OM SWASTIASTU
Semangat Membara Berjiwa Pemenang
Laskar Dewata
BRIGAZ LASKAR DEWATA
Mari Bergabung Bersama Kami
Sekehe Demen BRIGAZ Mendukung Bali Devata
Semangat Puputan
Akan Kembali Menggelora Di Stadion Dipta
TIMNAS MERAH PUTIH
Apapun yang terjadi Merah Putih tetap harus berkibar di langit yang biru
Tampilkan postingan dengan label GMI-Note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GMI-Note. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 November 2012
Jumat, 26 Oktober 2012
GMI182 Jadi PekenBaliOnline
Akhirnya hari ini 26 Oktober 2012 GMI182.blogspot.com resmi saya rubah namanya menjadi PekenBaliOnline.blogspot.com karena keinginan untuk mengembangkan web ini sebagai tempat jual beli dan dengan mencantumkan bahasa bali dalam judul sehingga tetep ingat leluhur. Semoga blog ini makin bermanfaat n selalu update dan berbagi. (GMI)
Selasa, 02 Oktober 2012
Warkop Di OVJkan

Waktu itu lagi nonton ILC yang lagi ngebahas masalah tawuran..n gak sengaja tombol remote kepencet ke channel trans7, tiba tiba ada adegan Indro lagi dikeroyok pocong..tak kira ini lagi ada film jadul Warkop diputer..jadi langsung ketawa yg memang lucunya gak habis ditelan jaman. eh ternyata itu cuma potongan adegan warkop yg akan disketsakan di OVJ..haha pasti bakalan kocak banget nih... Disitu telah duduk Indro sebagai tamu kehormatan duduk disamping parto.
Hahhaa keluarlah si Desta yg kata Sule dia itu baru wayang magang yang sedang memerankan tokoh Dono atau Slamet anak Juragan tembakau paling kaya di daerahnya...sementara Sule keluar dengan jiketnya Indro..tapi malah lebih mirip ke Kasino dan langsung saja tukeran peran sama si Andre yg kental logat Banyumasnya...Sementara si Azis gagap berusaha keras menjiwai tokoh Nanu dengan logat Bataknya yang kental dalam Film pertama Warkop Prambors yang berjudul "Mana Tahan"..di sini Nunung berperan sebagai Elvi sukaesih yg berperan sebagai pembantu di kos2an tsb.
Dialog2 kocak Kasino di utarakan terus oleh sule..seperti kata Gila Lu Ndro, uka Gebeng Kecoak Buntung dll..yang tentu saja membuat Ma Indro ketawa seperti melihat jiwa teman2 seperjuangannya dulu hadir lagi di atas panggung OVJ. Semoga ke depan akan ada lagi pelawak2 cerdas dan melegenda seperti warkop.
Minggu, 13 Mei 2012
Berjuang Sampai Peluit Akhir
Sebuah pelajaran dari laga pamungkas Liga Inggris antara City vs QPR
dimana perjauangan takkan berhenti sampai peluit akhir. "Kami sangat bagus di kandang sepanjang musim tapi di babak kedua kami
tidak bisa menembus pertahahan QPR. Apakah saya menyerah? Tidak, aku
tidak pernah berhenti percaya," Vincent Kompany kapten Manchester City. Lakukan
semaksimal mungkin sekecil apapun celah itu...hanya kiamat yg mampu
menghentikan kita. Salam Puputan
Sabtu, 12 Mei 2012
Guztra Menjemput Impian
Menjemput impian sebuah kalimat yang baru aku denger dari komunitas yang aku geluti beberapa hari belakangan ini. Kenapa menjemput, karena sudah ada...tapi kalau belum ada bagaimana baiknya apakah digapai terlebih dahulu baru dijemput kemudian...???? Hahaha ya sudahlah yang penting sekarang aku harus melakukan apa yang aku jalani semaksimal mungkin, walau mungkin aku kurang berbakat dalam bidang ini tapi teringat pada sebuah pepatah yang mengatakan "Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang" so cintailah pekerjaanmu saat ini berusahalah semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik namun selalu ingat lakukan dengan gembira.
Saat ini aku diriku saya sedang menggeluti dua buah bidang bisnis yang mungkin serupa tapi tak sama yaitu Sunlife n Oriflame...satunya asuransi satunya mlm..2 macam bidang yang mungkin sebagian banyak orsang adalah pilihan terakhir bagi para penganggur orang-orang yang gak punya pekerjaan....Namun bagiku 2 buah pekerjaan ini adalah 2 bidang pekerjaan yang penuh tantangan hanya pantas bagi orang-orang yang memiliki mental baja dan semangat pantang menyerah dan tentu saja ketekunan dan nyali..karena dalam menjalani kedua bidang ini kita kan menghadapi berbagai macam bentuk penolakan dan bahkan penghinaan. Namun dibalik semua itu akan kita temukan sebongkah berlian lambang kesuksesan. Percaya atau tidak inilah faktanya dibisnis ini aku menemukan kebebasan waktu dan penghasilan yang meningkat setiap bulannya yg tak mungkin aku temukan di bidang kerja konvensional apo adane to. Penolakan sudah biasa aku hadapi karena "Terkadang, penolakan adalah wujud perlindungan Tuhan kepada kita untuk hal yang lebih baik di hari depan", Teringat akan hukum pareto yang mengatakan diantara 10 orang yang kita temui mungkin hanya satu orang yang akan mau mengikuti jejak kita so mari Bermimpi Percaya dan Wujudkan(nyontek kata-katanya Agnes) semoga Tuhan merestui jalan kita ini. Maaf tulisannya ngalor ngidul sing karuan entek tapi inilah aku sekarang karena aku bukanlah intelektual karena "Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yang berbicara tentang buku yang ditulis orang lain". Saatnya Guztra Menjemput Impian
Saat ini aku diriku saya sedang menggeluti dua buah bidang bisnis yang mungkin serupa tapi tak sama yaitu Sunlife n Oriflame...satunya asuransi satunya mlm..2 macam bidang yang mungkin sebagian banyak orsang adalah pilihan terakhir bagi para penganggur orang-orang yang gak punya pekerjaan....Namun bagiku 2 buah pekerjaan ini adalah 2 bidang pekerjaan yang penuh tantangan hanya pantas bagi orang-orang yang memiliki mental baja dan semangat pantang menyerah dan tentu saja ketekunan dan nyali..karena dalam menjalani kedua bidang ini kita kan menghadapi berbagai macam bentuk penolakan dan bahkan penghinaan. Namun dibalik semua itu akan kita temukan sebongkah berlian lambang kesuksesan. Percaya atau tidak inilah faktanya dibisnis ini aku menemukan kebebasan waktu dan penghasilan yang meningkat setiap bulannya yg tak mungkin aku temukan di bidang kerja konvensional apo adane to. Penolakan sudah biasa aku hadapi karena "Terkadang, penolakan adalah wujud perlindungan Tuhan kepada kita untuk hal yang lebih baik di hari depan", Teringat akan hukum pareto yang mengatakan diantara 10 orang yang kita temui mungkin hanya satu orang yang akan mau mengikuti jejak kita so mari Bermimpi Percaya dan Wujudkan(nyontek kata-katanya Agnes) semoga Tuhan merestui jalan kita ini. Maaf tulisannya ngalor ngidul sing karuan entek tapi inilah aku sekarang karena aku bukanlah intelektual karena "Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yang berbicara tentang buku yang ditulis orang lain". Saatnya Guztra Menjemput Impian
Rabu, 25 April 2012
Disiplin Kunci Sukses (Barcelona vs Chelsea)
Gak ada yang gak mungkin, mungkin itu yang ada dibenak pelatih berkebangsaan Italia Roberto Di Matteo ketika harus bertandang ke CampNou kandangnya tim Catalan yang disebut klub terbaik dunia yang diperkuat Messi pesepakbola dari planet lain. Disiplin membuat semuanya menjadi mungkin....!!!Ketika semua orang menjagokan Barcelona bahkan dibursa taruhanpun Chelsea dipoor 1 sampai poor 3 pun ada. Ketika Roberto Di Matteo dicemooh banyak orang karena mengitaliakan gaya bermain Chelsea demi kemenangan...dia tak pedulikan kata-kata orang yang mencemoohnya dan mencibirnya dia tetap fokus pada tujuan awalnya ya itu demi sebuah kemenangan..Buat apa menang statistik tapi kalah, buat apa menguasai permainan dan menguasai bola sepanjang permainan tapi harus kalah dan menangis..???Roberto Di Matteo memberi kita pelajaran bahwa seberapapun lawan atau masalah yang kita hadapi kita harus tetap fokus pada tujuan awal kita dengan menerapkan disiplin dan keyakinan yang kuat kita pasti bisa melewatinya. dan itu terbukti pada laga Leg ke dua di kandang Barcelona ketika Chelsea tertinggal 0-1 ketika sang Kapten diusir keluar dan Barcelona menambah Goal lagi, Roberto Di Matteo tidak panik dia tetap fokus dengan disiplin dan tujuan awal dan akhirnya membuahkan 2 goal dipenghujung babak pertama dan diakhir laga. Dan diapun sukses menghancurkan raksasa yang dalam mimpipun mustahil dikalahkan hanya dengan 10 pemain.
