OM SWASTIASTU

Semangat Membara Berjiwa Pemenang

Laskar Dewata

BRIGAZ LASKAR DEWATA

Mari Bergabung Bersama Kami

Sekehe Demen BRIGAZ Mendukung Bali Devata

Semangat Puputan

Akan Kembali Menggelora Di Stadion Dipta

TIMNAS MERAH PUTIH

Apapun yang terjadi Merah Putih tetap harus berkibar di langit yang biru

Tampilkan postingan dengan label Hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hindu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

OM SWASTIASTU

http://www.facebook.com/Hindu.Nusantara

Om Swastiastu
Fanspage ini dibuat dengan tujuan untuk mengumpulkan artikel tentang Hindu karena umat Hindu sangat haus dengan informasi Hindu dan agar dapat dengan mudah diakses yang kemudian dapat dipahami dan diimplementasikan kedalam kehidupan sehari hari. Semoga bermanfaat

Om Santih, Santih, Santih, Om

Rabu, 12 Juni 2013

Asal Usul Nama 'Bali'

Foto: Asal Usul Nama 'Bali'

Tahukah nyame Bali bagaimana asal usul nama Bali, tempat berstananya para dewata? Berikut penjelasan singkatnya. Semoga bisa menambah pengetahuan kita.

Kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya abad ke-7 memberikan pengaruh besar pada kehidupan penduduk Bali. Beliau adalah seorang pertapa sakti di Gunung Raung, Jawa Timur.

Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib dari Tuhan untuk bertempat tinggal di sebelah timur Pulau Dawa (pulau Jawa sekarang). Dawa artinya panjang, karena memang dulunya pulau Jawa dan Bali menjadi satu daratan.

Dengan diikuti oleh 800 pengikutnya, beliau mulai bergerak ke arah timur yang masih berupa hutan belantara. Perjalanan beliau hanya sampai di daerah Jembrana sekarang Bali Barat karena pengikut beliau tewas dimakan harimau dan ular-ular besar penghuni hutan. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke Gunung Raung untuk bersemedi dan mencari pengikut baru.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, perjalanan beliau yang kedua sukses mencapai tujuan di kaki Gunung Agung (Bali Timur) yang sekarang disebut Besakih.

Sebelum pengikutnya merabas hutan, beliau melakukan ritual menanam Panca Dhatu berupa lima jenis logam yang dipercayai mampu menolak bahaya. Perabasan hutan sukses, tanah-tanah yang ada beliau bagi-bagi kepada pengikutnya untuk dijadikan sawah, tegalan, rumah, dan tempat suci yang dinamai Wasukih (Besakih).

Di sinilah beliau mengajarkan agama kepada pengiringnya yang menyebut Tuhan dengan nama Sanghyang Widhi melalui penyembahan Surya (surya sewana) tiga kali dalam sehari, menggunakan alat-alat bebali yaitu sesajen yang terdiri atas tiga unsur benda: air, api, dan bunga harum.

Pura Ulundanu
Ajaran agamanya disebut agama Bali. Lambat laun para pengikutnya mulai menyebar ke daerah sekitar, sehingga daerah ini dinamai daerah Bali, daerah yang segala sesuatunya mempergunakan bebali (sesajen).

Bisa disimpulkan bahwa nama Bali berasal dari kata bebali yang artinya sesajen.

Ditegaskan lagi dalam kitab Ramayana yg disusun 1200SM: "Ada sebuah tempat di timur Dawa Dwipa yang bernama Vali Dwipa, di mana di sana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali (sesajen)."

Vali Dwipa adalah sebutan untuk Pulau Vali yang kemudian berubah fonem menjadi Pulau Bali atau pulau sesajen. Tidak salah memang interpretasi ini melihat orang Bali memang tidak bisa lepas dari sesajen dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Sumber : http://ceritadewata.blogspot.com/2011/11/asal-usul-nama-bali.html#more

Tahukah nyame Bali bagaimana asal usul nama Bali, tempat berstananya para dewata? Berikut penjelasan singkatnya. Semoga bisa menambah pengetahuan kita.

Kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya abad ke-7 memberikan pengaruh besar pada kehidupan penduduk Bali. Beliau adalah seorang pertapa sakti di Gunung Raung, Jawa Timur.

Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib dari Tuhan untuk bertempat tinggal di sebelah timur Pulau Dawa (pulau Jawa sekarang). Dawa artinya panjang, karena memang dulunya pulau Jawa dan Bali menjadi satu daratan.

Dengan diikuti oleh 800 pengikutnya, beliau mulai bergerak ke arah timur yang masih berupa hutan belantara. Perjalanan beliau hanya sampai di daerah Jembrana sekarang Bali Barat karena pengikut beliau tewas dimakan harimau dan ular-ular besar penghuni hutan. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke Gunung Raung untuk bersemedi dan mencari pengikut baru.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, perjalanan beliau yang kedua sukses mencapai tujuan di kaki Gunung Agung (Bali Timur) yang sekarang disebut Besakih.

Sebelum pengikutnya merabas hutan, beliau melakukan ritual menanam Panca Dhatu berupa lima jenis logam yang dipercayai mampu menolak bahaya. Perabasan hutan sukses, tanah-tanah yang ada beliau bagi-bagi kepada pengikutnya untuk dijadikan sawah, tegalan, rumah, dan tempat suci yang dinamai Wasukih (Besakih).

Di sinilah beliau mengajarkan agama kepada pengiringnya yang menyebut Tuhan dengan nama Sanghyang Widhi melalui penyembahan Surya (surya sewana) tiga kali dalam sehari, menggunakan alat-alat bebali yaitu sesajen yang terdiri atas tiga unsur benda: air, api, dan bunga harum.

Pura Ulundanu
Ajaran agamanya disebut agama Bali. Lambat laun para pengikutnya mulai menyebar ke daerah sekitar, sehingga daerah ini dinamai daerah Bali, daerah yang segala sesuatunya mempergunakan bebali (sesajen).

Bisa disimpulkan bahwa nama Bali berasal dari kata bebali yang artinya sesajen.

Ditegaskan lagi dalam kitab Ramayana yg disusun 1200SM: "Ada sebuah tempat di timur Dawa Dwipa yang bernama Vali Dwipa, di mana di sana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali (sesajen)."

Vali Dwipa adalah sebutan untuk Pulau Vali yang kemudian berubah fonem menjadi Pulau Bali atau pulau sesajen. Tidak salah memang interpretasi ini melihat orang Bali memang tidak bisa lepas dari sesajen dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.

Sumber : http://ceritadewata.blogspot.com/2011/11/asal-usul-nama-bali.html#more

Pengobatan dengan Gayatri Mantra

OM Bhur Bvah svah, tat savitur varenyam
Bhargo devasya dimahi, diyoyonah pracodayat

Pengobatan dengan Gayatri

A.kalau terkena sihir ilmu tenung leak dll,pegang air dlm gelas depan dada,satukan cipta rasa degan membayangkan kuasa tuhan sambil menarik nafas,umpamakan menrik air api angin,lalu rasakan ,asuk ketubuh dan bersemayam dijantung.ucapkan gayatri mantram dengan menahan nafas 11 kali,kemudian ucapkan om 11 kali.lalu barulah air diminum.dan mengusapkan keseluruh tubuh.lakukan sampe sakit hilang.

B.menghilangkan keresahan galau dn takut.
:rasakan saat menarik nafas dan mengeluarkan sambil merasakan suara om,sampai tarik nafas hitungan ke 9x.lalu ucapkan gayatri mantra dlm hati sungguh2 9x.lalu hembuskan nafas dan usap seluruh tubuh.

C.menghilangkan serangan ilmu hitam,dan gangguan mahluk halus.
ucapkan gayatri mantra sebelum tidur 3x.bangun pagi 7x,ketika menginjakkan kaki ucapkan om sambil berjalan beberapa langkah.lakukan seumur hidup


Foto: Pengobatan dengan Gayatri Mantra

OM Bhur Bvah svah, tat savitur varenyam
Bhargo devasya dimahi, diyoyonah pracodayat        

Pengobatan dengan Gayatri  

A.kalau terkena sihir ilmu tenung leak dll,pegang air dlm gelas depan dada,satukan cipta rasa degan membayangkan kuasa tuhan sambil menarik nafas,umpamakan menrik air api angin,lalu rasakan ,asuk ketubuh dan bersemayam dijantung.ucapkan gayatri mantram dengan menahan nafas 11 kali,kemudian ucapkan om 11 kali.lalu barulah air diminum.dan mengusapkan keseluruh tubuh.lakukan sampe sakit hilang.

B.menghilangkan keresahan galau dn takut.
:rasakan saat menarik nafas dan mengeluarkan sambil merasakan suara om,sampai tarik nafas hitungan ke 9x.lalu ucapkan gayatri mantra dlm hati sungguh2 9x.lalu hembuskan nafas dan usap seluruh tubuh.

C.menghilangkan serangan ilmu hitam,dan gangguan mahluk halus.
ucapkan gayatri mantra sebelum tidur 3x.bangun pagi 7x,ketika menginjakkan kaki ucapkan om sambil berjalan beberapa langkah.lakukan seumur hidup


......................................................................
Namun demikian, dengan lebih sering berjapa Gayatri Mantram kita akan sedikit demi sedikit dapat mencapai kesucian itu. Teruslah berjapa dan jangan pernah bosan. Lambat tapi pasti, ketenangan jiwa akan mulai terasa.

Mantra Gayatri melindungi kita karena Gayatri adalah Annapurna, Ibu Jagat Raya, kekuatan yang menjiwai segala kehidupan. Bila kita dilindungi Annapurna, Tuhan sebagai Ibu, kita tidak perlu menangis untuk pangan atau papan. (Karena itu, kita harus mengucapkan Mantra Gayatri sesering mungkin. Semakin banyak kita mengucapkan Mantra Gayatri, semakin besar manfaatnya bagi kita.(SAI NARAYANA)

Sumber : http://wacanadharma.blogspot.com/2012/04/pengobatan-dengan-gayatri-mantra.html ......................................................................
Namun demikian, dengan lebih sering berjapa Gayatri Mantram kita akan sedikit demi sedikit dapat mencapai kesucian itu. Teruslah berjapa dan jangan pernah bosan. Lambat tapi pasti, ketenangan jiwa akan mulai terasa.

Mantra Gayatri melindungi kita karena Gayatri adalah Annapurna, Ibu Jagat Raya, kekuatan yang menjiwai segala kehidupan. Bila kita dilindungi Annapurna, Tuhan sebagai Ibu, kita tidak perlu menangis untuk pangan atau papan. (Karena itu, kita harus mengucapkan Mantra Gayatri sesering mungkin. Semakin banyak kita mengucapkan Mantra Gayatri, semakin besar manfaatnya bagi kita.(SAI NARAYANA)

Sumber : http://wacanadharma.blogspot.com/2012/04/pengobatan-dengan-gayatri-mantra.html

Kamis, 06 Juni 2013

6 Pura Yang Wajib Anda Kunjungi Selama di Lombok


Om Swastiastu

1. Pura Batu Bolong
Daya tarik utama pura ini adalah karena letaknya menjorok di garis pantai Senggigi dan berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali. Gunung Agung adalah gunung yang disucikan oleh umat Hindu. Mengunjungi pura ini Anda akan merasakan aura spiritualisme yang berpadu dengan keindahan alam. Tempat ibadah ini terdiri dari dua bangunan pura. Yang pertama adalah pura yang terletak di bawah pohon dan berada di dekat pintu masuk setelah menuruni beberapa anak tangga bernama Pura Ratu Gede Mas Mecaling. Sedangkan pura kedua berada di atas karang yang tingginya sekitar 4 meter berada di posisi yang mejorok. Pemandangan paling indah Pura Batu Bolong adalah saat matahari terbenam datang.

2. Pura Gunung Pengsong
Keunikan pura ini adalah karena terletak di ketinggian 200 meter dpl. Jika suasana sedang cerah, kita bisa melihat puncak gunung Rinjani, panorama hijau sawah, Teluk Lembar dan Gunung Agung Bali. Pesona inilah yang membuat Pura Gunung Pengsong disukai wisatawan. Tidak hanya umat Hindu yang tertarik untuk datang, masyarakat umum pun menyukainya. Selain memiliki nilai religi, Gunung Pensong adalah salah satu tempat persembunyian tentara Jepang [ada masa Perang Dunia II.

