2010


Dan pada tanggal 16 januari 2011 Bali Devata menjalani laga perdana di kandang Real Mataram. Dan dengan Semangat, Usaha dan Doa  Tim Bali Devata memanfaatkan dengan maksimal keuntungan suprlus pemain saat melawat ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (16/1), menghadapi tuan rumah Real Mataram dalam laga perdana Liga Primer Indonesia (LPI) 2010. Gol... tunggal lewat sundulan Ketut Mahendra delapan menit setelah babak kedua bergulir mengantarkan kemenangan 1-0 bagi Bali Devata.
Keberhasilan Bali Devata mencuri poin maksimal di kandang lawan tak terlepas dari dikeluarkannya pemain Real Mataram Ali Markus yang menerima kartu kuning kedua alias kartu merah ketika babak pertama berusia 35 menit. Setelah tertinggal, tuan rumah yang defisit pemain mencoba menekan pertahanan Bali Devata. Namun, lemahnya kreasi peluang dan penyelesaian akhir membuat usaha Real Mataram kandas. Skor 1-0 untuk Bali Devata bertahan sampai bubaran.


Namun jangan berpuas dulu, karena menurut catatan pelatih, masih banyak kekurangan yang harus perlu dibenahi, seperti masalah stamina, penyelesaian akhir, kerjasama lini tengah dan belakang yg belum begitu padu. Ya apapun itu kita patut bersyukur karena pada laga perdana dan bahkan di laga tandang ini kita mampu merebut poin penuh. Dan semoga hal ini berlanjut di partai selanjutnya yang diadakan di Home Base di stadion Dipta Gianyar pada tanggal 23 januari nanti. mari KETOG SEMPRONG penuhi Stadion Dipta untuk memberi dukungan penuh ke Bali Devata FC untuk meretas mimpi masyarakat Bali.
SALAM PUPUTAN...!!!!!! http://www.facebook.com/profile.php?id=100001721977084#!/pages/Semeton-Bali-Devata-FC-Laskar-Dewata-/180812225274644
Sumber : Dari berbagai sumber dan catatan yg didaur ulang.