Tetaplah fokus pada tujuan yang telah ditetapkan dan terapkan disiplin agar semua menjadi mungkin. Salam Puputan Pasti Sukses.
Rabu, 18 April 2012
Bermimpi, Percaya dan Wujudkan
Judul diatas mungkin ga ada sangkut pautnya dengan susunan huruf yang kuketik saat ini...namun kata-kata itu keluar dari mulut seorang gadis cantik idolaku Agnes Monica sangat terngiang di telingaku akhir akhir ini...April Bulan ini banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku...Dari kunjungan ke RSCM sampai nonton topeng monyet eak mungkin kutuliskan disini..dan tdi pelataran parkir citra raya tanggerang dan banyak hal yang tentu saja yang mengejutkan adalah beberapa orang gadis yang pernah singgah di hatiku melepaskan masa lajangnya dibulan ini...wooouw senang atau sedih tak taulah aku..tapi yang pasti hidup ini harus terus berjalan dimana dibulan ini pula aku mengenal banyak dunia wanita setelah keikutsertaanku dibisnis Oriflame atas ajakan seorang teman FB yang hanya kukenal bertahun lamanya hanya lewat FB...aku mulai dengan santai enjoy berkat dukungan mereka dan tentunya keluarga yang selalu ada saat aku jatuh dan mendorongku untuk bangkit lagi.
Di bulan ini pulalah aku menemukan pujaan hatiku yang selama ini kucari. yang astungkara akan menjadi pelabuhan terakhir hatiku ini. Kulalui hari hari bersamanya aku merasakan kesederhanaan dan kesahajaan seorang gadis dan kasih sayang yang berbeda darinya..dia tak pernah menuntut apa apa dariku...cintanya begitu tulus walau sangat berat perjuangan mendapatkannya dan akhirnya aku mampu meluluhkan hatinya. Beriringan dengan itu akupun mendapatkan hal yang luar biasa dikantorku Sunlife Financial yang sudah beberapa tahun ini akau mencari nafkah disana ditemani teman2 yang selalu memberikan support yang luar biasa. Dan aku bertekad untuk melakukan yang terbaik dan terus berusaha meningkatkan kinerja dan selalu bertumbuh agar bisa menjadi yang terbaik dalam segala hal..mungkin itu hanya mimpi namun aku percaya aku akan mampu mewujudkannya denga usaha dan doa yang tak pernah lelah dan putus asa.
Kegiatan bulan inipun semakin padat dengan mulai aktifnya BRIGAZ dan bergeliatnya kegiatan mulai dari pembuatan spanduk pencarian dana latihan futsal. Namun kujalani dengan ceria karena disini ditempat ini bersama mereka aku menemukan kenikmatan tersendiri. Semoga kedepan semua ini bisa berjalan beriringan dan indah pada waktunya..Astungkara
(It's Magic Just Klik UANG )
Di bulan ini pulalah aku menemukan pujaan hatiku yang selama ini kucari. yang astungkara akan menjadi pelabuhan terakhir hatiku ini. Kulalui hari hari bersamanya aku merasakan kesederhanaan dan kesahajaan seorang gadis dan kasih sayang yang berbeda darinya..dia tak pernah menuntut apa apa dariku...cintanya begitu tulus walau sangat berat perjuangan mendapatkannya dan akhirnya aku mampu meluluhkan hatinya. Beriringan dengan itu akupun mendapatkan hal yang luar biasa dikantorku Sunlife Financial yang sudah beberapa tahun ini akau mencari nafkah disana ditemani teman2 yang selalu memberikan support yang luar biasa. Dan aku bertekad untuk melakukan yang terbaik dan terus berusaha meningkatkan kinerja dan selalu bertumbuh agar bisa menjadi yang terbaik dalam segala hal..mungkin itu hanya mimpi namun aku percaya aku akan mampu mewujudkannya denga usaha dan doa yang tak pernah lelah dan putus asa.
Kegiatan bulan inipun semakin padat dengan mulai aktifnya BRIGAZ dan bergeliatnya kegiatan mulai dari pembuatan spanduk pencarian dana latihan futsal. Namun kujalani dengan ceria karena disini ditempat ini bersama mereka aku menemukan kenikmatan tersendiri. Semoga kedepan semua ini bisa berjalan beriringan dan indah pada waktunya..Astungkara
(It's Magic Just Klik UANG )
Sabtu, 14 April 2012
April Bulan Penuh Rejeki
Malam 23.30 pesawat mendarat di landasan soekarno hatta di iringi senyum
si anggun, pramugari cantik berok panjang dengan belahan sampai pangkal
paha yg cukup mampu menghilangkan rasa kantukku...sampai juga di
bandara yg dipenuhi gambar gambar klub bola favoriteku inter milan
kusempatkan foto foto didepan gambar sebelum mbak risna iparku datang
menjemput ngobrol bentar langsung menuju ke parkiran disana sudah
menunngu masadek america..dengan gaya khasnya. Langsung tancap gas
menuju citra raya boulevard kayak lagunya green day aja hahaa..kecepatan
100km diiringi obrolan ringan tak terasa sudah sampai di rumah kakak yg
mungil tp penuh teknologi..maklum kakakku orang jenius assisten manajer
termuda di perusahaannya. Malam itu pun langsung ngobrol n kangen2an ditemani teh hangat dan kerupuk celeng spesial hehe.