3. Pura Meru
Pura Meru adalah pura terbesar dan salah satu yang tertua di Lombok. Pura ini menjadi symbol alam semesta dan penghormatan terhadap tiga dewa utama agama Hindu yakni Brahma, Syiwa dan Wishnu. Tidak itu saja, Pura Meru juga mewakili 3 gunung yakni Gunung Agung Bali, Gunung Rinjani dan Gunung Semeru. Uniknya keberadaan Pura Meru ini berdekatan dengan masjid dan gereja. Ketiga tempat ibadah ini mengingatkan kepada kita semua akan pentingnya sebuah toleransi beragama.

4. Pura Lingsar
Pura dengan luas 26 hektar ini betul-betul menunjukkan harmonisasi antara agama Islam dan Hindu. Sehingga tak heran jika ritual 2 agama tersebut dapat berjalan berdampingan tanpa terjadi gesekan. Sebagai simbol menjaga kesucian pura ini maka setiap pengunjung diharuskan untuk menggunakan selendang kuning sebagai tanda penghormatan. Kendati selalu digunakan untuk beribadah dua agama yang berbeda namun dalam setahun sekali ada upacara yang melibatkan umat Hindu dan Islam di pura ini. Upacara itu bernama Perang Topat. Dalam ritual ini mereka “berperang” menggukana topat atau ketupat yang dilemparkan kepada sesama temannya. Maksud dari perang ini adalah sebagai tanda bersyukur atas rejeki yang selalu dilimpahkan oleh Tuhan. Perang Topat biasanya dilakukan pada sebelum musim tanam padi dan sesudah musim penghujan.

5. Pura di Taman Suranadi
Ada tiga kelompok pura di Taman Suranandi yakni Pura Ulon/ Gadoh, Pura Pangentas dan Pura Pabersihan. Pura Ulon adalah pura yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Suranadi. Di dalam pura ini terdapat 2 mata air yakni panglukatan dan Petirtan. Beberapa palinggih dan perlengkapan upacara yang ada dipura ini adalah pamadsana, linggih Batara Gde Lingsar, linggih Batara Bagus Gunung Rinjani, linggih Batara Surya Ngelurah, gedong penyimpenan, padma petirtan, bale pelik, padma panglukatan, bale pamangku, linggih Majapahit, palinggih tirta, kemaliq, bale banten, bale pawedan, bale pererenan/pakemitan, bale gong dan bale kulkul. Di sebelah barat daya Pura Ulon, ada Pura Pangentas. Pura ini merupakan pura terkecil dan paling sederhana dibanding 3 pura lainnya di Suranadi. Sama halnya dengan Pura Ulon, di Pura Pangentas terdapat 3 sumber mata air yakni Pangentas, Panembak dan Tirta Mapepada. Pura ini digunakan sebagai tempat mengambil air saat upacara Pitra Yadnya. Yang terakhir adalah Pura Pabersihan yang terletak di 30 meter barat daya Pura Ulon. Pura ini memiliki mata air Pabersihan. Dulu, pura Pabersihan masih berpagar bambu, namun kini sudah berpagar tembok. Beberapa palinggih dan bangunan pelengkap upacaradi pura ini adalah padmasari, ngelurah, tapasanu, linggih Ida Betara Gde Lingsar, genah Mangku Ngastawa, bale banten, bale pawedan, bale pakemitan dan gedong penyimpenan.

6. Pura Kalasa di Taman Narmada
Di Taman Narmada terdapat Pura Kelasa. Di Pura ini setiap tahunnya diadakan upacara Pujawali untuk menghormati Dewa Batara yang dipercaya tinggal di Gunung Rinjani. Bentuk Pura Kelasa seperti punden berundak dan menjadi salah satu dari pura paling tua di Lombok. Karena sejak awal memang didesain utnuk menyerupai Gunung Rinjani, maka untuk masuk ke Pura Kelasa ini Anda harus melewati puluhan anak tangga.
Om Santih, Santih, Santih Om

Sumber : http://lombok.panduanwisata.com/wisata-religi/6-pura-yang-wajib-anda-kunjungi-selama-di-lombok/

Rabu, 05 Juni 2013

Salam Om Swastiastu (bukan OSA) - Salam Sekaligus Doa

Om Swastiastu,

"Om Swastiastu" merupakan salam pembuka yang biasa diberikan oleh orang bali kepada seseorang yang ditemuinya. adapun maksud dari salam tersebut adalah sapaan sekalugus doa untuk lawan bicara agar orang tersebut selalu diberkahi oleh Tuhan YME.

adapun penjelasan mengenai kata tersebut, dapat dilihat dari percakapan Rsi dengan seorang suyasa.

Setelah sang Suyasa memperbaiki cara duduknya. Rsi Dharmakertipun mulailah:

“Anakku, tadi anakku mengucapkan panganjali: “Om Swastyastu”. Tahukah anakndaapa artinya?

Jika belum, dengarlah! OM adalah aksara suci untuk Sang Hyang Widhi.

Nanti akan Guru terangkan lebih lanjut.

Kata Swastyastu terdiri dari kata-kata Sansekerta: SU + ASTI + ASTU, Su artinya baik, Asti artinya adalah, Astu artinya mudah-mudahan.

Jadi arti keseluruhan OM SWASTYASTU ialah “Semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi”.

Kata Swastyastu ini berhubungan erat dengan simbol suci Agama kita yaitu SWASTIKA yang merupakan dasar kekuatan dan kesejahteraan Buana Agung (Makrokosmos) dan Buana Alit (Mikrokosmos).

Bentuk Swastika ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan galaksi atau kumpulan bintang-bintang di cakrawala yang merupakan dasar kekuatan dari perputaran alam ini. Keadaan alam ini sudah diketahui oleh nenek moyang kita sejak dahulu kala dan lambang Swastika ini telah ada beribu-ribu tahun sebelum Masehi. Dan dengan ucapan panganjali Swastyastu itu anakku sebenarnya kita sudah memohon perlindungan kepada Sang Hyang Widhi yang menguasai seluruh alam semesta ini. Dan dari bentuk Swastika itu timbullah bentuk Padma (teratai) yang berdaun bunga delapan (asta dala) yang kita pakai dasar keharmonisan alam, kesucian dan kedamaian abadi.

Sang Suyasa:

Oh Gurunda, maafkan kalau hamba memotong. Hamba tidak mengira demikian luas maksud dari ucapan panganjali atau penghormatan hamba tadi itu. Betul-betul hamba tidak tahu artinya. Hamba hanya mendengar dmeikian, lalu hamba ikut-ikutan saja.

Rsi Dharmakerti:

Memanglah demikian tingi nilai dari ajaran Agama kita anaknda. Guru gembira bahwa anaknda senang mendengarnya. Ketahuilah bahwa kata SWASTI (su + asti) itulah menjadi kata SWASTIKA. Akhiran “ka” adalah untuk membentuk kata sifat menjadi kata benda. Umpamanya: jana - lahir; janaka - ayah; pawa - membakar; pawaka - api, dan lain-lainnya.



Ingatkah anaknda apa yang Guru pakai untuk menjawab ucapan panganjali itu?Rsi Dharmakerti:

Tidak mengapa anaknda, Guru akan jelaskan bahwa arti kata OM SHANTI, SHANTI, SHANTI itu ialah: Semoga damai atas karunia Hyang Widhi”

Shanti artinya damai. Dan jawaban ini hanya diberikan oleh orang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Sedangkan jawaban atau sambutan terhadap panganjali “Om Suastiastu” dari orang yang sebaya atau dari orang yang lebih tua cukuplah dengan Om Swastiastu yaitu sama-sama mendoakan semoga selamat. Hanya yang lebih tua patut memakai. Om Shanti, Shanti, Shanti terhadap yang lebih muda. Atau dipakai juga untuk menutup suatu uraian atau tulisan.

Sang Suyasa:

Gurunda, maafkan atas kebodohan diri hamba. Akan sangat banyak yang hamba tanyakan supaya benar-benar sirnalah segala kegelapan yang melekat di jiwa hamba.

Gurunda, walaupun kedengarannya agak ke-kanak-kanakan maafkanlah jika anaknda bertanya apa arti agama itu sendiri.

Jangan lupa pengucapannya adalah OM Swastiastu, bukan OSA.. mari kita biasakan untuk mengucapkan OM Swastiastu.

Sumber : http://cakepane.blogspot.com/2010/03/om-swastiastu-salam-sekaligus-doa.html

OM Shanti, Shanti, Shanti OM

Rabu, 31 Oktober 2012

OM Swastiastu..

OM Swastiastu.. Kpada Yth. Parisada Kabupaten/Kota. Berdasarkan hasil rapat koordinasi Parisada dan lembaga keagamaan prov. Lampung menghasilkan keputusan;
1. Menghimbau kepada Umat Hindu diseluruh wilayah agar meredam Isu SARA untuk menghindari konflik lagi.
2. Menghimpun bantuan dalam bentuk: Uang Tunai, Pakaian, bahan makanan (sembako), obat2an.
3. Bantuan uang tunai dpt di Transfer ke rekening

atas nama: Parisada Provinsi Lampung, BRI Cabang Tanjung Karang, No. Rek:0098-01-070740-50-4
Alamat: jl. Mawar Indah, No.2, kelurahan Labuhan Dalam, Tanjung Senang Bandar Lampung
5. Penanggung Jawab: Drs. I Wayan Suwatra. HP. (08127244514), Sekretariat. HP.(085324326111).
(Parisada Provinsi Lampung) edarkan sejauh mungkin sahabat, keluarga, dan saudara yang kita kenal
Om Shanti Shanti Shanti Om

