OM SWASTIASTU

Semangat Membara Berjiwa Pemenang

Laskar Dewata

BRIGAZ LASKAR DEWATA

Mari Bergabung Bersama Kami

Sekehe Demen BRIGAZ Mendukung Bali Devata

Semangat Puputan

Akan Kembali Menggelora Di Stadion Dipta

TIMNAS MERAH PUTIH

Apapun yang terjadi Merah Putih tetap harus berkibar di langit yang biru

Tampilkan postingan dengan label Artikel yang aku suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel yang aku suka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Cara Menaikkan Traffic Alexa Rank Pada Blog

Browsing internet mumpung lagi pake wifi gratis saya nemu artikel yang mungkin bermanfaat bagi banyak Blogger pemula and saya sendiri sangat memerlukan info ini. Artikel tentang cara menaikkan Alexa Rank, sebagian besar pendapat blogger tentang cara menaikkan traffic alexa rank itu hampir sama dan juga rata - rata artikelnya hampir sama semua. Dan sesuai dengan motto dari Blog ini yaitu Mencari & Berbagi akhirnya ya saya copas saja.

Ada beberapa hal yang dapat menaikkan traffic alexa rank, yaitu :
  1. Melakukan seperti yang saya lakukan sekarang ini, yaitu membuat postingan tentang cara menaikkan traffic alexa rank, karena para blogger yang traffic alexa rank-nya rendah akan mencari artikel mengenai cara menaikkan traffic alexa rank.
  2. Sering membuat artikel yang sangat bermanfaat dan juga yang sering dicari dan dibutuhkan oleh para pengunjung.
  3. Lakukan blogwalking sesering mungkin karena dengan blogwalking, kita bisa dapat ilmu baru, bisa menilai blog mana yang baik untuk pengunjung, dan bisa juga menaikkan traffic alexa rank. Kenapa bisa demikian?Karena nantinya bisa kita terapkan pada blog kita blog yang baik seperti apa dan juga usahakan kita berkomentar pada blog tersebut pada saat kita blogwalking dengan menyisipkan link yang menuju ke blog kita sebagai upaya pemilik blog dan komentator lainnya mengunjungi blog kita.
  4. Lakukan tukar link dengan blog yang membunyai traffic tinggi karena ini juga membantu kita menaikkan traffic alexa rank.
  5. Memasang widget alexa rank pada blog kita dan juga alexa toolbar pada browser yang kita gunakan supaya pihak alexa mudah memantau perkembangan blog kita. Cara memasang widget alexa rank, silahkan lihat disini tutorialnya. Sedangkan untuk memasang alexa toolbar, silahkan untuk cek disini.
Itulah beberapa cara yang saya copas dari blog orang untuk menaikkan traffic alexa rank pada blog, mungkin ada tambahan dari para pengunjung atau blogger mengenai cara menaikkan traffic alexa rank, silahkan tuliskan di kotak komentar dibawah!
Sumber : http://ilmuapidh.blogspot.com/2012/05/cara-menaikkan-traffic-alexa-rank-pada.html

Jumat, 05 Oktober 2012

Dualisme di Tubuh KPSI

Akhirnya temen Ane, Rudy, yang bobotoh dari Majalengka memenuhi janjinya untuk kembali gabung di kosan. Setelah dirumahkan beberapa bulan, sesuai katanya waktu itu, dia akan dipanggil lagi oleh perusahaannya usai Lebaran. Minggu pagi yang lalu tiba-tiba aja dia nongol di belakang Ane yang baru pulang dari joging. Suerrr ini di Jakarta, tepatnya di Sunter, Ane bukan rombongan joging TRG (Tidur Rokok Gratisan) di Batu Malang.

Rudy : Halo Bang (menepuk pundak Ane dari belakang)….

Ane : (Rada setengah kaget). Eh, Rud, kumaha, damang?.

Rudy : Atos Bang, lagi enjoy neh kayaknya….

Ane : Ya, mumpung hari libur & ga pulang kampung, ya sekali-kali olahraga lah, daripada tiap hari di kantor kerjanya duduk di depan komputer berjam-jam, lumayan keluar keringat sedikit.

Rudy : Gimana kosan Bang, rame?.

Ane : Iya, banyak anak-anak baru, kayaknya baru pada rekrutmen tuh. Gimana? Ini maen-maen atau udah mau kerja lagi neh?.

Rudy : Alhamdulillah Bang, besok udah mulai kerja lagi.

Ane : Wah, good news dong, Alhamdulillah….

Rudy : Iya, good news Bang, cuman PSSI aja yang masih ga good-good juga.

Ane : Ga good gimana?.

Rudy : Itu dualisme PSSI masih ga selesai juga tuh.

Ane : Dualisme PSSI?. Ga salah?. PSSI ga pernah terjadi dualisme, kalau kompetisi iya.

Rudy : Lha itu, sampai sekarang timnas masih sendiri-sendiri juga, KPSI juga masih bebas berkeliaran.

Ane : Ya walaupun Pak Haji Nyalla itu tingkah lakunya kayak pelacur, jual diri sana-sini, mana ada Satpol PP yang berani nggaruk (nangkep-red) dia. Jadi ya wajar aja dia bebas berkeliaran. Tapi, tolong catet ya, dualisme cuman terjadi di kompetisi, sedangkan PSSI ga ada dualisme, PSSI cuman satu.

Rudy : (masih tetep ngeyel) Lha itu ada PSSI La Nyalla?

Ane : Tuh kan, kemakan propaganda media. Coba inget-inget kembali kejadian demi kejadian mulai dari akhir tahun lalu. Sekarang Ane tanya, siapa ketua KPSI?.

Rudy : (dengan mantap dan yakin menjawab) La Nyalla Mataliti.