Rabu, 15 Juni 2011
Ikut Lomba Foto di GUBRAK INDONESIA

MINTA JEMPOLNYA YA,
CARANYA KLIK LINK INI TRUS LIKE FOTONYA
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=226803823997698&set=a.226803017331112.68691.100000042472960&type=1&theater
please dilike ya, trims sebelumnya
Kamis, 17 Februari 2011
The Spirit of Poleng
Poleng sebuah warna yang sangat identik dengan Bali. Poleng bukan sekedar warna, namun memiliki arti dan filosofi yang mendalam. Oleh sebab itu banyak sekali kita temukan warna poleng di berbagai kegiatan budaya di Bali. Karena Poleng merupakan suatu identitas bagi orang Bali dan sampai sekarang warna ini melekat dalam simbol-simbol budaya Bali. Bahkan dalam dunia persepak bolaan di Bali pun identik dengan warna poleng. Hal ini saya lihat sendiri saat laga kandang Bali Devata, Suporter yang tidak punya kostum suporter memakai kain poleng sebagai ikat kepala dan ada juga yang mengecat tubuhnya dengan warna poleng tridatu. Ketika saya tanya mereka jawab dengan tegas " Yen Sing Poleng sing Bali". Mereka secara sadar ataupun tidak telah ikut menjaga dan melestarikan simbol-simbol budaya para leluhurnya.
Dalam kehidupan orang Bali sebenarnya dikenal ada tiga macam warna Poleng. Yang pertama, Warna poleng ”Hitam dan Putih” seperti warna papan catur ini disebut dengan Poleng ”Rwa Bhineda”. Warna Poleng ini terdiri dari warna hitam dan putih yang merupakan simbolik dari Dharma dan Adharma, atau unsur positif dan unsur negatif.
Poleng yang kedua adalah perpaduan warna antara warna Hitam, warna Abu-abu, dan warna Putih. Warna Poleng ini disebut dengan ”Poleng Sudhamala”. Makna yang terkandung didalamnya yaitu warna Hitam merupakan simbol dari Adharma/ unsur negatif, warna putih merupakan simbol dari Dharma/ unsur positif. Sedangkan warna abu-abu ini merupakan sebagai warna penyelaras dari makna Dharma/ unsur Positif (Warna Putih) dan Adharma/ unsur negatif (warna Hitam).
Warna Poleng yang ketiga adalah ”Poleng Tridatu”, yaitu : kombinasi perpaduan dari tiga warna yaitu : Warna Merah, Warna Hitam dan Warna Putih. Warna Merah dalam ”Tridatu” ini merupakan lambang dari Rajas, sifat energik. Warna hitam dalam Tridatu ini melambangkan Tamas, atau sifat malas dan Warna Putih simbol dari Satwam yaitu kebijaksanaan atau kebaikan. Adapula yang memaknai Warna tridatu ini sebagai perlambang penyatuan dari Tri Murti yang mana warna Merah merupakan simbolik dari Dewa Brahma, Warna Hitam simbolik dari Dewa Wisnu dan Putih merupakan simbolik dari Dewa Siwa.
Warna Poleng secara umum pada masyarakat Hindu Bali biasa kita bisa lihat dan dipergunakan pada pakaian Para Pecalang, pada Kul kul (kentongan), patung-patung Penjaga Pintu Gerbang, atau juga biasanya dipakai oleh para Balian. Kesemuanya itu tadi merupakan perlambang dari Penjaga.
Oke deh, demikian sedikit ulasan tentang filosofi poleng yang saya dapet dari http://www.sujanatanahlot.com.
Semoga poleng tidak hanya sekedar menjadi atribut orang Bali, tetapi menjadi spirit bagi kita semua agar bisa menjadi manusia Bali yang lebih baik lagi. Dan semoga Poleng bisa menjaga diri kita semua dari pikiran-pikiran yang tidak baik. Salam Rahayu sareng sami, Suksma.
Selasa, 15 Februari 2011
Pidato Bung Karno : Negara Pancasila
Kenapa Indonesia tidak dibentuk sebagai Negara Agama, tapi dibentuk sebagai Negara berlandaskan Pancasila, Negara yang menghormati keragaman budaya dan agama. Negara sebagai rumah besar bersama tidak ada mayoritas dan minoritas : MAKA BACALAH PIDATO BUNG KARNO INI....anda akan mengerti kesadaran jenis apa yang dimiliki para pendiri ba...ngsa Indonesia.
Pidato Bung Karno : Negara Pancasila
Terbanglah kapal udaraku datang di daerah Aceh. Rakyat Aceh menyambut kedatangan Presiden, rakayat beragama Islam. Terbang lagi kapal udaraku, turun di Siborong-borong darah Batak. Rakyat Batak menyambut dengan gegap-gempita kedatangan Republik Indonesia, agamanya Kristen.
Terbang lagi, Saudara-saudara, dekat Sibolga, agama Kristen. Terbang lagi ke Selatan ke Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan, agama Islam. Demikianlah pulau di Jawa, kebanyakan beragama Islam, disana Kristen, disini Kristen. Terang lagi kapal udaraku ke Banjarmasin, kebanyakan Islam. Tetapi di Banjarmasin itu aku bertemu utusan-utusan dari suku Dayak, Saudara-saudara. Malahan di Samarinda aku berjumpa dengan utusan-utusan, bahwa rakyat Dayak yang sembilan hari sembilan malam turun dari gunung-gunung untuk menjumpai Presiden Republik Indonesia. Mereka tidak beragama Islam, tetapi beragama agamanya sendiri.
Aku ber-ibu orang Bali. Idayu Nyoman Rai nama Ibuku. Malahan jikalau aku beristirahat di Tampaksiring, desa kecil di Bali, rakyat Bali menyebut aku, kecuali Bung Karno, Bapak Karno, menyebut aku, Ida Bagus Made Karno. Aku melihat masyarakat Bali yang dua juta manusia itu beragama Hindu-Bali. Di Singaraja ada masyarakat Islam sedikit. Di Denpasar ada masyarakat Islam sedikit. Terbang lagi kapal udaraku ke Sumbawa, Islam. Terbang kapal udaraku ke Flores, pulau dimana aku dulu di internir rakyat Flores kenal akan Bung Karno, Bung Karno kenal akan rakyat Flores, sebagian besar rakyat Flores itu beragama Roma Katolik (Kristen). Terbang lagi kapal udaraku ke Timor, sebagian besar rakyatnya Kristen Protestan. Terbang lagi kapal udaraku ke Ambon, Kristen. Sekitar Ambon itu adalah masyarakat Kristren. Terbang lagi ke Utara ke Ternate, Islam di Ternate. Dari Ternate terbang ke Manado. Minahasa sekelilingnya Kristen, ke Selatan Makasar, Islam. Di Tengah Sulawesi, Toraja sebagian besar Kristen, sebagian belum beragama.
Benar apa tidak perkataanku, Saudara-saudara, bahwa Bangsa Indonesia adalah beraneka agama? Demikian pula aku berkata, bahwa bangsa Indonesia ini beraneka adat-istiadat, beraneka suku pula. Beraneka suku, beraneka agama, beraneka adat-istiadat. Ini yang menjadi pikiran Bapak berpuluh-puluh tahun.
Sebelum kita memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 angustus 1945, aku ingin bersama-sama dengan pejuang lain membentuk satu wadah. Wadah yang bernama Negara. Wadah untuk masyarakat, bagi masyarakat yang beraneka agama, beraneka suku, beraneka adat-istiadat!
Aku ingin membentuk satu wadah yang tidak retak, yang utuh, yang mau menerima semua masyarakat Indonesia yang beraneka itu dan yang masyarakat Indonesia mau duduk pula di dalamnya, yang diterima oleh Saudara-saudara beragama Islam, yang beragama Kristen Katholik, yang beragama Kristen Protestan, yang beragama Hindu-Bali, dan oleh Saudara-saudara yang beragama lain, yang bisa diterima oleh Saudara-saudara yang adat-istiadatnya begitu, dan yang bias diterima oleh sekalian Saudara.