Selasa, 25 September 2012

Doa sehari-hari menurut Hindu

Om Swastyastu

Atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa. penulis akhirnya dapat menulis kembali doa-doa sehari-hari menurut Hindu ini, yang di kutip dari Buku yang di Himpun oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Donggala tahun 2005, buku yang di pergunakan untuk kalangan sendiri.
penulis menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara seiman dan  terutama lebih dikhususkan bagi mereka yang baru memeluk agama Hindu dimana belum mengetahui bagaimana doa sehari-hari menurut Hindu, sehingga penulis ikut serta untuk menyebarkannya. bagi yang kebetulan mampir dan memerlukannya penulis persilahkan untuk meng copynya (gratis), penulis harapkan dapat di mamfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menambah pahala dan ketaqwaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa.
Demi lebih sempurnanya, penulis mempersilahkan menulis saran, komentar, dan sumbangan-sumbangan pemikiran, kritik yang konstruktif dari semua pihak.
Demikianlah, semoga semua pikiran yang baik datang dari segala arah
Om Santi, Santi, santi Om
DOA SEHARI-HARI MENURUT HINDU :
NO MACAM DOA TERJEMAHANNYA
1 DOA BARU BANGUN PAGI : OM JAGRASCA PRABHATA KALASCA YA NAMAH SWAHA OH HYANG WIDHI, HAMBA MEMUJA MU, BAHWA HAMBA TELAH BANGUN PAGI DALAM KEADAAN SELAMAT
2 DOA MANDI : a. CUCI MUKA :
OM CAM CAMANI YA NAMAH SWAHA
OM WAKTRA PARISUDAHA YA NAMAH SWAHA
YA TUHAN, HAMBA MEMUJAMU, SEMOGA MUKA HAMBA MENJADI BERSIH
b. MENGGOSOK GIGI : OM RAHPHAT ASTRAYA NAMAH
OM SRI DEWI BHATRIMSA YOGINI NAMAH
YA TUHAN, SUJUD HAMBA KEPADA DEWI SRI, BHATARI YOGINI, SEMOGA BERSIHLAH GIGI HAMBA
c.   BERKUMUR : OM ANG WAKTRA PARISUDHAMAM SWAHA YA TUHAN, SEMOGA BERSIHLAH MULUT HAMBA
d.  MEMBERSIHKAN KAKI : OM AM KHAM KHASOLKHAYA ISWARAYA NAMAH SWAHA YA TUHAN, SEMOGA BERSIHLAH KAKI HAMBA
e.   MANDI : OM GANGGA AMRTA SARIRA SUDHAMAM SWAHA
OM SARIRA PARISUDHAMAM SWAHA
YA TUHAN, ENGKAU ADALAH SUMBER KEHIDUPAN ABADI NAN SUCI, SEMOGA BADAN HAMBA MENJADI BERSIH DAN SUCI
3 DOA PADA WAKTU MENGENAKAN PAKAIAN : OM TAM MAHADEWAYA NAMAH SWAHA
OM BHUSANAM SARIRABHYO PARISUDHAMAM SWAHA
TUHAN DALAM PERWUJUDANMU SEBAGAI TAT PURUSHA, DEWA YANG MAHA AGUNG, HAMBA SUJUD KEPADAMU DALAM MENGGUNAKAN PAKAIAN INI. SEMOGA PAKAIAN HAMBA MENJADI BERSIH DAN SUCI
4 DOA DIWAKTU MAKAN : a. MENGHADAPI MAKANAN :
OM ANG KANG KASOLKAYA ICA NA YA NAMAH SWAHA, SWASTI SWASTI SARWA DEWA BHUTA PRADHANA PURUSA SANG YOGA YA NAMAH
OH HYANG WIDHI YANG BERGELAR ICANA (BERGERAK CEPAT) PARA DEWA BHUTAN, DAN UNSUR PRADHANA PURUSA, PARA YOGI, SEMOGA SENANG BERKUMPUL MENIKMATI MAKANAN INI
b.  YADNYA SESA : OM SARWA BHUTA SUKKA PRETEBHYAH SWAHA OH HYANG WIDHI, SEMOGA PARA BHUTA SENANG MENIKMATI MAKANAN INI DAN SESUDAHNYA SUPAYA PERGI, TIDAK MENGGANGGU
c.   MULAI MAKAN : OM ANUGRAHA AMRTADI SANJIWANI YA NAMAH SWAHA OH HYANG WIDHI, SEMOGA MAKANAN INI MENJADI AMERTA YANG MENGHIDUPKAN HAMBA
d.  SESUDAH MAKAN : OM DIR GHAYUR ASTU, AWIGHNAM ASTU, çUBHAM ASTU
OM SRIYAM BHAWANTU, SUKKAM BHAWANTU, PURNAM BHAWANTU, KSAMASAMPURNA YA NAMAH SWAHA
OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM
OH HYANG WIDHI, SEMOGA HAMBA PANJANG UMUR, TIADA HALANGAN, SELALU BAHAGIA, TENTRAM, SENANG DAN SEMUA MENJADI SEMPURNA OH HYANG WIDHI, SEMOGA DAMAI, DAMAI, DAMAI, SELALU
5 DOA MEMULAI PEKERJAAN : OM AWIGHNAM ASTU NAMO SIDHAM
OM SIDHIRASTU TAD ASTU SWAHA
YA TUHAN, SEMOGA ATAS BERKENANMU, TIADA SUATU HALANGAN BAGI HAMBA MEMULAI PEKERJAAN INI DAN SEMOGA BERHASIL BAIK
6 DOA SELESAI BEKERJA / BERSYUKUR : OM DEWA SUKSMA PARAMA ACINTYA YA NAMAH SWAHA, SARWA KARYA PRASIDHANTAM
OM SANTIH, SANTIH, SANTIH, OM
YA TUHAN, DALAM WUJUD PARAMA ACINTYA YANG MAHA GAIB DAN MAHA KARYA, HANYA ATAS ANUGRAHMULAH MAKA PEKERJAAN INI BERHASIL DENGAN BAIK SEMOGA DAMAI, DAMAI DI HATI, DAMAI DI DUNIA, DAMAI SELAMANYA
7 DOA MOHON BIMBINGAN : OM ASATO MA SADYAMAYA TAMASO MA JYOTIR GAMAYA MRTYOR MA AMRTAM GAMAYA
OM AGNE BRAHMA GRBHNISWA DHARUNAMA SYANTA RIKSAM DRDVAMHA
BRAHMAWANITWA KSATRAWANI SAJATA
WAHYU DADHAMI BHRATRWYASYA WADHYAYA
TUHAN YANG MAHA SUCI BIMBINGLAH HAMBA DARI YANG TIDAK BENAR MENUJU YANG BENAR. BIMBINGLAH HAMBA DARI KEGELAPAN MENUJU CAHAYA PENGETAHUAN YANG TERANG. LEPASKANLAH HAMBA DARI KEMATIAN MENUJU KEHIDUPAN YANG ABADI. TUHAN YANG MAHA SUCI. TERIMALAH PUJIAN YANG HAMBA PERSEMBAHKAN MELALUI WEDA MANTRA DAN KEMBANGKANLAH PENGETAHUAN ROHANI HAMBA AGAR HAMBA DAPAT MENGHANCURKAN MUSUH YANG ADA PADA HAMBA (NAFSU). HAMBA MENYADARI BAHWA ENGKAULAH YANG BERADA DALAM SETIAP INSANI (JIWATMAN), MENOLONG ORANG TERPELAJAR, PEMIMPIN NEGARA DAN PARA PEJABAT. HAMBA MENUJU ENGKAU SEMOGA MELIMPAHKAN ANUGERAH KEKUATAN KEPADA HAMBA
8 DOA MOHON INSPIRASI : OM PRANO DEWI SARASWATI WAJEBHIR WAJINIWATI DHINAM AWINYAWANTU YA TUHAN DALAM MANIFESTASI DEWI SARASWATI, HYANG MAHA AGUNG DAN MAHA KUASA, SEMOGA ENGKAU MEMANCARKAN KEKUATAN ROHANI, KECERDASAN PIKIRAN, DAN LINDUNGILAH HAMBA SELAMA-LAMANYA
9 DOA MOHON KECERDASAN : OM PAWAKANAH SARASWATI WAJEBHIR WAJINIWATI YAJNAM WASTU DHIYAWASUH YA TUHAN, SEBAGAI MANIFESTASI DEWI SARASWATI, YANG MAHA SUCI, ANUGERAHILAH HAMBA KECERDASAN DAN TERIMALAH PERSEMBAHAN HAMBA INI
10 a. DOA WAKTU MULAI MEMBACA KITAB AGAMA (VEDA) : OM NARAYANA, OM SARASWATI JAYA OH HYANG WIDHI, NARAYANA OH HYANG WIDHI (SARASWATI) SEMOGA HAMBA MENANG (BERHASIL) JAYA
b.   DOA MULAI BELAJAR : OM PURWE JATO BRAHMANO BRAHMACARI DHARMAM WASANAS TAPASODATISTAT TASMAJJATAM BRAHMANAM BRAHMA IYESTHAM DEWASCA SARWE AMRTTNA SAKAMA YA TUHAN, MURIDMU HADIR DIHADAPANMU, OH BRAHMAN YANG BERSELIMUTKAN KESAKTIAN DAN BERDIRI SEBAGAI PERTAMA, TUHAN, ANUGRAHKANLAH PENGETAHUAN DAN PIKIRAN YANG TERANG. BRAHMAN YANG AGUNG, SETIAP MAHKLUK HANYA DAPAT BERSINAR BERKAT CAHAYAMU YANG SENANTIASA MEMANCAR
11 DOA MENGHENINGKAN CIPTA : OM MATA BHUMIH PUTRO AHAM PRTHIVYAH YA TUHAN, SEMOGA KAMI MENCINTAI TANAH AIR INI SEBAGAI IBU DAN HAMBA ADALAH PUTRA-PUTRANYA YANG SIAP SEDIA MEMBELA SEPERTI PARA PAHLAWAN KAMI
12 DOA MEMOTONG HEWAN : OM PASU PASAYA WIMAHE SIRASCADAYA DHIMAHI TANO JIWAH PRACODAYAT SEMOGA ATAS BERKENAN DAN BERKAHMU PARA PEMOTONG HEWAN DALAM UPACARA KURBAN SUCI INI BESERTA ORANG-ORANG YANG TELAH BERDANA PUNIA UNTUK YADNYA INI MEMPEROLEH KESEJAHTERAAN DAN KEBAHAGIAAN. TUHAN HAMBA MEMOTONG HEWAN INI SEMOGA ROHNYA MENJADI SUCI
13 DOA MENGUNJUNGI ORANG SAKIT : OM SARWA WIGHNA SARWA KLESA SARWA LARA ROGA WINASAYA NAMAH YA TUHAN SEMOGA SEGALA HALANGAN, SEGALA PENYAKIT, SEGALA PENDERITAAN DAN GANGGUAN ENGKAU LENYAPKAN SEMUANYA
14 DOA MENDENGAR ATAU MELAYAT ORANG MATI :
OM SWARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU, MURCANTU,
OM KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SWAHA
YA TUHAN YANG MAHA KUASA, SEMOGALAH ARWAH YANG MENINGGAL MENDAPAT SORGA, MENUNGGAL DENGANMU, MENCAPAI KEHENINGAN TANPA DERITA. YA TUHAN AMPUNILAH SEGALA DOSANYA, SEMOGA IA MENCAPAI KESEMPURNAAN ATAS KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN SERTA PENGAMPUNANMU
15 DOA PEMBUKA RAPAT/PERTEMUAN : OM SAM GACCHADWAM SAMWADADWAM SAM WO MANAMSI JANATAM DEWA BHAGAM YATHA PURWE SAMJANANA UPASATE
OM SAMANI WA AKUTIH SAMANA HRDAYANI WAH SAMANAM ASTU WO MANO YATHA WAH SUSAHASATI
OM ANO BHADRAH KRATTAWOYANTU WISTAWAH
YA TUHAN, HAMBA BERKUMPUL DI TEMPAT INI HENDAK BICARA SATU DENGAN YANG LAIN UNTUK MENYATUKAN PIKIRAN SEBAGAIMANA HALNYA PARA DEWA SELALU BERSATU. YA TUHAN, TUNTUNLAH KAMI AGAR SAMA DALAM TUJUAN, SAMA DALAM HATI, BERSATU DALAM PIKIRAN HINGGA DAPAT HIDUP BERSAMA DALAM SEJAHTERA DAN BAHAGIA. YA TUHAN, SEMOGA PIKIRAN YANG BAIK DATANG DARI SEGALA PENJURU
16 DOA MENUTUP RAPAT/PERTEMUAN : OM MANTRAHINAM KRIYAHINAM BHAKTIHINAM MAHESWARA, YAD PUJITAN MAHADEWA PARIPURNAM TAD ASTU ME