Ane : Tuh…. Ente klubnya Persib, maen di bawah PTLI, di bawah KPSI, tapi ga tau siapa ketua KPSI-nya. Wah, kasian bener tuh ketua KPSI, ga terkenal, ga memasyarakat, ga populer, ga banget pokoknya….

Rudy : Pasti mau mlesetin nama yang aneh-aneh lagi neh….

Ane : (sambil tertawa renyah) Suerrr, kagak, ini serius. Yang Ane tau neh, ketua KPSI dari dulu, sesuai hasil RASN yang dilaksanakan pengurus klub-klub ISL, itu Tony Apriliani. Dan Ane belum pernah denger dia dipecat. Apes bener tuh si Saitony Rojim, jadi Exco dipecat, jadi ketua Pengprov Jabar dipecat, eh jadi ketua KPSI ga dianggep. Hadew,… (sambil tepok jidat).

Rudy : Sebentar Bang, bener juga sih, Ane juga inget itu. Oh iya, La Nyalla kan ketua PSSI versi KLB Ancol kalo gitu.

Ane : Ketua PSSI versi KLB Ancol?. Emang yang milih dia anggota PSSI gitu?. Bukannya yang milih mereka itu kroni-kroni di KPSI?. Tuh, lagi-lagi Ente terkena virus propaganda dan salah pemberitaan media. Kalo yang milih anggota KPSI, ya berarti dia itu ketua KPSI versi KLB Ancol. Enak bener ngaku-ngaku. Kalo bisa gitu, ah ntar Ane ngadain pemilihan di kantor, trus Ane bujuk temen-temen supaya milih Ane, trus Ane mendeklarasikan diri deh sebagai Gubernur DKI versi Pemilukadal Sunter, gantiin Jokowi. Habis itu Ane guling-guling di pasir sambil bilang Wouw gitu….

Rudy : (tertawa terbahak-bahak sampai ga bisa ngomong) Hadew…. Sumpah, ini yang bikin gw selalu ga pernah bosen ngobrol ama Bang Prex, ada aja kosakata baru & banyolan garing…. Koq Pemilukadal?.

Ane : Lha kan Pemilihan Umum Kepala Daerah Luar Biasa, makanya disingkat Pemilukadal. Jadi, sebenarnya yang terjadi dualisme itu di tubuh KPSI. PSSI dari kemaren-kemaren tetap satu. Timnas Garuda juga cuman satu, Timnas Indonesia juga cuman satu. Coba Ente cari pemberitaan mengenai sepak terjang Tony Apriliani dalam beberapa bulan terakhir. Nyaris ga ada, karena perannya diserobot ama Pak Haji Nyalla. Eh, malah tau-tau jadi manajer tim PON Jabar. Ga bergengsi banget, dari Ketum organisasi sepakbola paling kampungan, turun pangkat jadi manajer tim amatir. Hadew….

Rudy : (cukup lama diam dan merenung) Bener juga ya, yang dualisme itu malah KPSI ya, tapi kenapa mereka ga ribut?.

Ane : Ya sebagai sesama warga kampungan, mereka kan harus saling tepo seliro, kalau ribut-ribut sesama warga kampungan mah pamali gitu kata orang Sunda. Kasian Pa Mali tongtong, disalah-salahin terus ama orang Sunda. Ha… ha… ha….

Rudy : Okay Bang, Ane mau naruh tas dulu neh, ntar kita sambung lagi…. Tapi, sebentar, pertanyaan terakhir neh Bang, terus kita sebagai suporter harus ngapain dong dengan KPSI?.

Ane : Ya ngapain dipikirin. Mereka mau joging kek, mau nungging kek, mau guling-guling kek, emang ada urusan ama kita. Yang jelas federasi kita kan PSSI, timnas kita Timnas Garuda, Timnas Indonesia, yang laen biarin mereka sendiri yang ngurusin, kayak ga ada yang lebih penting aja, buang-buang energi. Mendingan kita siapkan energi dan suara kita untuk terus mendukung permainan Timnas kita, Timnas Garuda…..
 
Sumber : http://olahraga.kompasiana.com/bola/2012/10/04/dualisme-di-tubuh-kpsi/

Selasa, 02 Oktober 2012

Alaynya Status FB


Sial di warnet tadi begayaan pake pesen kopi kaleng 7rb, dan marlboro merah sebungkus 14rb, tau tau nya uangku kurang.. ohh keringat dingin , aku rogoh - rogoh lagi tas.. semua sisi, bagian depan , belakang , atas - bawah, sudah kubolak balik, eh nemu recehan seribuan logam tiga.. aku hitung hitung lagi uang di dompet.. astaga masih kurang 3.000 rupiaah.. oh aku celingak celinguk siapa tau ada sahabat di room kanan - kiri, tapi nihil , yang ada bapak - bapak maen poker, atau anak sma buka situs bokep.. oh apa yang harus kulakukan , aku intip operatornya.. aku amati apakah dia sedang dalam mood yang baik, atau sedang senewen, atau bagaimana, oh bagaimana aku harus mengatakan bahwa uangku kurang tiga ribu, setelah empat jam ngenet.. oh aku tutuo mata dan tarik nafass.. hfufhh.. aku kuatkan iman dan takwa, kuberikan senyum terbaikku selama aku hidup 26 tahun di dunia ini.. wokehhh, aku harus hadapi operator itu..kukatakan saja sejujurnya.. tapi baga
imana jika akhirnya aku? ohh aku tidak berani membayangkan betapa merahnya pipiku.. tanpa blash on.. hfuhh akhirnya ku siapkan KTPku senjataa andalan untuk ditahan dulu.. sementara aku keluar mencari solusi 3 ribu rupiah itu.. atm terdekat mungkin bisa membantu.. tapi bagaimana cara keluar dari sini... mana mungkin aku ngeloyor begitu saja, atau aku harus puji puji dia terlebih dahulu.. kukatakan saja kulitnya halus penuh perawatan.. mengkilap.. ahhh itu tindakan bodoh, kembali ke realita.. bahwa aku harus segera menuju meja itu dan melewati pintu hijau itu .. tapi kaki ini serasa 150 ton, berat sekali melangkah menuju meja itu.. serasa perjalanan jawa bali.. oh aku harus kuatkan tekad.. aku tarik nafas.. perlahan tapi pasti aku menuju ke meja itu.. dan memberikan senyum terbaik yang aku punya.. dan dalam sekali tarikan nafas.. kukatakan ' Mas , uang saya kurang 3rb, saya balik lagi ntar, ini KTP saya pake jaminan' ohaaaa dia mengangguk. dan aku melanggkah keluar warnet itu dngan perasaan bercampur aduk.. aku serasa keluar gedung KPK, atau Polres atas tuduhan pelanggaran pasal berlapis : ke warnet dan uang kurang 3rb..