Aku tidak mencipta Pancasila, Saudara-saudara. Sebab sesuatu dasar Negara ciptaan tidak akan bertahan lama. Ini adalah suatu ajaran yang dari mula-mulanya ku pegang teguh. Jikalau engkau hendak mengadakan dasar untuk sesuatu Negara, dasar untuk sesuatu wadah, jangan bikin sendiri, jangan anggit sendiri, jangan karang sendiri.
Selamilah sedalam-dalamnya lautan daripada sejarah! Gali sedalam-dalamnya bumi dari pada Sejarah!
Aku melihat masyarakat Indonesia, sejarah rakyat Indonesia. Dan aku menggali lima mutiara yang terbenam di dalamnya, yang tadinya lima mutiara itu cemerlang tetapi karena oleh penjajahan asing yang 350 tahun lamanya, terbenam kembali di dalam bumi bangsa Indonesia ini.
Aku oleh sekolah tingggi Universitas Gajah Mada di anugerahi titel Doctor Honoris (title Doctor Kehormatan) dalam ilmu ketatanegaraan. Tatkala promotor Prof. Mr. Notonagoro mengucapkan pidatonya pada ucapan pemberian title Doctor Honoris Causa, pada waktu itu beliau berkata: “Saudara Soekarno kami menghadiahkan kepada saudara title kehormatan Docotor Honoris Causa dalam ilmu ketatatanegaraan, oleh karena saudara pencipta Pancasila.”
Di dalam jawaban itu aku berkata: “Dengan terharu aku menerima title Doctor Honoris Causa yang dihadiakan kepadaku oleh Universitas Gajah mada, tetapi aku tolak dengan tegas ucapan Professor Notonagoro, bahwa aku adalah pencipta Pancasila.”
Aku bukan pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku hanya menggali Pancasila daripada buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam didalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya. Aku gali kembali dan aku persembahkan Pancasila ini diatas persada bangsa Indonesia kembali.
Tidaklah benar, Saudara-saudara, bahwa kita sebelum ada Bung Karno, sebelum ada Republik Indonesia, sebenarnya telah mengenal akan Pancasila? Tidaklah benar kita dari dahulu mula telah mengenal Tuhan, hidup didalam alam ketuhanan Yang Maha Esa? Kita dahulu pernah menguraikan ini panjang lebar. Bukan anggitan baru, bukan karangan baru. Tetapi sejak dahulu mula bangsa Indonesia adalah satu bangsa pencipta kepada Ketuhanan. Yah.., kemudian Ketuhanan itu disempurnakan oleh agama-agama. Di sempurnakan oleh Agama Islam, disempurnakan oleh Agama Kristen. Tetapi dari dahulu mula kita adalah satu bangsa yang berketuhanan.
Demikian pula, tidaklah benar bahwa kita ini dari dahulu mula telah cinta kepada Tanah Air dan Bangsa? Hidup didalam alam kebangsaan? Dan bukan saja kebangsaan kecil, tetapi kebangsaan Indonesia. Hai.., Engkau pemuda-pemuda, pernah engkau mendengar nama kerajaan Mataram? Kerjaaan Mataram yang memebuat candi-candi Prambanan, candi Brobuduru? Kerajaan mataram kedua di waktu itu dibawah pimpinan Sultan Agung Hanjokrokusumo? Tahukah suadara-saudara akan arti perkataan Mataram? Jikalau tidak tahu maka aku akan berkata kepadamu “Mataram berarti Ibu”. Masih ada persamaan perkataan Mataram itu, misalnya perkataan Metter di dalam bahasa Jerman, Ibu, Mother dalam bahasa Inggris, Ibu. Moeder dalam bahasa Belanda, Ibu. Mater dalam bahasa Latin, Ibu. Mataram berarti Ibu.
Demikian kita cinta kepada Bangsa dan Tanah Air dari zaman dahulu mula, sehingga negeri kita, negara kita, kita putuskan Mataram.
Rasa kebangsaa, bukan rasa baru bagi kita. Mungkinkah mempunyai kerajaan seperti kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dahulu, jikalau kita tidak mepunyai rasa kebangsaan yang berkobar-kobar di dalam dada kita?
Yaaah.., kata pemimpin besar yang bernama Gajah Mada.Sang Maha Patih Ihino Gajah mada. Benar, kita mempunya pemimpin besar itu. Benar, pemimpin besar itu telah bersumpah satu kali, tidak akan makan kelapa jikalau belum segenap kepulauan indonesia tergabung di dalam satu negara yang besar. Benar, kita mempunyai pemimpin yang besar itu. Tetapi apakah pemimpin ini yang sebenarnya pencipta dari pada kesatuan kerajaan Majapahit? Tidak!
Pemimpin besar sekedar adalah sambungan lidah daripada rasanya rakyat jelata. Tidak ada satu orang pemimpin besar, walaupun besarnya bagaimanapun juga, bisa membentuk negara yang sebesar Majapahit – ialah satu negara yang besar, yang wilayahnya dari Sabang samapai ke Marauke, bahakan samapai ke daerah Philipina sekarang.
Katakanlah Bung Karno pemimpin besar atau pemimpin kecil, pemimpin gurem atau yang bagaimana, tetapi jikalau ada yang berkata: “Bung Karno yang mengadakan Republik Indonesia.“ Tidak Benar!!! Jangan pun satu Soekarno, sepuluh Soekarno, seratus Soekarno, seribu Soekarno tidak akan bisa membentuk negara Republik Indonesia, jikalau segenap rakayat jelata Republik Indonesia tidak berjuang mati-matian!”
Kemerdekaaan adalah hasil dari segenap perjuangan rakyat. Maka itu pula menjadi pikiran Bapak, negara Republik Indonesia ini bukan milik satu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang samapai ke marauke! Perjuangan untuk merebut kemerdekaan ini dijalankan oleh semua bangsa Indonesia.
Aku melihat didalam daerah-daerah yang kukunjungi, dimana pun aku datang, aku melihat Taman-taman Pahlawan. Bukan saja di bagian-bagian yang beragama Islam, tetapi juga di bagian-bagian yang beragama Kristen. Aku melihat Taman-taman Pahlawan dimana-mana. Di sini di Surabaya, pada tanggal 10 november tahun 1945 siapa yang berjuang d sini???
Segenap pemuda-pemudi, kyai, kaum buruh, kaum tani, segenap rakyat Surabaya berjuang dengan tiada perbedaan agama, adat-istiadat, golongan atau suku.
Rasa kebangsaan kita sudah sejak dari zaman dahulu, demikian pula rasa prikemanusiaan. Kita bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa di dalam sejarah dunia, satu-satunya bangsa yang tidak pernah menjajah bangsa lain adalah bangsa Indonesia. Aku tantang orang-orang ahli sejarah yang bisa membuktikan, bahwa bangsa Indonesia pernah menjajah kepada bangsa lain.
Apa sebab? Oleh karena bansa Indonesia diatas dasar perikemanusiaan sejak dari zaman dahulu. Dari zaman Hindu kita sudah mengenal perikemanusiaan. Disempurnakan lagi rasa perikemanusiaan itudengan agama-agama yang kemudian.
Di dalam zaman Hindu kita telah mengenal ucapan: “Tat Twam Asi”. Apa artinya Tat Twam Asi? Tat Twam Asi berarti “Aku adalah dia”, dia adalah aku”. Dia pakai, aku ikut pakai. Dia senang, aku ikut senang. Aku senang, dia ikut senang. Aku sakit, dia ikut sakit. Tat Twam Asi–perikemanusiaan.