AYUWRDHIR YASOWRIDHIH WRIDHIH PRADNYASUKHASRIYAM DHARMA SANTANA WRDHISCA SANTU TE SAPTA WRDHAYAH






OM DIRGHAYUR NIRWIGHNA SUKHA WRIDHI NUGRAHAKAM
OH ISWARA YANG AGUNG, MANTRA KAMI TIADA SEMPURNA, PERBUATAN KAMI TIADA SEMPURNA PULA. KARENA ITU KAMI MEMUJAMU, OH ISWARA YANG AGUNG, SEMOGA KAMI DIKARUNIAI KESEMPURNAAN (DI DALAM MELAKUKAN TUGAS
OH SANGHYANG WIDHI WASE, BERKAHILAH KAMI DENGAN TUJUH PERPANJANGAN : HIDUP LAMA, NAMA HARUM, ILMU PENGETAHUAN, KEBAHAGIAAN, KESEJAHTERAAN, KEPERCAYAAN, DAN PUTERA-PUTERA UTAMA (SEBAGAI GENERASI PERJUANGAN BANGSA)
OH SANGHYANG WIDHI WASA, SEMOGA KAMI SUKSES TANPA HALANGAN DAN MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN ATAS ANUGERAHMU
17 DOA PARA PEDAGANG : OM A WISWANI AMRTA SAUBHAGANI
YA TUHAN, SEMOGA ENGKAU MENGANUGRAHKAN SEGALA KEBERUNTUNGAN YANG MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN KEPADA KAMI
18 DOA SAAT SAKIT / MOHON PERLINDUNGAN MENGHILANGKAN KEGELISAHAN : OM TRAYAM BHAKAM YA JAMAHE SUGHAMDIN PUSTHI WARDHANAM UHRWARU KHAM IWA BHANDHANAT MRITYOR MUKHSYA MAMRITAT OH SANGHYANG WIDHI WASA, YANG MAHA MULIA. KAMI MEMUJAMU, HINDARKANLAH KAMI DARI KERAGUAN INI. BEBASKANLAH KAMI DARI BELENGGU DOSA, BAGAIKAN MENTIMUN LEPAS DARI TANGKAINYA, SEHINGGA KAMI DAPAT BERSATU DENGANMU
19 DOA MENGHILANGKAN RASA TAKUT : OM OM JAYA JIWAT SARIRA RAKSAN DADASIME
OM MJUM SAH WAOSAT MRITYUN JAYA NAMAH SWAHA
OH SANGHYANG WIDHI WASA YANG MAHA JAYA YANG MENGATASI SEGALA KEMATIAN KAMI MEMUJAMU. LINDUNGILAH KAMI DARI MARABAHAYA
20 DOA MENGHINDARI MALAPETAKA : OM SARWA PAPA WINASINI SARWA ROGA WIMOCANE SARWA KLESA WINASANAM SARWA BHOGAM AWAPNUYAT
OM SRIKARE SAPA HUT KARE ROGA DOSA WINASANAM SIWA LOKAM MAHAYASTE MANTRA MANAH PAPA KELAH
OH SANGHYANG WIDHI WASA, TERIMALAH SEGALA PERSEMBAHAN KAMI. ENGKAU MUSNAHKAN SEGALA MALAPETAKA. ENGKAU BEBASKAN SEGALA DERITA, DAN ENGKAU JAUHKAN SEGALA PENYAKIT OH SANGHYANG WIDHI WASA, ENGKAU YANG DIPUJA SEBAGAI PENGUASA ALAM SEMESTA, ENGKAU MENJIWAI INTI SEGALA MANTRA, BEBASKANLAH SEGALA DOSA DAN DERITA, SERTA TUNTUNLAH KAMI KE JALAN YANG BENAR
21 DOA RESEPSI PENGANTIN : OM IHA IWA STAM MA WI YAUS TAM WISWAM AYUR WYASNUTAM KRIDANTAU PUTRAIR NAPTRBHIH MODAMANAU SWE GRHE YA TUHAN, ANUGERAHKANLAH KEPADA PASANGAN PENGANTEN INI KEBAHAGIAAN, KEDUANYA TIADA TERPISAHKAN DAN PANJANG UMUR. SEMOGA PENGANTEN INI DIANUGERAHKAN PUTERA DAN CUCU YANG MEMBERIKAN PENGHIBURAN, TINGGAL DI RUMAH YANG PENUH KEGEMBIRAAN
22 DOA MOHON KETENANGAN RUMAH TANGGA: OM WISOWISO WO ATITHIM WAJAYANTAH PURUPRIYAM AGNIM WO DURYAM WACAH STUSE SUSASYA MANMABHIH
YA TUHAN, ENGKAU ADALAH TAMU YANG DATANG PADA SETIAP RUMAH. ENGKAU AMAT MENCINTAI UMATMU. ENGKAU ADALAH SAHABAT YANG MAHA PEMURAH. PERKENANKANLAH HAMBA MEMUJAMU DENGAN PENUH KEKUATAN, DALAM UCAPAN MAUPUN TENAGA DAN DALAM LAGU PUJIAN
23 DOA KELAHIRAN BAYI : OM BRHATSUMNAH PRASAWITA
OM BRHATSUMNAH PRASAWITA NIWESANO JAGATAH STHATURUB HAYASYA YO WASI SANO DEWAH SAWITA SARMA YACCHA TWASME KSAYAYA TRIWARUTHAM AMHASAH
YA TUHAN YANG MAHA PENGASIH, YANG MEMBERI KEHIDUPAN PADA ALAM DAN MENEGAKKANNYA. IA MENGATUR YANG BERGERAK MAUPUN YANG TIDAK BERGERAK SEMOGA IA MEMBERI RAHMATNYA KEPADA KAMI UNTUK KETENTRAMAN HIDUP DENGAN KEMAMPUAN UNTUK MENGHINDARI KEKUATAN YANG JAHAT
24 DOA ULANG TAHUN KELAHIRAN : OM DIRGAYURASTU TAD ASTU ASTU SWAHA OH SANGHYANG WIDHI WASA SEMOGA BAHAGIA DAN PANJANG UMUR ATAS KARUNIAMU
25 DOA MENOLAK BAYAYA : OM OM ASTA MAHA BAYAYA
OM SARWA DEWA, SARWA SANJATA, SARWA WARNA YA NAMAH,
OM ATMA RAKSAYA, SARWA SATRU, WINASAYA NAMAH SWAHA
OH SANGHYANG WIDHI WASA PENAKLUK SEGALA MACAM BAHAYA DARI SEGALA PENJURU, HAMBA MEMUJAMU DALAM WUJUD SINAR SUCI DENGAN BERANEKA WARNA DAN SENJATA YANG AMPUH. OH SANGHYANG WIDHI WASA LINDUNGILAH JIWA KAMI. SEMOGA SEMUA MUSUH BINASA
26 DOA SEBELUM TIDUR : OM ASATO MA SAT GAMAYA, TAMASO MA JYOTIR GAMAYA MRITYOR MAMRITAN GAMAYA OH SANGHYANG WIDHI WASA, TUNTUNLAH KAMI DARI JALAN SESAT KE JALAN YANG BENAR, DARI JALAN GELAP KE JALAN YANG TERANG HINDARKAN KAMI DARI KEMATIAN MENUJU KEHIDUPAN SEJATI
27 DOA SEBELUM MELAKUKAN HUBUNGAN SUAMI ISTRI (BERSENGGAMA): OM KRUNG KAMA SUPURNA DEWATA MANGGALA YA NAMAH SWAHA YA TUHAN, DEWA ASMARA YANG AMAT SUCI YANG TERUTAMA KAMI HORMATI
DOA PENGASTAWA :

NO MACAM DOA TERJEMAHANNYA
1 ASANA (SIKAP SEMPURNA) : OM PRASADA STHITI ÇARIRA ÇIWA SUCI NIRMALA YA NAMAH SWAHA OH HYANG WIDHI DALAM WUJUD SIWA, SUCI TAK TERNODA, HORMAT HAMBA TELAH DUDUK DENGAN TENANG
2 PRANAYAMA (MENGATUR NAFAS) : a. PURAKA (TARIK NAFAS) :
OM ANG NAMAH
b. KUMBAKA (TAHAN NAFAS) :
OM UNG NAFAS
c. RECAKA (KELUARKAN NAFAS) :
OM MANG NAMAH

OH HYANG WIDHI DALAM AKSARA ANG PENCIPTA, HAMBA HORMAT
OH HYANG WIDHI DALAM AKSARA UNG PEMELIHARA, HAMBA HORMAT
OH HYANG WIDHI DALAM AKSARA MANG PELEBUR, HAMBA HORMAT
3 PENYUCIAN TANGAN : a. TANGAN KANAN :
OM SUDHAMAM SVAHA
b. TANGAN KIRI :
OM ATI SUDHAMAM SVAHA

OH HYANG WIDHI SEMOGA HAMBA BERSIH
OH HYANG WIDHI SEMOGA HAMBA MENJADI SANGAT BERSIH
4 PUJA UNTUK DUPA : OM ANG DUPA DIPASTRA YA NAMAH OH HYANG WIDHI, HAMBA PERSEMBAHKAN DUPA INI
5 MENYUCIKAN KEMBANG : OM PUSPA DANTA YA NAMAH OH HYANG WIDHI, SEMOGA PUSPA INI MENJADI SUCI PUTIH BAGAIKAN GIGI
6 DOA MEMASANG BIJA : a. BIJA UNTUK DIDAHI :
OM ÇRIYAM BHAWANTU
b. BIJA DI BAWAH TENGGOROKAN :
OM SUKHAM BHAWANTU
c. BIJA UNTUK DI TELAN :
OM PURNAM BHAWANTU,
OM KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SWAHA

OH HYANG WIDHI SEMOGA KEBAHAGIAAN MELIPUTI HAMBA
OH HYANG WIDHI, SEMOGA KESENANGAN SELALU HAMBA PEROLEH
OH HYANG WIDHI SEMOGA KESEMPURNAAN MELIPUTI HAMBA, OH HYANG WIDHI SEMOGA SEMUANYA MENJADI BERTAMBAH SEMPURNA
7 PUJA DI PADMASANA : OM ANANTASANA PADMASANA YA NAMAH OH HYANG WIDHI YANG BERSINGGASANA DI PADMASANA / LAMBANG TERATAI SUCI / YANG TIADA TERBATAS, HAMBA MEMUJAMU
8 PUJA DI PEMERAJAN / RONG TIGA : OM BRAHMA WISNU IÇWARA DEWAM, JIWATMANAM TRILOKANAM, SARWA JAGAT PRATISTANAM, SUDDHA KLESA WINASANAM,
OM GURU PADUKA DIPATA YA NAMAH
YA TUHAN, BERGELAR BRAHMA, WISNU, ISWARA YANG BERKENAN TURUN MENJIWAI ISI TRILOKA, SEMOGA SELURUH JAGAT TERSUCIKAN, BERSIH SERTA SEGALA NODA TERHAPUSKAN OLEHMU. YA TUHAN SELAKU BAPAK ALAM, HAMBA MEMUJAMU
9 PUJA DI ULUN SUWI / BEDUGUL / PENGULUN CARIK : OM ÇRI DANA DEWIKA BAWYAM, SARWA RUPA WATI TASYA, SARWAJNAKA MITIDATYAM, ÇRI ÇRI DEWI NAMASTUTE,
OM ÇRI DEWI DIPATA YA NAMAH

YA TUHAN SAKTIMU SELAKU DEWI SRI YANG MAHA DERMAWAN DAN MULIA YANG MENGANUGERAHI SEMUA MAHKLUK DAN SELALU MENYUCIKAN HATI MAHKLUK. YA DEWI SRI KAMI MEMUJAMU
10 UNTUK HARI RAYA SARASWATI : OM BRAHMA PUTRI MAHA DEWI BRAHMANYA BRAHMA WANDHINI SARASWATI SAYAJANAM, PRAJA NAYA SARASWATI,
OM SARASWATI DIPATA YA NAMAH
YA TUHAN, SAKTIMU SELAKU MAHA DEWI DARI BRAHMA, PANCARAN PRADANA DARI BRAHMA, SARASWATI, DEWI BERKEMAMPUAN BERPIKIR, SARASWATI YANG TAK ADA TARA KEBIJAKSANAANNYA. YA DEWI SARASWATI HAMBA MENYEMBAH PADAMU
DOA MENGHATURKAN SESAJEN :

NO MACAM DOA TERJEMAHANNYA
1 PEMERCIKAN AIR SUCI / TIRTA OM MANG PARAMA ÇIWA AMERTA YA NAHAM SWAHA OH HYANG WIDHI PARAMA SIWA DALAM MANG PELEBUR MALA, MENGANUGERAHKAN AMERTA
2 PUJA DEWA PRASTITA : OM ANG DEWA PRATISTHA YA NAMAH OH HYANG WIDHI SEMOGA HYANG WIDHI BERSTANA DALAM KESUCIAN BHAKTI HAMBA, DALAM UCAPAN ANG PENCIPTA ALAM
3 MENGHATURKAN DUPA : OM AGNIR-AGNIR JYOTIR-JYOTIR DUPAM SAMAR PAYAMI -
4 MENGHATURKAN BUNGA MENURUT WARNA : MISALNYA DENGAN BUNGA 5 WARNA :
OM PUSPA PANCA WARNA YA NAMAH SWAHA