Minggu, 30 September 2012

Dari Kisah seorang sahabat...



Seorang Direktur Bank yg kaya, merasa hidupnya tdk bahagia. Temannya lalu mengajak Direktur tsb utk ikut ke sebuah panti asuhan agar hatinya bahagia & tentram. Sang Direktur menurut.

Namun setelah selesai acara,hati Direktur masih blm bahagia. Ia bergumam, "Kamu bohong, katanya kalau main kesini, hati bisa bahagia".

Dia-pun pulang melangkah ke arah mobilnya dgn lesu.Tetapi baru saja kakinya melangkah ke dekat pintu Panti Asuhan, tiba2 seorang anak perempuan kecil menarik tangannya.

"Om mau pulang ya.."
"Iya," jawab Sang Direktur sambil tersenyum.

"Om, boleh gak Nanda minta sesuatu ke Om ?" Tanya anak kecil yg bernama Nanda itu.
"Boleh.."
"Tapi..saya takut gak boleh sama Om."

Sang direktur tersenyum. Ia org kaya, apa yg tdk bisa dibelinya ?
Apalagi u/ anak yatim piatu yg manis ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.

"Memangnya Nanda mau minta apa ?" tanya Sang Direktur sambil memegang bahu Nanda.

"Om, Nanda minta, Nanda pengen manggil Ayah ke Om, boleh ?"

Sang Direktur kaget. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yg tdk prnah diduga sebelumnya. Ternyata bukan boneka yg diminta Nanda, bukan jg uang, hanya sebuah sebutan 'Ayah'. Tanpa terasa hatinya bergetar.

"Boleh.Nanda boleh panggil Ayah ke Om"
"Makasih..Ayah.Nanda boleh minta lagi ke ayah ?"

"Boleh, sayang, Nanda mau minta apa ?"
"Nanda minta, kalo Ayah datang lagi kesini, bawa foto Ayah ya..Nanda mau simpan di kamar Nanda. Jadi kalo Nanda kangen sama Ayah, Nanda bisa lihat foto Ayah"

Sang Direktur mengangguk, dgn berlinang air mata Sang Direktur memeluk Nanda & berkata, "Besok Ayah dtg lagi ke sini bersama ibumu dan kakak2mu dan bawa Foto Ayah& Ibumu."

Hati Sang Direktur sgt bahagia. Ya, ia bahagia sekarang. Ternyata bahagia itu bukan saat kita bisa memiliki segalanya, melainkan saat kita bisa memberi apa yg kita miliki untuk orang lain, meski hanya sebuah ungkapan kasih sayang.

Sesungguhnya di setiap hati manusia ada keinginan utk diberi kesempatan membahagiakan orang lain.. Keinginan itu sering harus dibayar mahal tapi tetap terasa hambar dan hampa... Akan tetapi, ketika keinginan itu terkabul dengan dilandasi ketulusan dan keikhlasan tanpa materi, justru terasa sangat bernilai.