Kemudian datanglah disini agama Islam, mengajarkan pada perikemanusiaan pula. Malah lebih sempurna. Diajarkan kepada kita akan ajaran-ajaran fardhu kifayah, kewajiban-kewajiban yang dipikulkan kepada seluruh masyarakat. Misalnya, jikalau ada orang mati di kampungmu dan kalau orang mati itu tiada terkubur, siapa yang dianggap berdosa, siapa yang dikatakan berdosa, siapa yang akan mendapatkan siksaan daripada dosa itu? Bukan sekedar kerabata famili daripada sang mati itu, Tidak! Segenap masyarakat disitu ikut bertanggung jawab.
Demikian pula dengan agama Kristen. Tidakkkah agama Kristen kita itu diajarkan: cinta kepada Tuhan lebih dari pada segala sesuatu; dan cinta kepada manusia lebih daripada cinta kita sendiri: Hebs U naasten lief gelijk U zelve, God boven alles”. Jadi rasa kemanusiaan bukan barang baru bagi kita.
Demikian pula rasa kedaulatan rakyat. Apa sebab pergerakan Nasional Indonesia laksana api mencetus dan meledakan segenap rasa kebangsaan Indonesia? Oleh karena pergerakan nasional Indonesia itu berdiri diatas dasar kedaulatan rakyat. Engkau ikut berjuang! Dai dahulu malu kita gandrung kepada kedaulatan rakyat. Apa sebab engkau ikut berjuang? Oleh karena engkau merasa memperjuangkan dasar kedaulatan rakyat.
Bangsa Indonesia dari dahulu mula telah mengenal kedaulatan rakyat, hidup di dalam alam kedaulatan rakyat. Demokrasi bukan barang baru bagi kita. Demikian pula cita-cita keadilan sosial, bukan cita-cita baru bagi kita. Jangan kira, bahwa cita-cita keadilan sosial itu buatan Bung Karno, Bung hatta, atau komunis atau kaum serikat rakyat, kaum sosialis, Tidak!
*) Pidato di Surabaya, 24 September 1955.
Pidato Bung Karno : Negara Pancasila
Terbanglah kapal udaraku datang di daerah Aceh. Rakyat Aceh menyambut kedatangan Presiden, rakayat beragama Islam. Terbang lagi kapal udaraku, turun di Siborong-borong darah Batak. Rakyat Batak menyambut dengan gegap-gempita kedatangan Republik Indonesia, agamanya Kristen.
Terbang lagi, Saudara-saudara, dekat Sibolga, agama Kristen. Terbang lagi ke Selatan ke Sumatra Tengah dan Sumatra Selatan, agama Islam. Demikianlah pulau di Jawa, kebanyakan beragama Islam, disana Kristen, disini Kristen. Terang lagi kapal udaraku ke Banjarmasin, kebanyakan Islam. Tetapi di Banjarmasin itu aku bertemu utusan-utusan dari suku Dayak, Saudara-saudara. Malahan di Samarinda aku berjumpa dengan utusan-utusan, bahwa rakyat Dayak yang sembilan hari sembilan malam turun dari gunung-gunung untuk menjumpai Presiden Republik Indonesia. Mereka tidak beragama Islam, tetapi beragama agamanya sendiri.
Aku ber-ibu orang Bali. Idayu Nyoman Rai nama Ibuku. Malahan jikalau aku beristirahat di Tampaksiring, desa kecil di Bali, rakyat Bali menyebut aku, kecuali Bung Karno, Bapak Karno, menyebut aku, Ida Bagus Made Karno. Aku melihat masyarakat Bali yang dua juta manusia itu beragama Hindu-Bali. Di Singaraja ada masyarakat Islam sedikit. Di Denpasar ada masyarakat Islam sedikit. Terbang lagi kapal udaraku ke Sumbawa, Islam. Terbang kapal udaraku ke Flores, pulau dimana aku dulu di internir rakyat Flores kenal akan Bung Karno, Bung Karno kenal akan rakyat Flores, sebagian besar rakyat Flores itu beragama Roma Katolik (Kristen). Terbang lagi kapal udaraku ke Timor, sebagian besar rakyatnya Kristen Protestan. Terbang lagi kapal udaraku ke Ambon, Kristen. Sekitar Ambon itu adalah masyarakat Kristren. Terbang lagi ke Utara ke Ternate, Islam di Ternate. Dari Ternate terbang ke Manado. Minahasa sekelilingnya Kristen, ke Selatan Makasar, Islam. Di Tengah Sulawesi, Toraja sebagian besar Kristen, sebagian belum beragama.
Benar apa tidak perkataanku, Saudara-saudara, bahwa Bangsa Indonesia adalah beraneka agama? Demikian pula aku berkata, bahwa bangsa Indonesia ini beraneka adat-istiadat, beraneka suku pula. Beraneka suku, beraneka agama, beraneka adat-istiadat. Ini yang menjadi pikiran Bapak berpuluh-puluh tahun.
Sebelum kita memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 angustus 1945, aku ingin bersama-sama dengan pejuang lain membentuk satu wadah. Wadah yang bernama Negara. Wadah untuk masyarakat, bagi masyarakat yang beraneka agama, beraneka suku, beraneka adat-istiadat!
Aku ingin membentuk satu wadah yang tidak retak, yang utuh, yang mau menerima semua masyarakat Indonesia yang beraneka itu dan yang masyarakat Indonesia mau duduk pula di dalamnya, yang diterima oleh Saudara-saudara beragama Islam, yang beragama Kristen Katholik, yang beragama Kristen Protestan, yang beragama Hindu-Bali, dan oleh Saudara-saudara yang beragama lain, yang bisa diterima oleh Saudara-saudara yang adat-istiadatnya begitu, dan yang bias diterima oleh sekalian Saudara.
Aku tidak mencipta Pancasila, Saudara-saudara. Sebab sesuatu dasar Negara ciptaan tidak akan bertahan lama. Ini adalah suatu ajaran yang dari mula-mulanya ku pegang teguh. Jikalau engkau hendak mengadakan dasar untuk sesuatu Negara, dasar untuk sesuatu wadah, jangan bikin sendiri, jangan anggit sendiri, jangan karang sendiri.
Selamilah sedalam-dalamnya lautan daripada sejarah! Gali sedalam-dalamnya bumi dari pada Sejarah!
Aku melihat masyarakat Indonesia, sejarah rakyat Indonesia. Dan aku menggali lima mutiara yang terbenam di dalamnya, yang tadinya lima mutiara itu cemerlang tetapi karena oleh penjajahan asing yang 350 tahun lamanya, terbenam kembali di dalam bumi bangsa Indonesia ini.
Aku oleh sekolah tingggi Universitas Gajah Mada di anugerahi titel Doctor Honoris (title Doctor Kehormatan) dalam ilmu ketatanegaraan. Tatkala promotor Prof. Mr. Notonagoro mengucapkan pidatonya pada ucapan pemberian title Doctor Honoris Causa, pada waktu itu beliau berkata: “Saudara Soekarno kami menghadiahkan kepada saudara title kehormatan Docotor Honoris Causa dalam ilmu ketatatanegaraan, oleh karena saudara pencipta Pancasila.”
Di dalam jawaban itu aku berkata: “Dengan terharu aku menerima title Doctor Honoris Causa yang dihadiakan kepadaku oleh Universitas Gajah mada, tetapi aku tolak dengan tegas ucapan Professor Notonagoro, bahwa aku adalah pencipta Pancasila.”
Aku bukan pencipta Pancasila. Pancasila diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Aku hanya menggali Pancasila daripada buminya bangsa Indonesia. Pancasila terbenam didalam bumi bangsa Indonesia 350 tahun lamanya. Aku gali kembali dan aku persembahkan Pancasila ini diatas persada bangsa Indonesia kembali.