-
5 PENYUCIAN SESAJEN : OM KARA MURCYATE, PRAS PRAS PRANAMYA YA NAMAH SWAHA OH HYANG WIDHI, ENGKAU ADALAH OMKARA BENTUK AKSARA SUCI, SEMOGA UPACARA HAMBA MENJADI SEMPURNA, SEMPURNA, SEMPURNA UNTUK BHAKTI HAMBA KEPADAMU
6 NGAYABAN SESAJEN UNTUK PARA DEWA / TUHAN YANG MAHA ESA : OM DEWA AMUKTI, SUKHAM BHAWANTU, PURNAM BHAWANTU, SRIYAM BHAWANTU NAMO NAMAH SWAHA -
7 MENGHATURKAN SESAJEN UNTUK LELUHUR : OM BUKTIANTU PITARA DEWAM, BUKTI MUKTI WARA SWADAH, ANG AH -
8 MENGHATURKAN SEGEHAN : OM BUKTIANTU DURGA KATARA, BUKTIANTU KALAMEWACA, BUKTI ANTU BHUTA BUTANGAH OH HYANG WIDHI, HAMBA MENYUGUHKAN SESAJEN KEPADA DURGA KATARA, KEPADA KALAMAWACA DAN KEPADA BHUTA BHUTANGAH
9 YADNYA SESA : a. UNTUK PARA BHUTA  SAMA SEPERTI YADNYA SESA WAKTU MAKAN :
OM SARWA BHUTA PRETEBYAH SWAHA
b. UNTUK LELUHUR :
OM BUKTIANTU PITARA DEWAM, BUKTI MUKTI WARA SWADAH, ANG AH
c. UNTUK PARA DEWATA :
OM DEWA AMUKTI SUKHAM BHAWANTU, PURNAM BHAWANTU, SRIYAM BHAWANTU, NAMA NAMAH SWAHA
- -
-
PUJA TRI SANDHYA / GAYATRI MANTRAM :
a OM bhūr bvah svah tat savitur varenyam
bhargo devasya dhïmahi
dhiyo yo nah pracodayãt
OM adalah bhur bwah swah, kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemulian Sang Hyang Widhi semoga Ia berikan semangat pikiran kita
b OM nãrãyana evedam sarvam yad bhūtam yacca bhavyam
niskalańko niraňjano
nirvikalpo nirãkhyãtah
śuddo deva eko
narayano na dvit’yo asti kaścit
OM narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa narayana, Ia hanya satu tidak ada kedua
c OM Tvam Sivah Tvam Mahādevah Īsvarah Parameśvarah
Brahmā Visnusca Rudraśca
Purusah Parikīrtitah
OM engkau dipanggil siwa, mahadewa, iswara, parameswara, brahma, wisnu, rudra dan purusa
d OM Pāpo ham pāpakarmāham Pāpātmā pāpasambhavah
Trāhi mām pundarīkāksa
Sabāhyābhyāntarah śucih
Om hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba ini papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba, Sang Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba
e OM Ksamasva mām mahādeva Sarvaprāni hitaňkara
Mām moca sarva pāpebyah
Pālayasva sadā siva
OM, ampunilah hamba Sang Hyang Widhi, yang memberikan keselamatan mahkluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah OH Sang Hyang Widhi
f Om Ksāntavyah kāyikodosah Ksāntavyo Wacika Mama

Ksāntavyo mānaso dosah
Tat pramādāt ksamasva mām

OM Santih, Santih, Santih OM
OM ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelahiran hamba
OM damai, damai, damai OM
***
Tambahan :
Mengapa dalam setiap doa Hindu selalu diawali dengan OM? apa itu OM? Om itu bukanlah Suami dari Tante, atau panggilan untuk menyebut Paman… tetapi pengertian OM disini sangat jauh berbeda dan bukan itu yang dimaksudkan, simaklah sedikit ulasan / pengertian tentang kata Om dalam setiap doa / mantra umat Hindu dibawah ini.
Pengertian Om dalam setiap Doa Hindu
Om adalah seruan yang tertua kepada Tuhan dalam Hindu. Setelah zaman Puranalah Tuhan Yang Mahaesa itu diseru dengan ribuan nama. Kata Om sebagai seruan suci kepada Tuhan yang memiliki tiga fungsi kemahakuasaan Tuhan. Tiga fungsi itu adalah, mencipta, memelihara dan mengakhiri segala ciptaan-Nya di alam ini. Mengucapkan Om itu artinya seruan untuk memanjatkan doa atau puja dan puji pada Tuhan.
OM Berasal dari Kata AUM atau singkatan dari kata ANG UNG dan MANG yang merupakan aksara suci dari Tuhan yang Maha Esa dalam wujud Dewa Trimurti (Brahma = Ang, Wisnu = Ung, dan Siwa = Mang) yang jika dibaca aksara itu menjadi OM, gabungan dari ketiga aksara ini disebut dengan istilah Ong Kara. Aksara Ong-kara inilah sumber dari semua aksara, sehingga disebut wija-aksara, aksara yang maha suci, lambang Dewa Trimurti.
Dalam Bhagawad Gita kata Om ini dinyatakan sebagai simbol untuk memanjatkan doa pada Tuhan. Karena itu mengucapkan Om dengan sepenuh hati berarti kita memanjatkan doa pada Tuhan yang artinya ya Tuhan.
Sumber : http://dewaarka.wordpress.com/2009/09/30/doa-sehari-hari-menurut-hindu/

Kamis, 30 Juni 2011

Apakah Aku Seorang Hindu?