Senin, 24 September 2012

Jokowi Gubernur Termiskin Di Dunia


Posted by concerious On September - 24 - 2012
Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada DKI Jakarta telah dilaksanakan 20 September yang lalu. Dan hasil perhitungan cepat berbagai lembaga survei menyatakan Jokowi yang masih aktif menjabat sebagai walikota Solo adalah sebagai pemenang.
Jokowi - Mujica
Jokowi - Mujica
Mungkin sudah banyak yang mengetahui kalau Jokowi mempunyai kebiasaan untuk tidak mengambil gajinya sebagai walikota. Dari berita yang ditulis di berbagai media massa mengatakan bahwa Jokowi juga berencana untuk tidak mengambil gajinya saat nanti resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Hal seperti ini sebenarnya juga dilakukan oleh seorang presiden dari Uruguay, José Mujica. Meskipun tidak sama persis seperti Jokowi yang tidak mengambil semua gajinya, Mujica mendapat julukan el presidente mas pobre atau presiden termiskin karena hanya mengambil 10% dari gajinya.
Mujica sendiri sesungguhnya dapat menikmati seluruh gajinya yang sebesar $12.500 setiap bulannya, namun dia memilih untuk mengambil hanya $1.250 atau 11,8 juta rupiah saja.
Antara Jokowi dan Mujica memiliki kesamaan, yaitu mengenai alasan mengapa mereka melakukan hal yang sama, tidak mau mengambil gaji mereka sebagai pejabat negara.
“Selama masih ada yang miskin, membutuhkan ya biar dipakai yang membutuhkan,” kata cagub yang diusung oleh PDI-P dan Gerindra itu, saat ditemui di di posko pemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki T Purnama (Jokowi-Ahok), di Jalan Borobudur no 22, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012) malam. (sumber)
Sementara itu, Mujica mengatakan hal yang kurang lebih sama.
“Saya cukup dengan jumlah itu. Saya harus mencukupkan diri dengan jumlah itu, karena banyak orang Uruguay yang hidup dengan lebih sedikit dari jumlah itu,” kata Mujica. (sumber)
Selain itu keduanya juga memiliki kesamaan mengenai prestasi yang ditorehkannya selama menjabat di daerahnya masing-masing. Jokowi menjadi walikota kesayangan warga kota Solo karena berbagai macam prestasinya dan sanggup membuat kota Solo menjadi kota yang lebih baik. Dengan kata lain Solo mengalami masa kejayaan saat dipimpin oleh Jokowi. Pun demikian dengan Uruguay, banyak orang mengatakan Uruguay mengalami masa kejayaan selama dipimpin oleh Mujica.
Cukup
Tentu saja setiap orang dan setiap pejabat mempunyai pendapatnya masing-masing mengenai menyumbangkan gajinya untuk kepentingan sosial. Tidak ada unsur pemaksaan untuk melakukan hal yang sama seperti Jokowi dan Mujica. Karena masalah memberi atau tidak, semua tergantung kepada masing-masing pribadi untuk melakukannya. Toh seandainya mereka tetap mengambil gajinya juga tak mengapa dan sah-sah saja.
Tetapi disini Jokowi dan Mujica mampu memberikan contoh kepada masyarakat bahwa kedamaian dalam hidup dapat diperoleh salah satu caranya adalah dengan memberi kepada orang lain yang membutuhkan. Kedamaian hidup diperoleh karena didalam hati merasakan apa yang dinamakan dengan “cukup”.
Jokowi merasa sudah cukup dapat menafkahi anak istrinya dari usaha mebel dan tekstil, sementara Mujica merasa dari 10% gajinya sudah cukup untuk menafkahi istrinya.
Sesuatu yang bisa saya ambil dari kisah Jokowi dan Mujica adalah kata “cukup” tersebut. Karena dengan merasa cukup, hidup kita akan menjadi lebih tenang dan damai. Dengan merasa cukup manusia tidak lagi mudah diombang-ambingkan dengan sifat serakah yang sering menghinggapi perasaan manusia.
Dalam hal ini saya tidak mengagung-agungkan Jokowi dan Mujica sebagai manusia luar biasa, apalagi mendukung Jokowi di Pilkada kemarin. Karena saya sendiri bukan warga Solo atau Jakarta, apalagi Uruguay. :)
Dengan kesamaan Jokowi dan Mujica yang dijuluki dengan presiden termiskin karena mengambil hanya sebagian gaji dan menyumbangkannya, mungkin sah-sah saja bila Jokowi juga diberi julukan gubernur termiskin.

Sumber : http://concerious.blogdetik.com/2012/09/24/jokowi-gubernur-termiskin-di-dunia/

Sabtu, 19 Mei 2012

Chelsea Pesta Juara di Kandang Bayern


Tjatur Wiharyo | Minggu, 20 Mei 2012 | 04:37 WIB

AFP
Kiper Chelsea, Petr Cech, menggagalkan eksekusi penalti pemain sayap Bayern Muenchen, Arjen Robben (nomor 10), pada final Liga Champions, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012).
MUENCHEN, KOMPAS.com — Chelsea menjuarai Liga Champions 2011-2012 setelah menang adu penalti 4-3 atas Bayern Muenchen pada babak final, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012). Adu penalti dilakukan setelah skor imbang 1-1 tak berubah hingga akhir babak tambahan.

Bayern unggul lebih dulu melalui Thomas Mueller pada menit ke-83. Lepas dari pengawalan lawan, Mueller menyundul umpan Toni Kroos masuk ke gawang Petr Cech.

Lima menit berselang, Didier Drogba membawa Chelsea menyamakan kedudukan. Dari tengah kotak penalti, ia menyundul bola kiriman Juan Mata, yang mendesak langit-langit gawang Bayern setelah ditepis Manuel Neuer.

Bayern mendominasi permainan. Sejumlah serangan membuahkan ancaman. Namun, kandas akibat eksekusi yang kurang terukur.

Pada menit kelima, Bastian Schweinsteiger melepaskan tembakan yang diblok Gary Cahill. Bola kemudian dikuasai dan ditembakkan oleh Toni Kroos. Namun, bola meleset dari sasaran.

Chelsea belum memberikan ancaman serius, ketika Bayern melancarkan serangan yang berujung tembakan dari Arjen Robben pada menit ke-21. Untung bagi Chelsea, Petr Cech bisa mengantisipasinya dengan baik.

Selepas menit ke-30, permainan lebih hidup. Meski Bayern masih mendominasi, Chelsea beberapa kali mendapatkan peluang mencetak gol.

Pada menit ke-34, Chelsea mendapat hadiah tendangan bebas yang dieksekusi Juan Mata. Ia menembakkan bola langsung ke arah gawang, tetapi melesat di atas sasaran.

Bayern membalas dengan tembakan Thomas Mueller pada menit ke-36, yang juga tidak mengarah tepat ke sasaran.

Chelsea kemudian melancarkan serangan balik, yang berujung tembakan dari Salomon Kalou. Tembakan Kalou mengarah tepat sasaran, tetapi bisa diantisipasi Manuel Neuer.

Bayern mendapatkan serangkaian kesempatan mencetak gol pada menit ke-40, tetapi kembali gagal memanfaatkannya. Ribery tidak menembak bola dengan sempurna sehingga bola masuk dalam jangkauan Mario Gomez. Namun, Gomez juga gagal melakukan kontak sempurna dengan bola.