Tidaklah benar, Saudara-saudara, bahwa kita sebelum ada Bung Karno, sebelum ada Republik Indonesia, sebenarnya telah mengenal akan Pancasila? Tidaklah benar kita dari dahulu mula telah mengenal Tuhan, hidup didalam alam ketuhanan Yang Maha Esa? Kita dahulu pernah menguraikan ini panjang lebar. Bukan anggitan baru, bukan karangan baru. Tetapi sejak dahulu mula bangsa Indonesia adalah satu bangsa pencipta kepada Ketuhanan. Yah.., kemudian Ketuhanan itu disempurnakan oleh agama-agama. Di sempurnakan oleh Agama Islam, disempurnakan oleh Agama Kristen. Tetapi dari dahulu mula kita adalah satu bangsa yang berketuhanan.
Demikian pula, tidaklah benar bahwa kita ini dari dahulu mula telah cinta kepada Tanah Air dan Bangsa? Hidup didalam alam kebangsaan? Dan bukan saja kebangsaan kecil, tetapi kebangsaan Indonesia. Hai.., Engkau pemuda-pemuda, pernah engkau mendengar nama kerajaan Mataram? Kerjaaan Mataram yang memebuat candi-candi Prambanan, candi Brobuduru? Kerajaan mataram kedua di waktu itu dibawah pimpinan Sultan Agung Hanjokrokusumo? Tahukah suadara-saudara akan arti perkataan Mataram? Jikalau tidak tahu maka aku akan berkata kepadamu “Mataram berarti Ibu”. Masih ada persamaan perkataan Mataram itu, misalnya perkataan Metter di dalam bahasa Jerman, Ibu, Mother dalam bahasa Inggris, Ibu. Moeder dalam bahasa Belanda, Ibu. Mater dalam bahasa Latin, Ibu. Mataram berarti Ibu.
Demikian kita cinta kepada Bangsa dan Tanah Air dari zaman dahulu mula, sehingga negeri kita, negara kita, kita putuskan Mataram.
Rasa kebangsaa, bukan rasa baru bagi kita. Mungkinkah mempunyai kerajaan seperti kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dahulu, jikalau kita tidak mepunyai rasa kebangsaan yang berkobar-kobar di dalam dada kita?
Yaaah.., kata pemimpin besar yang bernama Gajah Mada.Sang Maha Patih Ihino Gajah mada. Benar, kita mempunya pemimpin besar itu. Benar, pemimpin besar itu telah bersumpah satu kali, tidak akan makan kelapa jikalau belum segenap kepulauan indonesia tergabung di dalam satu negara yang besar. Benar, kita mempunyai pemimpin yang besar itu. Tetapi apakah pemimpin ini yang sebenarnya pencipta dari pada kesatuan kerajaan Majapahit? Tidak!
Pemimpin besar sekedar adalah sambungan lidah daripada rasanya rakyat jelata. Tidak ada satu orang pemimpin besar, walaupun besarnya bagaimanapun juga, bisa membentuk negara yang sebesar Majapahit – ialah satu negara yang besar, yang wilayahnya dari Sabang samapai ke Marauke, bahakan samapai ke daerah Philipina sekarang.
Katakanlah Bung Karno pemimpin besar atau pemimpin kecil, pemimpin gurem atau yang bagaimana, tetapi jikalau ada yang berkata: “Bung Karno yang mengadakan Republik Indonesia.“ Tidak Benar!!! Jangan pun satu Soekarno, sepuluh Soekarno, seratus Soekarno, seribu Soekarno tidak akan bisa membentuk negara Republik Indonesia, jikalau segenap rakayat jelata Republik Indonesia tidak berjuang mati-matian!”
Kemerdekaaan adalah hasil dari segenap perjuangan rakyat. Maka itu pula menjadi pikiran Bapak, negara Republik Indonesia ini bukan milik satu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang samapai ke marauke! Perjuangan untuk merebut kemerdekaan ini dijalankan oleh semua bangsa Indonesia.
Aku melihat didalam daerah-daerah yang kukunjungi, dimana pun aku datang, aku melihat Taman-taman Pahlawan. Bukan saja di bagian-bagian yang beragama Islam, tetapi juga di bagian-bagian yang beragama Kristen. Aku melihat Taman-taman Pahlawan dimana-mana. Di sini di Surabaya, pada tanggal 10 november tahun 1945 siapa yang berjuang d sini???
Segenap pemuda-pemudi, kyai, kaum buruh, kaum tani, segenap rakyat Surabaya berjuang dengan tiada perbedaan agama, adat-istiadat, golongan atau suku.
Rasa kebangsaan kita sudah sejak dari zaman dahulu, demikian pula rasa prikemanusiaan. Kita bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa di dalam sejarah dunia, satu-satunya bangsa yang tidak pernah menjajah bangsa lain adalah bangsa Indonesia. Aku tantang orang-orang ahli sejarah yang bisa membuktikan, bahwa bangsa Indonesia pernah menjajah kepada bangsa lain.
Apa sebab? Oleh karena bansa Indonesia diatas dasar perikemanusiaan sejak dari zaman dahulu. Dari zaman Hindu kita sudah mengenal perikemanusiaan. Disempurnakan lagi rasa perikemanusiaan itudengan agama-agama yang kemudian.
Di dalam zaman Hindu kita telah mengenal ucapan: “Tat Twam Asi”. Apa artinya Tat Twam Asi? Tat Twam Asi berarti “Aku adalah dia”, dia adalah aku”. Dia pakai, aku ikut pakai. Dia senang, aku ikut senang. Aku senang, dia ikut senang. Aku sakit, dia ikut sakit. Tat Twam Asi–perikemanusiaan.
Kemudian datanglah disini agama Islam, mengajarkan pada perikemanusiaan pula. Malah lebih sempurna. Diajarkan kepada kita akan ajaran-ajaran fardhu kifayah, kewajiban-kewajiban yang dipikulkan kepada seluruh masyarakat. Misalnya, jikalau ada orang mati di kampungmu dan kalau orang mati itu tiada terkubur, siapa yang dianggap berdosa, siapa yang dikatakan berdosa, siapa yang akan mendapatkan siksaan daripada dosa itu? Bukan sekedar kerabata famili daripada sang mati itu, Tidak! Segenap masyarakat disitu ikut bertanggung jawab.
Demikian pula dengan agama Kristen. Tidakkkah agama Kristen kita itu diajarkan: cinta kepada Tuhan lebih dari pada segala sesuatu; dan cinta kepada manusia lebih daripada cinta kita sendiri: Hebs U naasten lief gelijk U zelve, God boven alles”. Jadi rasa kemanusiaan bukan barang baru bagi kita.
Demikian pula rasa kedaulatan rakyat. Apa sebab pergerakan Nasional Indonesia laksana api mencetus dan meledakan segenap rasa kebangsaan Indonesia? Oleh karena pergerakan nasional Indonesia itu berdiri diatas dasar kedaulatan rakyat. Engkau ikut berjuang! Dai dahulu malu kita gandrung kepada kedaulatan rakyat. Apa sebab engkau ikut berjuang? Oleh karena engkau merasa memperjuangkan dasar kedaulatan rakyat.
Bangsa Indonesia dari dahulu mula telah mengenal kedaulatan rakyat, hidup di dalam alam kedaulatan rakyat. Demokrasi bukan barang baru bagi kita. Demikian pula cita-cita keadilan sosial, bukan cita-cita baru bagi kita. Jangan kira, bahwa cita-cita keadilan sosial itu buatan Bung Karno, Bung hatta, atau komunis atau kaum serikat rakyat, kaum sosialis, Tidak!