 
AYAH, BOLEHKAN AKU BERTANYA KEPADAMU?
Tentu saja.
AKU AKAN MENGAJUKAN BANYAK PERTANYAAN KEPADA AYAH MENGENAI AGAMA KITA
Silahkan ajukan pertanyaan yang kamu inginkan
DARIMANA SAYA HARUS MULAI?
Mulai dengan pertanyaan pertama yang muncul dalam pikiranmu
OK. APAKAH AKU, SEORANG HINDU?
Tentu. Kita memeluk agama Hindu, karena itu kita disebut orang Hindu, sama seperti orang yang mengikuti agama Kristen disebut Kristen. Dilihat dari satu sisi, agama Hindu adalah suatu upaya pencarian kebenaran tanpa kenal lelah. Sebagai demikian ia adalah agama untuk selamanya. Hanya ada satu Tuhan dan satu kebenaran. Weda-weda menyatakan, “Ekam Sat, Viprah Bahudha Vadanti.” (Hanya ada satu kebenaran, hanya manusia menjelaskan hal ini dengan cara berbeda). Karena itu seorang Kristen, seorang Hindu, seorang Muslim dan seorang Jahudi semuanya satu dan sama. Dilihat dari sisi lain, Hinduisme bukan agama tapi satu cara hidup (a way of life). Hanya demi argumentasi, kita dapat mengatakan bahwa andaikata semua kitab suci Hindu dihancurkan pada suatu hari, agama yang sudah ada sejak zaman dahulu kala ini akan hidup kembali dalam hanya beberapa tahun, karena ia hanya mencari kebenaran yang mutlak.
AYAH, SEBELUM AKU MELANJUTKAN, AKU INGIN MENGINGATKAN ANDA BAHWA AKU ADALAH SE ORANG REMAJA YANG LAHIR DI USA, JADI BEBERAPA DARI PERTANYAANKU MUNGKIN TERDENGAR AGRESIF. AKU HARAP ANDA TIDAK TERSINGGUNG.
Nak, kamu dapat bertanya mengenai apapun yang kamu inginkan. Anggaplah dirimu jaksa penuntut umum, menginterogasi ayah di kursi saksi. Percaya padaku, tidak akan ada petanyaanmu yang menyinggungku. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu selangsung mungkin. Aku tidak akan pernah membalasmu dengan jawaban balas dendam. Lagi pula, aku akan menyertakan ide-ide tentang agama lain dan ilmu pengetahuan dalam jawabanku. Aku harap kamu akan puas.
SEJUJURNYA, DAPATKAH AGAMA HINDU MENGHADAPI INTEROGASI?
Agama Hindu tidak mempunyai masalah menghadapi pertanyaan apapun. Ia tidak perlu bersembunyi dibalik kata-kata Sansekerta yang sulit diucapkan atau dogma spiritual. Sebaliknya ia menyerap ide-ide baru seperti sepon.
Percaya atau tidak, agama Hindu memperkuat dirinya kembali (recharge) dengan pikiran-pikiran modern. Teknologi, psikologi, parapsikologi, astronomi modern, phisika baru dan genetik semua memperkaya agama Hindu.
Dalam agama Hindu kamu dapat berpikir dan berargumentasi mengenai subyek apapun. Kamu bahkan dapat menyatakan “tidak ada Rama maupun Krishna” dan kamu masih tetap seorang Hindu. Agama Hindu tidak memiliki hierarki, tidak memiliki satu badan yang mengatur orang Hindu.
Dalam agama Hindu kita akan jarang menemukan pernyataan dengan “Engkau tidak akan” (Thou shall not). Ketika kamu mempelajari agama Hindu kamu akan menemukan agama ini dipenuhi dengan berbagai jenis ide. Dia memiliki Advaita dan Raja Yoga yang memiliki spiritualitas yang tinggi pada satu sisi dan philafat Charvaka materialistik dan hedonistik yang tidak percaya pada Tuhan dan Weda, pada sisi yang lain, Pada satu sisi pemujaan citra adalah satu bagian dari agama Hindu, dan pada sisi lain, sebagaimana dikatakan oleh philsuf Jerman Max Muller, “Agama Weda tidak mengenal patung.”. Jahala Upanishad mengatakan, “Citra dimaksudkan hanya sebagai alat bantu meditasi bagi orang yang bodoh.”
Mitologi kuno Hindu dipenuhi dengan berbagai macam cerita. Pada satu sisi, Advaita hanya berbicara mengenai Brahman (Yang Tak terbatas), dan lagi pada sisi yang lain, mitologi bicara mengenai ribuan dewa-dewa. Hindu sesungguhnya adalah kesatuan dalam perbedaan. Mengambil satu subyek secara acak (random) dari kitab suci Hindu akan membingungkan kamu. Tapi bila kamu duduk dan mempelajarinya semua, kamu akan mampu memahami kebenaran yang sejati dalam semua kitab-kitab suci Hindu itu. Dewasa ini banyak tersedia buku-buku agama Hindu dalam bahasa Inggris dan lainnya sehingga pengetahuan bahasa Sansekerta bukan suatu keharusan untuk mengerti kitab-kitab suci Hindu
AYAH, SEBELUM ANDA MENJELASKAN LEBIH LANJUT, AKU INGIN MENGAJUKAN SATU PERTANYAAN YANG KRITIS. MOHON JANGAN TERSINGGUNG. PERTANYAANKU ADALAH, WEWENANG APA YANG ANDA PUNYAI UNTUK BERBICARA TENTANG AGAMA HINDU?
Saya senang kamu mengajukan pertanyaan ini. Arjuna, pangeran-ksatria dalam epik Mahabarata, mengajukan pertanyaan yang sama kepada Krishna selama pemaparan Bhagawad Gita, kitab suci Hindu itu. Krishna, sebagai jawaban atas Arjuna, menunjukkan swaroopa (Bentuk dari Yang Tak Berbentuk yang Agung) dan Arjuna yang terkagum-kagum menyaksikan seluruh alam semesta bergerak dalam badan Tuhan. Arjuna mendapat jauh lebih banyak jawaban dari yang dimintanya. Well, aku tidak dapat menunjukkan kepadamu hal seperti itu untuk membuktikan pendapat-pendapatku.
Kamu boleh tertawa, tapi karena bahkan Arjunapun menanyakan kewenangan Krishna, adalah tepat sekali bagimu untuk mengajukan pertanyaan yang sama. Pada sisiku, aku hanya dapat mengatakan bahwa aku hanyalah seorang pencari kebenaran yang sederhana seperti banyak orang lain. Tentu saja aku telah membaca banyak buku (kurang lebih 500) mengenai agama Hindu dan semua agama-agama lain. Maksudku hanyalah untuk meletakkan di hadapanmu sejarah dari agama Hindu dan hal-hal penting yang lain mengenai agama Hindu. Setelah mendengar jawabanku, kamu pada bagianmu sendiri harus menginvestigasi kebenaran dari pernyataanku. Pada saat ini, ijinkan aku mengulangi satu stanza dari kitab suci
Tiada seorangpun tahu apa yang benar dan apa yang salah;
Tiada seorangpun tahu apa yang baik dan apa yang buruk;
Ada satu dewa yang bersemayam dalam dirimu;
Temukan dan ikuti perintah-perintahnya.
Itulah jawabanku. Mohon dimengerti bahwa dewa yang disebut dalam stanza di atas tidak lain adalah “suara hati nurani” (inner voice) mengenainya Aurobindo, mistikus modern Hindu telah menulis berpuluh buku. Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu bahwa semua jawaban final adalah di dalam. Seperti seorang guru Zen, aku ingin mengatakan bahwa mencari jawaban di luar diri adalah sia-sia dan bodoh. Buddhis Zen mengatakan bahwa kebenaran tidak dapat diajarkan melalui kata-kata yang keluar dari mulut dan bahwa pengetahuan yang sejati hanya datang dari pengalaman pribadi.
Sekali lagi please, jangan ambil stanza di atas sebagai lampu hijau bagi perilaku tak bermoral dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan perintah emosi. Emosi dalam diri kita sangat menipu. Emosi itu bisa keluar dengan otoritas intelektual dan membuat setiap tindakan buruk kelihatan memiliki arti. Emosi itu bahkan menipu maharesi besar untuk mempercayai sentimen egoistik pribadi mereka dan bertindak dengan sangat bodoh. Maka hati-hatilah dengan stanza yang aku kutip di atas.
APAKAH AGAMA HINDU SATU-SATUNYA JALAN UNTUK MENCAPAI TUHAN (GOD-REALIZATION)?
Satu hari seorang gentelman berkata kepada seorang Philsuf Amerika yang terkenal bahwa ia telah mempelajari hampir semua philsafat dan agama-agama dunia, dan ia akhirnya yakin bahwa agama Kristen sesungguhnya merupakan satu-satunya philsafat dan agama yang benar. Emerson (Ralph Waldo) menjawab : “Itu hanya menunjukkan, my friend, bagaimana sempitnya anda membaca mereka.” Pernyataan yang sama juga berlaku bagi agama Hindu. Tiada seorangpun mempunyai hak untuk mengatakan agama Hindu adalah satu-satunya jalan. Sesungguhnya, orang-orang Hindu akan merasa absurd untuk mengatakan bahwa agama-agama lain di dunia ini sebagai palsu.
Bagawad Gita (4:11) berkata, “Jalan manapun yang ditempuh manusia untuk mendekati Aku, dengan jalan itu Aku terima mereka; jalan manapun yang mereka pilih pada akhirnya mereka akan mencapai aku.” Dari sloka ini, setiap orang dengan mudah mengerti bahwa agama Hindu tidak memproyeksikan dirinya sebagai satu-satu jalan untuk pengejawantahan Tuhan. Agama Hindu tidak mengklaim monopoli atas kebijaksanaan. Agama Hindu mentoleransi semua bentuk pemikiran. Seorang Yogi Hindu tidak akan pernah mencoba untuk mengkonversi seseorang dari agama lain ke dalam agama Hindu. Sebaliknya ia malah akan mencoba orang tersebut setia kepada agamanya. Bagawad Gita menyatakan :
“Dalam bentuk apapun seorang bhakta menyembahKu dengan yakin, Aku akan membuat ia setia dalam bentuk itu sendiri.” Jadi dalam agama Hindu, kamu dapat memuja Yang Maha Kuasa, yang tidak berbentuk dan abadi, sebagai Krishna, Rama, Hyang Widhi atau yang lain. Selama kamu memiliki keyakinan dalam bentuk Yang Kuasa itu, kamu akan mengikuti satu agama yang benar dan kamu pada akhirnya akan mencapai kebenaran, sekalipun kamu mengikuti bentuk pemujaan yang kasar. Menurut agama Hindu tiada seorangpun akan tersesat.Melalui jalan manapun seorang mencari Tuhan, dia akan selalu berada di jalan Tuhan.
Bila seseorang menyebut “Itu” (It) Krishna, “Itu” akan datang sebagai Krishna. Bila seseong menyebut “Itu” Rama, dia akan datang sebagai Rama. Bahkan bhakta Hindu yang paling terkenal, Maharesi Narada, dalam Sutra kedua dari Narada Bhakti Sutra, menyebut Tuhan dengan nama Asmin, artinya “Itu (That, Tat).” Kaum mistikus Muslim yang besar, kaum Sufi, mengatakan, “Kemanapun kamu memalingkan wajahmu, di sanalah Wajah Allah.”
Dalam semua bentuk pemujaan, pada akhirnya sang pemuja akan mengatasi (transcend) nama dan bentuk dari Tuhan pribadinya (personal God, Istadewata, pen). Lihatlah tulisan-tulisan dari Chaitanya, Sri Ramakrishna Paramahamsa, St. Francis dari Asisi, atau para mistikus Sufi.. Chaitanya menyeru Vital dan Ramakrishna menyeru Ibu Kali. Tapi kita mempelajari semua karya-karya di atas, kita dapat melihat bahwa yang Mutlak yang mereka cari atau ikuti tidak memiliki nama dan berada di luar kemampuan manusia untuk menggambarkannya. Semua dari mereka mulai dengan mengikatkan diri mereka pada satu Istadewata (personal God) dan berakhir dengan satu Yang Maha Kuasa yang abadi dan tidak berbentuk.
Kata ‘Islam’ berarti pasrah kepada kehendak Allah,” dan Allah tidak memiliki definisi yang tepat. Seorang Muslim sejati menyembah Allah yang tidak bernama dan berbentuk, yang sesungguhnya Kekuasaan Yang Tertinggi. Kaum Muslim keberatan dengan sebutan “Mohammedanism” karena kata itu mengandung arti pemujaan kepada Mohammad. Kaum Muslim tidak pernah memuja Muhammad. Seluruh orang Muslim percaya pada kalimat sahadat : “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusanNya.” Allah adalah seperti Tao dari Taoisme, Brahman dari agama Hindu, Ayin dari mistik Yahudi Kabblah, atau Jehovah (Aku, I Am) dari Perjanjian Lama. Dia tidak bernama, tidak dapat didefinisikan, kekuatan atau mahluk murni dari mana segala sesuatu berasal.
Tidak ada agama yang memiliki hak monopoli atas Tuhan. Mengatakan itu persis sama dengan mengatakan “Matahari hanya terbit di New York dan (hanya) terbenam di pantai Honolulu. Matahari yang bersinar di kolam-kolam rumah-rumah besar (mansion) di Berverly Hill dan New York juga bersinar di kampung-kampung kumuh di Kalkuta atau Jakarta di gurun-gurun pasir di Arab. Sama halnya, Tuhan yang kamu lihat dalam Bagawad Gita adalahTuhan yang sama yang kamu lihat dalam Injil atau Al Qur’an
APAKAH AGAMA HINDU PERCAYA DENGAN KONVERSI SECARA PAKSA?
Sama sekali tidak. Seorang penganut Hindu sejati tidak akan melakukan proselitasi (mencari pengikut baru dari orang-orang yang sudah beragama lain), tapi orang-orang Hindu dengan gembira akan menerima setiap orang yang ingin masuk Hindu karena mencintai nilai-nilai atau ajaran Hindu. Bagawad Gita mendesak semua orang untuk mengikuti agama dimana orang itu lahir. Orang-orang Hindu tidak pernah membuat janji-janji palsu kepada orang yang baru masuk Hindu.