Permainan lebih terbuka di babak kedua. Bayern masih mendominasi, tetapi Chelsea juga tampak berusaha keras keluar dari tekanan dan mengalirkan serangan. Aksi saling ancam pun lebih sering terjadi.

Namun, kedua kubu sama-sama bermasalah dengan koordinasi permainan dan penyelesaian akhir sehingga banyak serangan patah di tengah jalan dan peluang emas banyak membuahkan tendangan gawang.

Pada menit ke-60, Robben menembakkan bola kiriman Ribery. Namun, Ashley Cole berhasil mengebloknya. 15 menit setelahnya, giliran tembakan Ribery yang diblok Cole.

Chelsea sempat menyelipkan ancaman pada menit ke-72 melalui Salomon Kalou. Namun, Jerome Boateng bisa mematahkannya dan bola kemudian dikuasai Neuer.

Aksi saling serang kedua kubu tak membuat kedudukan 1-1 berubah hingga akhir babak normal. Mereka pun harus memainkan babak tambahan.

Bayern lebih dulu mendapat peluang emas, berupa hadiah penalti pada menit ke-95, setelah pelanggaran Drogba terhadap Ribery. Arjen Robben, yang dipercaya mengeksekusi, mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang. Petr Cech berhasil membaca arah bola dan menghentikan bola di luar garis gawang.

Chelsea belum membalas ketika Bayern kembali menciptakan serangan yang berujung tembakan Ivica Olic pada menit ke-108. Namun, bola meleset ke sisi kiri gawang Chelsea.

Bayern terus menekan. Namun, skor 1-1 tak berubah hingga akhir babak tambahan. Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak tambahan, Bayern menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 35 usaha. Adapun Chelsea melepaskan tiga tembakan akurat dari sembilan percobaan.
Berikut ini adalah rekaman adu penalti.

Rekaman drama penalti
1. Philipp Lahm - gol (1-0)
2. Juan Mata - ditepis Manuel Neuer (1-0)
3. Mario Gomez - gol (2-0)
4. David Luiz - gol (2-1)
5. Manuel Neuer - gol (3-1)
6. Frank Lampard - gol (3-2)
7. Ivica Olic - ditepis Petr Cech (3-2)
8. Ashley Cole - gol (3-3)
9. Bastian Schweinsteiger - membentur tiang kiri (3-3)
10. Didier Drogba - gol (3-4)

Susunan pemain
Bayern:
1-Manuel Neuer; 44-Anatoliy Tymoschuk, 17-Jerome Boateng, 26-Diego Contento, 21-Philipp Lahm; 39-Toni Kroos, 31-Bastian Schweinsteiger, 7-Franck Ribery (11-Ivica Olic 97), 10-Arjen Robben; 33-Mario Gomez, 25-Thomas Muller (5-Daniel van Buyten 87)

Chelsea: 1-Petr Cech; 24-Gary Cahill, 4-David Luiz, 3-Ashley Cole, 17-Jose Bosingwa; 8-Frank Lampard, 12-John Mikel Obi, 34-Ryan Bertrand (15-Florent Malouda 73), 21-Salomon Kalou (9-Fernando Torres 84); 10-Juan Mata, 11-Didier Drogba

Wasit: Pedro Proenca

Lady Gaga : Bakat, Nyali dan Pemberontak


"Titik balik bagi saya adalah masyarakat gay. Aku punya begitu banyak penggemar gay dan mereka begitu setia kepada saya dan mereka benar-benar mengangkat saya. Mereka selalu akan berdiri oleh saya dan saya akan selalu berdiri di samping mereka. Ini bukan hal yang mudah untuk membuat fanbase." begitu kata Gaga.

"Polri sudah didikte organisasi kemasyarakatan tertentu melarang konser Lady Gaga, karena alasan mempertontonkan maksiat. Saya menilai Polri tidak obyektif."
Eva Sundari, anggota komisi III DPR RI (Antara News)

"Orang Uzbeskistan yang jadi PSK dibuka selebar-lebarnya, sedangkan kelompok musik dunia yang hendak mengekspresikan kehebatan dan kecanggihan budayanya tidak diperbolehkan. Aneh ini. Institusi Kepolisian masih menggunakan pendekatan moralistik tetapi sarat dengan inkonsistensi,"
Benny K Harman, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat (Kompas.com)

"Entah apa itu nama setannya, namun dari video yang pernah saya lihat memang gerakan-gerakan dan tarian dia (Lady Gaga) saat di atas panggung bentuknya seperti sebuah prosesi ritual pemujaan setan,"
Ki Kusumo, Supranatural (inilah.com)              

"Kalau dia (Lady Gaga) jadi pentas, saya akan kerahkan umat Islam Jakarta untuk bubarkan konser tersebut,"
Habib Rizieq, Ketua FPI (liputan6.com)


Penulis pribadi sebenarnya bukanlah penggemar lagu lagu Lady “Mother of  Monster” Gaga. Belum pernah secara serius melihat konser, video clip apalagi mengoleksi rekaman lagu lagu perempuan kelahiran 28 Maret 1986 ini. Sama seperti kasus Irshad Manji, saya juga baru ‘ngeh’ dengan sepak terjang Lady Gaga setelah media berkali kali memberitakannya.

Bernama asli Stevani Joanne Angelina Germanotta, gadis berusia 26 tahun keturunan Itali-Amerika ini di besarkan di lingkungan Katolik Roma. Ayahnya Josseph Germanotta adalah pegawai perusahaan telekomunikasi, dan ibunya Cyntia seperti di gambarkan oleh Gaga adalah pekerja yang selalu berangkat jam 8 pagi dan pulang jam 8 malam di tempat yang sama di mana ayahnya bekerja.