*) Pidato di Surabaya, 24 September 1955.
Sepenggal Kisah Sore
sore ini
ketika mata tak mau terbuka
hati masih perih
setelah malam indah
paksa tubuh tuk bangkit
dari sarang kenyamanan
tuntut keaktifan
sesak dada terasa hitam bawah sadar
tapi kuharus beranjak
bangun dari tidurku
tuk menggapai asa yang tertunda
Aku
Namaku
Diriku
Ingatlah aku
Namaku selalu
Andai kau tau
Malaikat cinta
Akan hadir
Hari-harikan cerah
Asal kau ingat aku
Raihlah cinta
Aku
Namaku
Ingatlah selalu
Mawar hitam
Anganku entah dimana
Hidupku sedetik lagi
Andai kau ada
Rasakan hatiku
Aku slalu ada untukmu
Nantikan hadirmu
I Miss U
Aliran darah
Niatkan inginku
Dapatkan kau
Irisan daging
Nafaskan Cintaku
Alunkan laguku
Mantramkan doaku
Andai kau tau
Hariku sepi tanpamu
Asaku hilang
Rasaku lenyap
Akankah kau datang?
Nafasku padamu
Inginku hanya kamu
karya cinta dalam genggam
sepintas tak tampak
dan takkan terlihat
belatung hitam hiasi neraka
jeruji panas mengurung hati
akankah karya itu datang
hanya impian tak nyata
terbelenggu siksa batin terlama
sakit dan teramat sakit
tak terlukis kata
sunyi sepi patah hati
pudar sudah
habis suda hatiku
terhempas bibirmu
cinta ini janggalan hati
batin ini sempalan jiwa
cinta apa yang kau mau
hati apa yang kau ingin
katakan padaku
resapi jiwa dalam guratan tangan
lantunkan nadamu
hibur hatiku
hilangkan sedihku
bangkitkan semangatku
karena kau belahan jiwaku
separuh nafasku
ketika mata tak mau terbuka
hati masih perih
setelah malam indah
paksa tubuh tuk bangkit
dari sarang kenyamanan
tuntut keaktifan
sesak dada terasa hitam bawah sadar
tapi kuharus beranjak
bangun dari tidurku
tuk menggapai asa yang tertunda
Aku
Namaku
Diriku
Ingatlah aku
Namaku selalu
Andai kau tau
Malaikat cinta
Akan hadir
Hari-harikan cerah
Asal kau ingat aku
Raihlah cinta
Aku
Namaku
Ingatlah selalu
Mawar hitam
Anganku entah dimana
Hidupku sedetik lagi
Andai kau ada
Rasakan hatiku
Aku slalu ada untukmu
Nantikan hadirmu
I Miss U
Aliran darah
Niatkan inginku
Dapatkan kau
Irisan daging
Nafaskan Cintaku
Alunkan laguku
Mantramkan doaku
Andai kau tau
Hariku sepi tanpamu
Asaku hilang
Rasaku lenyap
Akankah kau datang?
Nafasku padamu
Inginku hanya kamu
karya cinta dalam genggam
sepintas tak tampak
dan takkan terlihat
belatung hitam hiasi neraka
jeruji panas mengurung hati
akankah karya itu datang
hanya impian tak nyata
terbelenggu siksa batin terlama
sakit dan teramat sakit
tak terlukis kata
sunyi sepi patah hati
pudar sudah
habis suda hatiku
terhempas bibirmu
cinta ini janggalan hati
batin ini sempalan jiwa
cinta apa yang kau mau
hati apa yang kau ingin
katakan padaku
resapi jiwa dalam guratan tangan
lantunkan nadamu
hibur hatiku
hilangkan sedihku
bangkitkan semangatku
karena kau belahan jiwaku
separuh nafasku
Senin, 14 Februari 2011
Kis - 2501 Sebuah lagu yang bisa bikin hati terenyuh.
Sebuah lagu yang bisa bikin aku berlinang air mata saat menyanyikan lagu ini berteman gitar bolong di dinginnya malam. Sangat mengena dan mengharukan sekali. Coba lagu ini ada versi bahasa indonesianya kemungkinan akan meledak di pasaran.
intro:
G D Em
hu.........whiu.....hu.......hu.......hu.....
Bm C
whiu.....hu.......hu.......hu.....
Cm G D
hu....hu...hu....hu....hu....
G D Em
hu.........whiu.....hu.......hu.......hu.....
Bm C
whiu.....hu.......hu.......hu.....
Cm G D
hu...hu...hu...hu....hu...
verse 1
C G Em D
nah... terserah jalanang apa keneh adi
C G Em D
yen ento saja melah yadiastun beli sakit hati
pre reff
C G D
demi adi beli akan lakukan yang terbaik
C G D
demi adi i will do everything to make you happy
reff
G D Em
dumadak je adi nepukin anak muani
Bm C Bm C D
ane luungan teken beli cara ne sesai, sesai orang adi
G D Em
nanging ada tresna nu di hati
Bm G Bm C D
beli tusing kal merubah rasa sayang beli sumpah mati beli sayang adi
intro
pre reff
reff
intro
Mantabkan lagunya..ayo ambil gitar kita bernyanyi bersama. semoga bermanfaat.
Mantabkan lagunya..ayo ambil gitar kita bernyanyi bersama. semoga bermanfaat.
Minggu, 13 Februari 2011
Valentine VS Egoisme
Saya gak peduli valentine berasal dari mana dan di sebarkan oleh siapa. Yang saya peduli cuma valentine bisa membuat banyak orang bahagia.Bisa membuat orang ingat akan pentingnya kasih sayang terhadap sesama. Saya juga pernah mengaitkannya dengan agama atau keyakinan manapun. Valentine bukan hanya sekedar coklat atau bunga, namun lebih dari itu adalah besarnya cinta dan kasih sayang yang sebenarnya kita miliki. Namun selama ini terkubur oleh rasa amarah yang disebabkan keegoisan kita sendiri. Cinta adalah anugerah dari Tuhan. Menyebarkan cinta dan kasih ke semua orang saya rasa adalah tujuan yang mulia. Coba kita bayangkan betapa indahnya dunia ini jika dipenuhi cinta dan kasih sayang. Kita rindu akan indahnya perdamaian yang akhir akhir ini sering di rusak oleh keegoisan kita sendiri. Marilah jadikan hari hari kita dipenuhi cinta, jadikan setiap hari adalah valentine. Agar kita selalu ingat cinta dan kasih sayang mampu mengalahkan segalanya. Akhir kata Happy Valentine semuanya.
Sabtu, 12 Februari 2011
Back to PANCASILA Bro..!!!
Sungguh sedih rasanya melihat kondisi bangsa kita sekarang yang tercabik-cabik oleh Anarkisme dan Korupsi, bagaimana tidak Negara yang dibangun dengan pengorbanan yang begitu besar seakan hancur dan luluh lantak oleh prilaku kita sendiri. Musuh kita saat ini bukanlah pihak asing namun diri kita sendiri yang dirasuki hawa nafsu yang begitu membabi buta, keserakahan dan egoisme untuk menguasai satu sama lain dan seakan kita lupa kalau kita semua ini bersaudara.
Mungkin inilah saatnya bagi kita semua untuk kembali menerapkan Pancasila sebagai sebuah i'tikad sebuah bangsa majemuk dalam kehidupan sehari-hari. Kandungan yang tetera didalamnya
umum dan mencakup berbagai kebutuhan yang semestinya dimiliki suatu
bangsa yang ingin terus maju dan berkembang.