Sama seperti orang Hindu, orang-orang yang beragama Yahudi juga toleran terhadap keyakinan lain. Orang-orang Yahudi juga tidak pernah membujuk orang lain untuk ikut agama mereka. Tentu saja banyak orang lain yang masuk agama Yahudi, tetapi orang-orang Yahudi tidak pernah mempropagandakan agama mereka secara aktif. Untuk sebatas tertentu, sama seperti agama Hindu, agama Yahudi juga merupakan satu cara hidup (a way of life)
Lagipula orang Hindu melihat agama sebagai satu ilmu dasar (basic science). Pernahkah kamu mendengar seseorang dikonversikan kedalam ilmu kimia India, Phisika Inggris? Karena itu akan terasa absurd bahkan hanya untuk membicarakan konversi. Hanya ada satu kebenaran. Semua dari kita memiliki hak yang sama terhadap kebenaran itu, sama halnya kita memiliki hak yang sama terhadap Effect Raman India, Teori Quantum dari Yahudi-Jerman Einstein, atau percobaan Edison yang orang Amerika. Bagawad Gita, Injil, Torah, Qur’an, Dammapada, dan kitab suci lainnya terbuka bagi semua orang.
Semua kita memiliki hak yang sama untuk mengutip Krishna dan Lao-Tse dan Socrates dan Mohammad dalam kalimat yang sama. Sama seperti ilmu pengetahuan yang terbuka bagi setiap orang, demikian juga semua agama.
APAKAH AGAMA HINDU TOLERAN TERHADAP AGAMA-AGAMA LAIN?
Dalam agama Hindu, toleransi bukan hanya sekedar soal kebijakan tetapi merupakan satu keyakinan dasar (an article of faith). Sejarahwan seperti H.G. Wells mengatakan bahwa raja-raja Hindu sesungguhnya menerima dengan tangan terbuka misionaris Kristen, kaum fakir Islam dan biksu Buddha untuk pertukaran pikiran yang bebas. Sebenarnya, raja Hindu terbesar, Ashoka (269-232 SM), mengganti agamanya menjadi Buddhis dan menyebarkan agama Buddha ke seluruh India. “Hukum Dharma” atau kebenaran dan inskripsi epigrafi yang ditinggalkan oleh Ashoka di berbagai batu karang dan pilar di seluruh India sama bersejarahnya dengan “Bill of Rights” dari USA. Anakku, bila kamu ingin belajar mengenai satu-satunya raja di seluruh sejarah India, maka raja itu adalah Raja Ashoka. H.G. Wells, yang tidak pernah memberikan pujian kepada raja manapun dalam buku sejarah dunia yang ditulisnya, membuat satu pengecualian mengenai Ashoka dan menulis, “nama Ashoka bersinar terang sendirian, satu bintang dalam sejarah dunia.”
Salah seorang rasul Kristen terbesar, Saint Thomas, datang ke Madras India untuk menyebarkan agama Kristen di India, dan meninggal di Mylapore, Madras. Adalah fakta bahwa pada tahun 70 AD, ketika orang-orang Roma menjadikan orang-orang Kristen sebagai makanan singa di Eropa, di Kerala orang-orang Kristen menyembah Saint Thomas di gereja. Bahkan dewasa ini, ketika orang-orang Yahudi dianiaya di seluruh dunia, di Cochin, India, mereka memiliki kebebasan tak terbatas untuk beribadah di Synagoge. (Orang Yahudi datang ke India pada abad 5 A.D). Sesungguhnya banyak orang Yahudi yang dikirim ke Israel dari Kerala telah kembali lagi ke India karena ini adalah negeri yang sangat toleran. Dewasa ini, ketika orang Yahudi tidak boleh dikonversi menjadi Kristen di Israel, ketika orang tidak boleh membawa Injil di Arab Saudi, dan ketika orang Muslim tidak boleh dikristenkan di Malaysia, ribuan orang Hindu di India dikonversi menjadi Kristen. India kini memiliki seminari Katolik yang terbesar di dunia – hampir 3,856. (Dewasa ini ada gerakan dari organisasi Hindu untuk mengkonversi kembali orang-orang Hindu yang beralih agama sebelumnya. Missi Kristen sering menimbulkan ketegangan dengan orang-orang Hindu di India. Tahun lalu satu keluarga missi Protestan dari Australia dibunuh dalam mobilnya. Orang-orang Hindu di India kini tampaknya menyadari toleransi tidak berarti menerima segalanya. Sikap toleran tanpa batas ini merugikan orang-orang Hindu sendiri. Seperti dikatakan oleh philsuf besar Hindu, Sarvepalli Radhakrishnan, Hindu menderita karena toleransinya, pen).
Seorang penganut Hindu sejati tidak pernah mencerca agama lain. Dia menerima kebenaran yang ada pada setiap agama. Seorang suci Hindu dengan bahagia membaca Bible atau Qur’an pada para pengikutnya. Swami Vivekananda berkata, “Saya bangga menjadi pemeluk satu agama yang mengajarkan kepada dunia toleransi dan penerimaan universal. Kita percaya tidak hanya pada toleransi universal, tapi kita menerima bahwa semua agama sebagai benar. Seperti sungai yang berbeda yang memperoleh mata air mereka di sumber yang berbeda, semuanya menjadi satu di samudera, demikianlah jalan yang berbeda yang dijalani oleh tiap orang dengan kecenderungan yang berbeda, sekalipun beragam tampaknya, bengkok atau lurus, semua menuju Tuhan.”
AYAH, APAKAH ORANG HINDU DIIJINKAN MEMPELAJARI AGAMA-AGAMA LAIN?
Tentu saja, anakku. Agama Hindu tidak saja mengijinkan tapi sesungguhnya mendorong kita untuk mencari kebenaran dari segala sumber. Agama Hindu secara tegas melarang perbandingan dari metoda-metoda lain untuk penggejawantahan Tuhan (God realization), karena semua metoda adalah benar dan semua membawa para pemuja pada Tuhan. Setelah mempelajari agama Hindu dengan baik, seorang Hindu harus membaca dan mempelajari semua agama-agama lain yang benar. Dengan demikian dia melihat agama Hindu sebagai ensiklopedi dari agama-agama. Bila seorang mengetahui agama Hindu dengan baik, maka Bible, Qur’an dan Adi Grantha (kitab suci agama Sikh) akan menjadi bacaan menarik.
Salah satu dari Purana Hindu yang besar, Srimad Bhagawatam mengatakan, “Seperti lebah madu mengumpulkan tetesan madu dari bunga-bunga yang berbeda, orang bijaksana menerima saripati dari kitab suci yang berbeda dan melihat hanya hal-hal yang baik dalam semua agama.” Dengan ideologi semacam itu, seorang Hindu seharusnya terdorong untuk membaca semua buku-buku agama-agama dunia.
AYAH, APAKAH AGAMA HINDU MEMPUNYAI PAUS?
Tidak. Seperti telah aku katakan sebelumnya, dalam agama Hindu tidak ada hierarki jabatan. Seorang dari maharesi zaman dulu, Adi Sankara, mendirikan 4 pertapaan di sudut-sudut India yang berbeda, yang secara populer dikenal dengan nama Sankaramath. Pertapaan itu ada di Sringeri (Mysore), Badrinath (Himalaya), Dwaraka (Gujarat) dan Puri (Orissa). Pendeta kepala pada tiap pertapaan itu disebut Sankaracharya, dan para pendeta di pertapaan itu mengajarkan seluruh aspek agama Hindu kepada orang Hindu. Tentu saja, pertapaan ini tidak mempunyai kekuasaan untuk mengatur kehendak pribadi dari orang Hindu. Ada banyak pertapaan di India di luar dari empat yang aku sebutkan di atas. Semuanya bebas satu sama lain, semua mengajarkan nilai-nilai dan cita-cita Hindu dengan cara-cara mereka sendiri tanpa mengkeritik yang lain.
Tiada seorangpun di keluarkan dari agama Hindu (excommunicated), dan tidak seorangpun dihukum (karena memiliki pemikiran yang berbeda,pen) dalam agama Hindu. Agama Hindu pernah memiliki orang-orang revolusioner seperti Buddha (yang menolak mengakui otoritas Weda-Weda) dan Adi Sankara (yang menyebarkan phalsafah Advaita), tapi agama Hindu tidak pernah memiliki Martin Luther dan tidak akan pernah, karena agama Hindu terbuka terhadap segala macam kritik dari segala arah.
AYAH, APAKAH MUNGKIN MENGEKSPRESIKAN “KEBENARAN YANG HALUS (SUBTLE TRUTHS)” DALAM BAHASA YANG SEDERHANA? DAPATKAH PIKIRAN MANUSIA MENYADARI KEBENARAN TERAKHIR (ULTIMATE TRUTHS)?
Aku menjawab “tidak” untuk pertanyaanmu. Agama Hindu dimulai dengan Sruti, “itu yang terdengar”. Guru-guru zaman Weda yang seperti Kristus, yang disebut Rishi, mendengar kebenaran abadi dalam hati dan pikiran mereka dan mengajari para murid mereka secara telepathi, melalui transfer pikiran yang sebenarnya. Baru kemudian bahasa seperti Sansekerta dan Pali muncul. Untuk jangka waktu yang sangat lama belum ada teks tertulis. Weda-Weda dan Upanishad diajarkan melalui sloka-sloka yang dinyanyikan (chanted lyrics)
Kita tahu bahwa pikiran adalah media yang paling baik untuk mewujudkan ilmu pengetahuan, tapi karena kita tidak dapat mentransfer pikiran, kita mengungkapkannya dalam bahasa-bahasa. Bahasa verbal lebih baik dari bahasa ucapan dalam menyatakan pikiran-pikiran. Sansekerta, Pali, Latin, Yunani dan Ibrani dipergunakan untuk menyatakan pikiran-pikiran di zaman dahulu. Dikatakan bahwa konon Jesus berbicara dalam bahasa Armenia dan beberapa tahun setelah penyalibannya Perjanjian Baru ditulis dalam tiga bahasa : Ibrani, Aramaic dan Yunani. Perjanjian Baru masih memelihara beberapa pernyataan dalam bahasa Aramaic seperti “Eli, Eli, Lama Sabachthani” – “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkanku (“My God, my God, why has Thou forsaken me?”) (Matthew 27:46). Dalam abad 15, versi pertama Injil dalam bahasa Inggris ditulis oleh William Tyndale (1525). Malangnya, dia dituduh bidaah (menghujat Tuhan) dan kemudian dibakar hidup-hidup di tiang pancang.
Setelah Tyndale, berturut-turut tujuh versi Injil ditulis dalam bahasa Inggris, versi terakhir, versi King James, yang paling populer, dikompilasi oleh sejumlah besar teolog dibawah pimpinan Raja James dari Inggris dalam tahun 1611. Malangnya, bahkan edisi pertama dari versi King James ini mengandung lebih dari 300 kesalahan di dalamnya (‘How We Got the Bible’, Neil R. Lighfoot). Ini hanya menunjukkan bagaimana sulitnya menuliskan pikiran dalam kata-kata. Terpisah dari itu, Injil itu penuh dengan angka-angka simbolis. Misalnya, 666 adalah untuk Antikristus dan 12 adalah untuk kemampuan spiritual. Semua hal-hal baik diasosiasikan dengan angka 12 : duabelas rasul, duabelas anak Jacob, duabelas suku Israel, duabelas pintu surga, dst. Dengan dasar simbolisme seperti itu, terjemahan Injil akan menjadi lebih sulit lagi.
Dewasa ini bahasa Inggris dipergunakan oleh masyarakat secara luas – vokabolarinya sudah berkembang demikian maju, dan menjadi alat utama untuk menyampaikan pikiran-pikiran. Jadi bahasa Inggris mungkin satu-satunya bahasa di dunia yang dapat menyampaikan kebenaran dalam bentuk yang dapat dimengerti. Kita beruntung, kita juga mempunyai matematika, phisika dan ilmu lainnya yang membantu kita untuk memahami kebenaran yang halus dewasa ini.
Lagipula, pengertian adalah suatu yang sangat pribadi. Misalnya, “E=mc2″ mungkin hanya beberapa huruf bagi orang biasa, tapi bagi mahasiswa sains angka itu berbicara banyak sekali. Jadi kebenaran abadi hanya dapat dimengerti bila kita berkembang cukup tinggi untuk memahaminya. Ini juga benar untuk agama Hindu, Kristen, Islam dan agama-agama lain.
Taoisme mengatakan bahwa impresi (kesan) dari kehidupan tidak dapat disampaikan dengan kata-kata. Mistikus China Lao-Tse mengatakan, “Dia yang tahu tidak pernah mengatakan. Dia yang mengatakan tidak pernah tahu.” Ini menunjukkan bahwa kebenaran yang halus memang sulit sekali untuk dinyatakan dengan kata-kata, karena kata-kata akan mencoba membatasi ukuran mereka. Adalah benar untuk menyimpulkan bahwa pikiran manusia tidak akan pernah dapat membayangkan kebenaran terakhir dari alam semesta.
Memang Einstein mencoba untuk mengembangkan “a unified field theory” (apa terjemahannya ini? pen.) untuk menjelaskan teka-teki dari alam semesta, tapi ia gagal dengan sangat menyedihkan.. Akhirnya ia mengakui kekalahannya dan berkata ; “Pikiran manusia tidak mampu memahami alam semesta. Kita seperti anak kecil memasuki perpustakaan yang maha besar.” Gauthama Buddha dengan jelas mengatakan bahwa hanya dengan mengatasi eksistensi manusia, seseorang dapat memahami realitas tertinggi. Itulah mungkin alasannya mengapa Buddha, yang meninggalkan negara sebagai seorang pangeran muda untuk memperoleh penyembuhan yang cepat (instant remedy, obat mujarab) bagi usia tua dan kematian, kembali dengan delapan jalan ke Nirwana yang terkenal. Andaikan ada jawaban siap pakai bagi teka-teki alam semesta, guru-guru agung seperti Buddha sudah pasti akan menyerahkannya kepada dunia. Karena jawaban-jawaban mereka samar-samar (ambiguous) bagi hampir semua dari kita, kita harus menghadapi kenyataan bahwa kebenaran terakhir ada di luar pikiran dan di luar persepsi dualitas.