Lady Gaga (kelompok garis keras menyebutnya Ratu Iblis) adalah salah satu dari sekian banyak musisi muda berbakat, bernyali besar dan mewakili jiwa pemberontak kaum muda. Tidak sekedar memiliki paras ayu, Gaga juga penulis lagu produktif dan banyak menelurkan karya karya fenomenal. Gaga tercatat pernah di sewa untuk menulis lagu yang di bawakan Britney Spears, New Kid on the Block, Pussicat Doll dan lain lain. Di debut pertamanya melalui album The Fame (2008) Gaga sukses membukukan penjualan di atas 14 juta kopi. Berbagai penghargaan di sabet wanita yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah Katolik di Manhattan ini. Di tahun 2008 melalui album The Fame, Gaga sukses mendapat nominasi Grammy Award dan memenangkan dua di antaranya. Album keduanya bertajuk The Fame Monster juga tak kalah garang dengan album pertama. Menyabet 6 nominasi dan menggondol satu gelar album terbaik. Konsernya di berbagai belahan dunia menembus rekor sebagai konser dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, tak kurang dari 227.400.000 dolar Amerika. Majalah Time bahkan memasukkan Ibunya Monster ini sebagai salah satu dari 100 tokoh berpengaruh di dunia.

Di luar urusan musik, wanita penggemar Queen dengan fans di dunia maya berjumlah puluhan juta ini juga di kenal sebagai penggiat sosial. Ia aktif dalam kampanye membela hak hak kaum marjinal, kaum gay, kaum transgender dan lain lain. Kedekatannya dengan kaum LGBT menahbiskan Gaga sebagai ikon kaum Gay.

"Titik balik bagi saya adalah masyarakat gay. Aku punya begitu banyak penggemar gay dan mereka begitu setia kepada saya dan mereka benar-benar mengangkat saya. Mereka selalu akan berdiri oleh saya dan saya akan selalu berdiri di samping mereka. Ini bukan hal yang mudah untuk membuat fanbase." begitu kata Gaga.

Tidak cukup hanya di situ, kepedulian sosial Gaga juga di tunjukkan ketika ia menyumbangkan semua hasil konser di Radio City , New York untuk korban Gempa di Haiti 2010. Membantu korban gempa dan tsunami di Jepang dan sebagainya. Ia juga aktif dalam kampanye melawan HIV/AIDS, memperjuangkan hak asasi manusia dan kritis terhadap ketidak adilan.

Melalui yayasan non profit yang ia dirikan, Born This Way Foundation, Gaga giat membantu memberdayakan kaum remaja, memberikan mentoring dan melatih kepercayaan diri. Gaga juga bercita cita mendirikan Panti Asuhan di India. Ide ini muncul dalam kunjungan Gaga ke India dan menyaksikan kemiskinan yang luar biasa.

Lady Gaga memang fenomenal, terlepas dari cara ia berpakaian yang mungkin kurang pas di mata public Indonesia, tapi prestasinya di bidang musik, pembelaannya terhadap kaum marjinal, kepeduliannya terhadap kaum miskin dan tertindas tentu patut kita apresiasi. Merujuk ucapan Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, jangan tiru (Lady Gaga) dari cara berpakaiannya, tapi tirulah prestasinya. Sebuah pesan yang tentu sangat bijak.

Bagi penulis, fenomena Gaga merupakan bentuk perlawanan sosial dari kaum muda yang menghendaki perubahan paradigma berpikir. Bahwa dunia masih menyisakan banyak masalah yang tak kunjung bisa di selesaikan. Diskriminasi sosial, ketidak adilan oleh pemangku kebijakan dan atau agama, kemiskinan dan juga penindasan.

Kaum muda butuh solusi, bukan agitasi murahan apalagi sumpah serapah yang cenderung mencederai perasaan seperti yang jamak kita dengar selama ini. Jika kaum muda lebih mengidolai Gaga daripada pemimpin di negri ini, tentu kesalahan tidak sepenuhnya di timpakan pada Lady Gaga. Harus ada upaya introspeksi, seberapa benar kita melakukan pengawalan terhadap kaum muda. Seberapa bisa kita menjadi teladan bagi kaum muda.

Jika demi menonton Gaga, orang bersedia mengeluarkan uang begitu banyak, sementara untuk mendengarkan tausiah dari para pemimpin, yang bahkan gratispun mereka tidak bersedia, maka itu artinya ada yang salah dalam menerapkan metodenya kepada kaum muda. Ini era tehnologi, dimana setiap orang bisa mengakses informasi begitu luas. Tidak bisa kita menggunakan pendekatan yang arogan, tidak simpatik dan tanpa keteladanan. Bagaimana bisa, kita memaksa kaum muda untuk mentaati hukum, rambu rambu sosial, sedangkan para pemimpin, orangtua dan agamawan berasyik masyuk dengan pelanggaran pelanggaran yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda.


Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

(Manusia Setengah Dewa, Iwan Fals)

Oleh: Dainx Komandan Gubrak

Senin, 14 Mei 2012

Hidup Tergantung Bagaimana Kita Ingin Mewujudkannya....

Yunani Juara Eropa 2004. Tim underdog yg berhasil mewujudkan mimpinya.
Setiap orang memiliki mimpi mengenai kehidupan seperti apa yang ingin mereka jalan. Dan Anda telah mengambil langkah pertama agar semua impian menjadi kenyataan. Sebagai seorang independent Oriflame Consultant, anda dapat menemukan dan membuka peluang tak terbatas untuk mewujudkan impian-impian itu, untuk Anda maupun keluarga Anda.
Tak ada yang membatasi impian Anda, selama Anda tetap berusaha mencapainya. Jadi mulailah merancang masa depan Anda dan lakukanlah secara terus menerus. Jika Anda bisa memimpikannya, Anda dapat melakukannya. (asli kucopas dari consultant manual oriflame)

Jumat, 23 Maret 2012

Nyepi, Andai Sebulan Sekali Bahkan, praktik korupsi hari ini sementara jeda dari jadwal kerja.