Untuk itu mari kita pelajari kembali dan coba kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Semoga Pancasila tidak hanya menjadi pajangan dan sekedar lambang. Semoga Indonesia bisa kembali Bangkit dan Berjaya. Pancasila untuk kedamaian Indonesia..!!!
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
Mungkin inilah saatnya bagi kita semua untuk kembali menerapkan Pancasila sebagai sebuah i'tikad sebuah bangsa majemuk dalam kehidupan sehari-hari. Kandungan yang tetera didalamnya
umum dan mencakup berbagai kebutuhan yang semestinya dimiliki suatu
bangsa yang ingin terus maju dan berkembang.
Untuk itu mari kita pelajari kembali dan coba kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.
Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Sila kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
- Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Berani membela kebenaran dan keadilan.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
- Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila ketiga : Pesatuan Indonesia
- Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
- Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
- Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
- Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
- Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan.
- Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
- Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
- Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
- Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
- Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
- Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
- Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Semoga Pancasila tidak hanya menjadi pajangan dan sekedar lambang. Semoga Indonesia bisa kembali Bangkit dan Berjaya. Pancasila untuk kedamaian Indonesia..!!!
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
Senin, 07 Februari 2011
Damai itu Indah tapi Damai butuh NYALI...!!!
Damai sebuah situasi yang diidamkan banyak orang. Tapi untuk sekarang ini damai itu harganya melonjak jauh lebih mahal dari harga cabe yang melambung tinggi. Sebuah ironi kehidupan ketika melihat orang-orang bertempur membabi buta menghancurkan apa yang berbeda. Inginkan semua seragam. Tak tahu mengapa apa mereka sudah hilang ingatan atau apa. mereka lupa manusia diciptakan berbeda, bahkan yang kembarpun ada bedanya.
Tak ada lagi cinta, yang ada hanya nafsu ingin menguasai satu sama lain. Keegoisan merajai semua mengaku benar. Nyali yang besar sangat diperlukan untuk melawan keegoisan yang ada dalam diri kita sendiri. Nyali yang besar dibutuhkan untuk mewujudkan kedamaian dan kerukunan. Bahkan sebuah iklan produk suplemen pun ikut mengkampanyekan kedamaian dan kerukunan.
Mari kita sebarkan virus kedamaian mulai dari diri sendiri. Semoga damai selalu menyertai kita semua. PEACE..!!!!!!!
Tak ada lagi cinta, yang ada hanya nafsu ingin menguasai satu sama lain. Keegoisan merajai semua mengaku benar. Nyali yang besar sangat diperlukan untuk melawan keegoisan yang ada dalam diri kita sendiri. Nyali yang besar dibutuhkan untuk mewujudkan kedamaian dan kerukunan. Bahkan sebuah iklan produk suplemen pun ikut mengkampanyekan kedamaian dan kerukunan.
Mari kita sebarkan virus kedamaian mulai dari diri sendiri. Semoga damai selalu menyertai kita semua. PEACE..!!!!!!!
Minggu, 10 Oktober 2010
GMI ON 10/10/10
Hari ini tanggal 10 Oktober 2010, Blog ini saya buat dengan tujuan untuk mengekspresikan apa yang ada dalam diri saya sendiri, hari ini saya pilih karena saya melihat hari ini memiliki kombinasi angka yang menarik yaitu triple 10, dan saya meyakini angka 10 adalah angka yang sempurna, walaupun tak ada yang sempurna selain Hyang Widhi. Semoga dengan terlahirnya blog ini saya dapat mengekploitasi kreatifitas saya sendiri dan berharap bisa berguna bagi orang lain.
Oya kembali lagi ke Fenomena 10/10/10/ yang lagi diributkan banyak orang. Hari ini adalah hari yang unik karena dalam kalender digital kita akan menemukan 3 angka 10 yang berderet menjadi 10-10-10. Bagi sebagian orang angka ini berarti kesempurnaan atau hari baik. Di mana kebetulan atau tidak banyak pasangan yang melaksanakan hari pernikahannya pada hari ini. Baik dari kalangan masyarakat biasa pejabat hingga artis artis terkenal. Sayapun mendapat 3 kartu undangan pernikahan dari sahabat.
Angka 10 memang identik dengan angka yang sempurna karena dari kecil kita diajarkan kalau dapet nilai 10 kita pasti dikategorikan sebagai anak yang pintar, maka dari itupun banyak orang yang berlomba lomba mendapatkan nilai 10 di berbagai hal baik itu di sekolah, kampus, di kantor maupun di lingkungan masyarakat.
Namun bagi sebagian orang fenomena 10/10/10 lain lagi artinya, apalagi bagi Bebotoh/penjudi togel angka sepuluh bisa saja diartikan 10+10+10=30 dibaik = 03 -------> buku syair 03=........? bisa jadi banyak orang sekarang memasang angka 10 atau angka yang mengandung angka 3 dan mengebom bandar togel di masing- masing daerah. Ini memamng diluar akal sehat bagi orang orang yang tidak mengenal dunia perjudian, namun inilah yang fakta terjadi di lingkungan masyarakat kita yang masih bermimpi jadi orang kaya mendadak.
Oya kembali lagi ke Fenomena 10/10/10/ yang lagi diributkan banyak orang. Hari ini adalah hari yang unik karena dalam kalender digital kita akan menemukan 3 angka 10 yang berderet menjadi 10-10-10. Bagi sebagian orang angka ini berarti kesempurnaan atau hari baik. Di mana kebetulan atau tidak banyak pasangan yang melaksanakan hari pernikahannya pada hari ini. Baik dari kalangan masyarakat biasa pejabat hingga artis artis terkenal. Sayapun mendapat 3 kartu undangan pernikahan dari sahabat.
Angka 10 memang identik dengan angka yang sempurna karena dari kecil kita diajarkan kalau dapet nilai 10 kita pasti dikategorikan sebagai anak yang pintar, maka dari itupun banyak orang yang berlomba lomba mendapatkan nilai 10 di berbagai hal baik itu di sekolah, kampus, di kantor maupun di lingkungan masyarakat.
Namun bagi sebagian orang fenomena 10/10/10 lain lagi artinya, apalagi bagi Bebotoh/penjudi togel angka sepuluh bisa saja diartikan 10+10+10=30 dibaik = 03 -------> buku syair 03=........? bisa jadi banyak orang sekarang memasang angka 10 atau angka yang mengandung angka 3 dan mengebom bandar togel di masing- masing daerah. Ini memamng diluar akal sehat bagi orang orang yang tidak mengenal dunia perjudian, namun inilah yang fakta terjadi di lingkungan masyarakat kita yang masih bermimpi jadi orang kaya mendadak.Di dunia tekhnologipun fenomena angka 10/10/10 menjadi pergunjingan banyak pihak, karena ada isu yang menyebutkan kalau di tanggal ini akan terkadi penyerangan virus dengan skala besar, Namun sebuah perusahaan keamanan jaringan komputer menyatakan jika rumor mengenai virus yang akan mematikan komputer di seluruh dunia pada hari Minggu, 10 Oktober 2010, hanyalah isu yang terlalu dilebih-lebihkan.
Nah sekarang tergantung anda sendiri mau menanggapi bagaiman tanggal 10/10/10 ini. Mau dijadikan hari keberuntungan atau hari apa terserah anda..bagi saya sendiri tanggal 10/10/10 adalah hari libur karena hari ini tidak lain tidak bukan adalah hari Minggu..hehehehe....(Guztra Menulis Iseng)
Langganan:
Postingan (Atom)














+%28_%29+3K4+W174Y4%28_%29+%28_%29.jpg)