Dewasa ini, terikat pada kursi rodanya, tidak mampu bicara karena dilumpuhkan oleh satu penyakit yang tak dapat disembuhkan, ahli phisika Inggris yang besar Stephen Hawking mencari Grand Unification Theory (sekali lagi, apa ini terjemahannya, teman-teman phisikawan mungkin bisa bantu, pen.) yang akan menjelaskan semua teka-teki alam semesta. Apakah ia akan berhasil? Apakah ia akan sanggup membuka kunci misteri alam semesta? Ini sebuah pertanyaan yang berharga satu miliar dolar. Alam semestanya Isaac Newton sudah sempurna, linear dan dapat diduga. Alam semestanya Einstein jadi agak tidak dapat diduga dan mengambil satu pola gelombang (took on wave patterns, nah ini lagi?pen.). Para ilmuwan dewasa ini menyatakan bahwa alam semesta agak kacau dan tak dapat diduga.
APAKAH AYAH BETUL-BETUL BERPENDAPAT BAHWA KATA-KATA DAPAT SALAH DITERJEMAHKAN DAN SALAH DIMENGERTI?
Ya memang. Karena kekurangan kata-kata dalam bahasa Aramaik, Kristus dipaksa menggunakan kata-kata seperti “Kerajaanku,” dan “Aku adalah Raja” untuk menjelaskan kebenaran yang halus mengenai spritualitas kepada rakyat. Tapi kata-kata yang sama itu membuat orang-orang Roma marah, karena ‘kerajaan” dan “raja” memiliki arti yang sama sekali berbeda bagi mereka.
Lihat pada kehidupan para Sufi. Seperti guru-guru Hindu yang sudah mendapat pencerahan mengatakan “Aku Brahman” (Jiwa), masing-masing dari mereka (para Sufi itu) mengatakan “Aku Tuhan”. Tapi kaum fundamentalis Islam pada zaman itu tidak dapat menangkap makna sejati dari ucapan kaum Sufi besar itu, dan semua Sufi itu dihukum mati. Sepanjang sejarah kamu dapat menemukan banyak contoh dari kesalah-pahaman semacam itu yang disebabkan oleh kemiskinan vokabulari dalam bahasa. Kristus berkisah dengan parabel, dan kita juga mempunyai kisah-kisah mitologis untuk menjelaskan kebenaran yang halus dari alam. Aku rasa andaikata Krishna, Buddha atau Kristus datang kembali dewasa ini, mereka akan menggunakan elektron, DNA, elektromagnetik dan konsep-konsep ilmiah lain untuk menjelaskan kebenaran yang halus itu.
AYAH, APAKAH ANDA PIKIR SEJARAH DAN TRADISI MEMILIKI PERANAN PENTING DALAM SETIAP KITAB SUCI AGAMA?
Tepat demikian adanya. Sejarah agama Hindu berkembang secara amat perlahan. Itulah sebabnya mengapa dalam Rig Weda, kita melihat satu masyarakat nomad yang baru menetap di tepi-tepi sungai Indus, menyembah segala macam dewa-dewa alam dan mengatakan : “Pada akhirnya, siapa yang tahu, siapa yang dapat mengatakan dari mana semuanya ini datang dan bagaimana penciptaan terjadi?”
Lihatlah kitab suci yang paling tua, Manusmerti. “Hukum Manu” sesungguhnya adalah sejarah dari suatu masyarakat nomad yang berakar pada tepi-tepi Sungai Indus. Selama periode Rig Weda bangsa Arya selalu terlibat dalam peperangan, dan minum dan judi merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya mereka. Yang meminum Sura dikenal sebagai Para Sura atau Dewa, dan yang menolak meminum minuman ini dikenal sebagai Asuras. Kamu akan melihat bahwa Manu membatasi kebebasan manusia dalam berbagai cara. Dia juga meletakkan dasar-dasar sistem kasta.
Sama halnya, lihat dalam Exodus di Perjanjian Lama. Dalam menceritakan kepada kita eksodus dari orang Jahudi dari Mesir, kitab ini menggambarkan satu masyarakat yang mengampuni perbudakan. Perjanjian Lama adalah sejarah sebenarnya dari orang Jahudi pada zaman itu. Jadi saya sepenuhnya setuju dengan kamu, hampir semua kitab suci di dunia ini merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah dan tradisi.
APAKAH METAPORA MERUPAKAN SATU BAGIAN DARI KITAB SUCI?
Mungkin banyak yang tidak setuju denganku, tapi aku harus mengatakan bahwa metapora merupakan bagian utuh dari kitab suci semua agama. Penyair dalam diri orang suci telah mengambil bagian dan menulis ketentuan-ketentuan atau isi dalam hampir semua kitab suci agama-agama dunia. Kita akan segera menemukan baris-baris yang sama seperti “Pemakan Teratai” (Lotus Eaters) dari Tennyson dalam semua kitab suci agama-agama dunia.
Karena itu kitab-kitab suci agama-agama harus di scan untuk mendapat arti yang tepat dari pada mengangap benar setiap kata yang tertulis. Kita akan melakukan kesalahan yang amat besar kalau kita mencoba manganalisis arti harfiah dari kitab-kitab suci itu. Sesungguhnya, pada tanggal 14 Desember 1990, Paus Johanes Paulus II mengingatkan orang-orang Kristen atas penerjemahan secara literal dari Bible. “Buku-buku dari Bible memiliki Tuhan sebagai pengarang, tetapi manusia yang menyusun buku-buku itu juga adalah pengarang yang sebenarnya.” Dia menambahkan bahwa arti esensial dari Bible akan hilang dalam terjemahan yang didasarkan secara tegas pada fakta-fakta yang dapat diamati.
APAKAH ANDA MENGATAKAN BAHWA ADA SEORANG PENYAIR DALAM SETIAP ORANG SUCI (NABI, RASUL, MAHARESI), DAN BAHWA SEMUA TULISAN-TULISAN DAPAT TERDIRI ATAS KEBENARAN DAN JUGA UNSUR-UNSUR DARI IMAGINASI ORANG SUCI ITU?
Kamu mengatakan hal itu dengan benar. Aku tidak akan dapat mengatakan dengan kata-kata yang lebih baik. Jadi semua kitab suci tidak harus diikuti kata demi kata, tapi kitab-kitab suci itu discan untuk menemukan kebenaran. Ini berlaku untuk agama Hindu dan semua agama lain termasuk agama Kristen.
AYAH, SIAPAKAH ORANG ATHEIS ITU? APAKAH ORANG ATHEIS DAN ORANG AGNOSTIK ITU SATU DAN SAMA?
Kata “theism” berarti “percaya pada Tuhan atau Dewa-Dewa.” Jadi kata “atheism” berarti tidak adanya keyakinan akan Tuhan, atau keyakinan bahwa Tuhan atau Dewa-Dewa itu tidak ada dalam bentuk apapun. Jadi secara singkat, seseorang yang tidak percaya pada adanya Tuhan adalah seorang atheis.
Seorang agnostik, pada sisi lain, adalah seorang yang percaya bahwa ada sesuatu di luar pikiran manusia. Seorang agnostik mungkin percaya mungkin pula tidak percaya pada Tuhan. Jadi seorang agnostik bisa seorang theis atau seorang atheis. Istilah “gnostic” atau “agnostic” dibuat oleh philsuf-pemikir Thomas Huxley pada tahun 1869. “Gnostic” berasal dari akar kata “gnosis”, artinya “mengetahui” (to know).
Penjelasan terbaik dari kedua istilah ini terdapat dalam Catholic Encyclopedia sebagai berikut : “Seorang agnostic bukanlah seorang atheis. Seorang atheis menolak keberadaan Tuhan, sesorang agnostik mengakui ketidak-tahuannya mengenai keberadaaan Tuhan. Bagi orang agnostik, Tuhan mungkin ada, tapi akal tidak dapat membuktikan keberadaan atau ketidak beradaanNya.”
APAKAH ANDA HENDAK MENGATAKAN KEBANYAKAN ORANG ADALAH AGNOSTIK?
Saya hendak mengatakan beberapa intelektual agnostik, tapi pada saat yang sama, kebanyakan massa yang tidak terdidik adalah orang-orang beriman. Kebanyakan agama menggunakan ketakutan kepada Tuhan dan neraka untuk membuat rakyat percaya kepada agama itu. Tapi hal ini tidak akan pernah kamu temui dalam agama Hindu, dimana seorang yang percaya, seorang atheis dan seorang agnostik dapat hidup berdampingan dengan bahagia. Mari kita lihat kasus Bertrand Russell. Banyak yang melihat dia sebagai seorang atheis, tapi ia sesungguhnya seorang agnostik. Dia mempertanyakan segalanya tapi ia tidak pernah sampai pada satu kesimpulan. Satu-satunya kesalahan yang ia lakukan adalah menulis satu buku berjudul “Why I Am Not a Christian.” Dia seharusnya tidak memberi judul bukunya seperti itu, sebab ia tidak memiliki hak untuk melukai perasaan jutaan pemeluk teguh agama Kristen di seluruh dunia. Dia seharusnya memberi judul bukunya “The Doubts I Have About World Religions.” Itu akan menyelamatkan dia dari kritik-kritik yang tidak perlu dari berbagai pusat-pusat agama dan juga penolakan terhadap tugas mengajar di New York City College.
Bagaimanapun aku kira dia tidak pernah menulis bahwa Tuhan itu tidak ada. Karena itu akan berlawanan dengan gayanya, menolak atau menyetujui sesuatu yang ia sendiri tidak memiliki ide atau definisinya. Russell tidak menolak Tuhan, karena ia tidak dapat mendefinisikan Tuhan. Dari sudut pandang agama Hindu, orang bisa menghormati dan mengagumi orang-orang seperti Russell, Freud dan Darwin.
Agama Hindu memiliki saham dalam atheisme dan agnotisme. Philsafat Charvaka dan pada sisi tertentu philsafat Vaisesika mempertanyakan keberadaan dari satu Tuhan personal (Saguna Brahman, pen). Reshi Kanada, pendiri dari philsafat Vaisesika, hanya menyebut Tuhan dengan “Itu” (That, Tat, pen) dalam seluruh tulisannya.
AYAH, APAKAH ANDA BERMAKSUD MENGATAKAN BAHWA SEORANG AGNOSTIK AKAN MENJADI AGNOSTIK UNTUK SELAMANYA?
Seluruh kitab suci Hindu menunjuk pada kenyataan bahwa agnotisisme merupakan titik awal dari pencarian kebenaran tanpa lelah. Sama seperti sesendok garam pergi mencari kedalaman sasmudra dan menjadi bagian tak terpisahkan dari samudera itu, seorang agnostik akhirnya akan menemukan kebenaran sejati bila ia tetap teguh dalam pencarian kebenaran itu. Tapi sama seperti Buddha, dia tidak akan sanggup menjelaskan kepada dunia kebenaran yang ia temukan,karena kebenaran itu berada diluar batasan atau perbandingan. Saya rasa kebanyakan agnostik akan menjadi pribadi seperti J. Krishnamurti dan Buddha, asalkan saja mereka tidak mencoba mencari jawaban-jawaban intelektual atas teka-teki alam semesta. Sebagai seorang anak yatim-piatu, Krishnamurti dipungut oleh mendiang Annie Besant untuk menjadi pemimpin besar dari Theosphical Society. Tapi bersama dengan berjalannya waktu Krishnamurti mengatasi (transcend) semua kedudukan dan kekuasaan dan mempertanyakan integritas dari segala sesuatu dalam setiap agama. Akhirnya ia menjadi sebuah lembaga sendiri dalam dirinya, tanpa ego setitikpun . Tentu saja, Krishnamurti bukan sama sekali agnostik. Dia adalah seorang ahli logika (logician) dengan kemampuan yang sangat besar. Jadi sejauh menyangkut agama Hindu, agnotisme adalah titik awal dari pencarian kebenaran tanpa kenal lelah.
AYAH, APAKAH ANDA PERCAYA PADA TUHAN?
Anakku, aku datang dari keluarga yang sangat religius dan karena itu aku percaya pada Tuhan dan kadang-kadang bahkan percaya pada Tuhan yang sangat bepribadi (Saguna Brahman). Kadang-kadang aku lihat Tuhan sebagai satu entitas (pribadi) tanpa perasaan atau kesadaran. Sesuai dengan tempat dan waktu, konsepku mengenai Tuhan berobah. Ketika aku masih remaja aku tidak mempunyai masalah dengan memvisualisasikan “Dia” sebagai Batara (Lord) Krishna, ketika aku menjadi lebih tua aku mulai melihat “Dia” sebagai sumber kekuatan, sesuatu di luar imajinasiku yang paling liar sekalipun. Tentu saja, aku tidak ada masalah mendengar seseorang yang menjelaskan “Dia” sebagai Batara Krishna atau Yesus atau Allah atau Jehovah atau Buddha atau sesuatu yang lain, tidak pula aku keberatan mendengar orang yang menjelaskan “Dia” sebagai suatu yang tanpa bentuk, tidak musnah, abadi, tidak lahir, entitas yang tidak terjelaskan. Satu hal aku tahu dengan yakin. Kita semua adalah bagian utuh dari alam. Kita hanya sekedar alat dari entitas atau energi atau kekuasaan yang tidak kita ketahui atau sesuatu yang tak dapat didefinisikan. Pada satu sisi kita hanyalah kumpulan dari bahan-bahan kimiawi, hanya rangkain DNA. Pada sisi lain kita adalah satu entitas yang memiliki kesadaran.
Sejujurnya, aku dalam kesesatan total (total loss) bilamana aku berpikir tentang Tuhan. Untuk memulai, aku tidak tahu harus mulai dari mana, dan makin banyak aku membaca tentang “Dia”, makin banyak aku belajar tentang sains modern, makin sadar aku tentang Tuhan dan alam semesta. Itu tidak berarti bahwa agama mempunyai semua jawaban. Semua agama-agama dunia tidak menjelaskan secara tuntas banyak dari prinsip-prinsip utama mereka. Namun demikian, kekurangan jawaban-jawaban yang wajar membuatku menjadi manusia yang rendah hati. Dewasa ini, aku tahu dengan pasti bahwa kita hanya tahu sedikit sekali mengenai diri kita dan alam semesta.
Source: ngakan putu putra
Sumber : http://peradah-luwuk.org/news/51-apakah-aku-seorang-hindu.html