Jufri , | Jum'at, 11 Maret 2011, 17:51 WIB
VIVAnews - Saat saya tulis artikel ini, saya sedang menikmati gerimis di sebuah lokasi di Denpasar, Bali. Karena tidak boleh menyalakan lampu, saya terpaksa mengetik dengan diterangi cahaya monitor laptop seadanya. Karena tidak boleh keluar rumah, maka saya pun mengerjakannya di dalam kamar saja. Ya, saya sedang menikmati hari penting umat Hindu di Bali, dan juga di Indonesia, hari raya Nyepi.

Ini pertama kali saya berada di Bali saat Nyepi. Dan, mudah-mudahan bukan terakhir kali. Sebenarnya “suasana nyepi” bukan hal baru bagi saya karena di Pesantren selain di bulan Romadlon setidaknya dua kali seminggu kami mengadakan i’tikaf bersama. Semacam weekly retreat sebagai latihan rutin kami untuk madul konsultansi dan mendekatkan diri kepada ilahi.

Dalam i’tikaf itu, untuk beberapa jam semua penghuni pesantren harus menangguhkan seluruh aktivitasnya. Mereka kudu hening berdiam diri di masjid dan coba menyatu dalam semayam orbit tauhid dengan tetirah wirid. Ini latihan “bermesraan” dengan Yang Maha Rahman.

Tapi, tetap saja ada gangguan karena yang melakukannya hanya kami di pesantren. Sementara di luar komplek, aktivitas tetap ramai seperti biasa dan menghadirkan kebisingan luar biasa di telinga.

Nah, dalam Nyepi ini ada yang berbeda ketika i’tikaf dilakukan orang satu pulau. Saya mendapatkan banyak findings dalam i’tikaf saya kali ini, di Bali, saat Nyepi.

Nyepi sangat lekat dengan empat larangan atau pantangan. Tanpa pekerjaan (amati karya), tanpa menyalakan api (amati geni), tanpa melakukan perjalanan keluar rumah (amati lelungaan) dan tanpa hiburan (amati lelanguan). Empat tanpa itu lebih dikenal dengan istilah Catur Berata Penyepian.

Pada hari itu umat Hindu secara khusyu melakukan tapa, berata, yoga, samadhi untuk menyimpulkan serta menilai Trikaya pribadi-pribadi di masa lampau. Mereka juga merencanakan Trikaya Parisudha, tiga pedoman di masa depan. Tiga pedoman tersebut bertindak sesuai kayika (perbuatan), manacika (pikiran), dan wacika (perkataan). Sebuah proses “monev” suci dan perenungan hubungan pribadi-pribadi dengan sang Pencipta.

Meski menarik dikupas lebih dalam, tapi bukan dalam konteks itu saya ingin berbagi hasil perenungan. Dalam pengalaman pertama saya merasakan suasana Nyepi, potret yang saya ceritakan adalah manfaat substantif Nyepi terkait dengan hajat dan kualitas hidup manusia.

Ketika Nyepi semua orang dilarang menyalakan lampu mulai dari pukul 06.00 sampai jam 06.00 hari berikutnya. Di sini Nyepi memberikan contoh bagaimana praktik menghemat energi, setidaknya selama satu hari penuh. Nyaris tidak ada pemakaian apalagi pemborosan energi. Alam pun seolah tahu hal ini dengan memberikan penerangan cahaya ribuan bintang dan pantulan sinar bulan.

Saya belum menghitung rinci, tapi pastilah banyak energi dan dana bisa dihemat dari larangan ini. Ah, andai saja lebih banyak orang dan daerah melaksanakan ini. Berapa ribu kilowat listrik bisa dihemat dari praktik hidup sehat khas swadaya masyarakat.

Di hari Nyepi semua orang dilarang keluar rumah apalagi berkendaraan di jalan. Meski ada pengecualian untuk orang sakit, tapi tetap saja ada manfaat besar di situ. Hitunglah berapa ribu liter bensin, pertamax dan solar bisa disimpan setelah biasanya dihambur-hamburkan ribuan kendaraan di jalan.

Juga saya bisa rasakan betapa nikmatnya udara penuh oksigen dan bebas dari polusi berbahaya gas buang ribuan kendaraan yang biasanya berlalu lalang. Suara bising kendaraan pun lenyap. Ah, andai saja hal ini lebih sering diselenggarakan. Sekali lagi, seandainya saja.

Untuk menghormati Nyepi, juga ada larangan bunyi-bunyian dan pesta. Tidak seperti daerah lain, di Denpasar café dan diskotek begitu menjamur hampir di setiap kelurahan/banjar. Pada hari biasa, café di lokasi padat penduduk itu menyetel musik jedag-jedug semalam suntuk. Kebetulan saya tinggal di dekat café yang tiap malam disuguhi alunan ribut yang “membangunkan” saya untuk tahajjud.

Yang berbeda, kali ini tidak hanya tahajjud saya bisa berlangsung lega. Tapi suara musik dan suasana café yang biasanya riuh remang, saat itu betul-betul menghilang. Angin pun berdenting hening. Satu lagi gangguan yang diatasi perayaan Nyepi, polusi suara.

Di pagi hari saya disambut kicauan burung menyanyikan chorus indah. Perkutut, kutilang, prenjak, sampai kruwok memainkan alat musik tiup dan nadanya bersama-sama. Dari iramanya, kita bisa mendengar mereka begitu menikmati kebebasan berekspresi setelah berbulan-bulan dibungkam kebisingan manusia. Benar-benar riuh suara mereka tapi justru menghadirkan harmoni alam yang syahdu.

Saat malam datang, saya jelang petang diiringi suara kodok menyanyikan tetabuhan berpadu remix musik etnik lengking suara jangkrik. Mereka joged rapak gendang sambil seolah berteriak lantang, “Aku juga berhak atas bumi ini, wahai manusia”. Ya, di saat manusia berantem tentang haknya, di hari Nyepi, ada makhluk Tuhan selain manusia mendapatkan haknya, animal right-nya.

Selain sepi dari purwarupa suara, kebanyakan orang juga tidak menyalakan televisi selama Nyepi. Meski tidak ada larangan khusus untuk itu, tapi “kesadaran” untuk itu cukup tinggi. Hasilnya, ibu-ibu tidak perlu lagi mendengar gosip murahan infotainment yang bisa mengotori hati.

Konstituen tidak harus menerima suguhan busa-busa lidah para politikus yang menghiasi diskusi-diskusi penuh topeng itu. Konsumen tidak perlu miris menonton iklan-iklan hedonis nan bombastis. Anak-anak juga aman dari tayangan kekerasan. Keluarga terbebas dari sinetron mistik yang membodohi logika dan pentas syahwat yang mengumbar aurat. Meski sebentar, Nyepi menawarkan obyektivitas tanpa bias.

Pasar, mall, dan toko-toko semuanya tutup. Hari ini semua bibir yang biasanya berbohong untuk meyakinkan pembeli, berhenti merugikan pembeli. Kantor-kantor birokrasi juga tutup. Hari ini aksi mark up proyek berhenti. Aksi sogok menyogok yang menjengkelkan seperti dalam iklan sebuah rokok itu juga stop. Praktik korupsi hari ini sementara jeda dari jadwal kerja.

Terminal bus, pelabuhan kapal dan bandar udara juga tidak beroperasi. Hari ini tidak ada penumpang ditipu calo dan dirugikan akibat delay jadwal. Tempat rekreasi dan hiburan semuanya libur. Hari ini pantai melakoni gurah sampah.

Sebagai orang yang awam akan ajaran Hindu, saya tidak tahu doa apa yang dipanjatkan oleh dulur-dulur kita yang sedang semedi di pura-pura maupun di rumahnya. Tapi, saya yakin mereka berdoa untuk kebaikan mereka dan bangsa ini. Maka, untuk kebaikan pulalah saya berusaha memanfaatkan betul keheningan Nyepi ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhanku Allah Yang Maha Suci.

Hening, sepi dan suci adalah sebuah suasana ideal untuk nguzla dan i’tikaf. Sebagai Muslim saya tidak berhak ikut ritual keagamaan Hindu. Tapi, Nyepi dalam dimensi dan pemaknaan hakiki telah melibatkan saya dan umat agama lain dalam suasana religius yang harmoni.

Tentu ada hal-hal lain di balik yang saya sebutkan tadi. Seperti anak-anak yang membutuhkan penerangan lampu, tapi toh ada pengecualian untuk mereka yang punya bayi boleh menyalakan lampu. Orang sakit yang membutuhkan pelayanan, toh ada pengecualian rumah sakit tetap bisa beroperasi.

Pekerja atau pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian, toh mereka bisa merencanakan menyisihkan uang untuk sehari itu, jauh hari sebelumnya. Demikian pula perjalanan untuk kepentingan darurat, ada pengecualian. Sehingga jikapun substansi Nyepi dilaksanakan oleh lebih banyak orang, tidak akan mengganggu kondisi-kondisi khusus tadi.

Dari Nyepi kita bisa menemukan begitu banyak dimensi manfaat yang lebih dari sekedar ritual keagamaan. Seperti halnya puasa dan i’tikaf dalam Islam, Nyepi yang saya rasakan dalam tulisan ini adalah sebuah suasana di mana semua orang secara bersama-sama bersepakat mengekang diri dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Semua demi kebaikan diri, alam dan hubungan dengan Sang Pencipta.

Dalam Islam ada istilah amar ma’ruf atau menyeru pada kebaikan dan nahi munkar atau melarang berbuat kejahatan. Konon amar ma’ruf lebih ringan daripada nahi munkar, karena psikis seseorang ketika disarankan berbuat baik lebih bisa menerima daripada ketika dicegah berbuat salah. Nah, dalam nyepi ini, semuanya berupa nahi/larangan. Sehingga tantangannya besar namun seimbang dengan manfaat yang juga datang.

Ketika energi bisa dihemat, ketika polusi bisa dibabat, ketika kelonggaran maksiat bisa diperketat, ketika korupsi dan manipulasi bisa dicegat, ketika Nyepi memberi banyak manfaat, muncul pertanyaan penuh harap dalam benak saya: mungkinkah “perayaan penuh kesunyian” ini lebih sering kita helat?

Jika saya di pesantren ada kegiatan rutin “nyepi” seminggu dua kali yang kami sebut renungan suci, maka bisalah kita berandai-andai nyepi diadakan sebulan sekali di negeri kita ini. Tidak saja oleh masyarakat Bali tapi di seluruh tanah air kita tercinta.

Dengan niat, cara dan tujuan beragam tergantung keyakinan masing-masing. Asalkan tetap dalam koridor hening, sepi dan penuh aturan mengekang diri. Meski hanya sehari, saya rasa nyepi layak dijalani demi ridlo Ilahi dan harmoni alam yang sejati.

Kalau begitu, bisakah kita usulkan pada diri kita dan para pemimpin negeri untuk mencanangkan gerakan nasional nyepi dalam bingkai kegiatan rutin “i’tikaf sebulan sekali”. Mau? Berani?